<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="1283">
<titleInfo>
<title><![CDATA[ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR By.Ny.T DENGAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RUANG MELATI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH CILACAP TAHUN 2015]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Wiwin Indah Nur Fitriani</namePart>
<role><roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Fakultas Ilmu Kesehatan SHB]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[STIKES Harapan Bangsa]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2015]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[20 cm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Latar belakang penelitian : Masalah utama penyebab kematian pada bayi adalah pada masa neonatus (bayi baru lahir umur 0-28 hari). Komplikasi yang menyebabkan kematian terbanyak adalah bayi berat lahir rendah , asfiksia dan infeksi. Angka kematian bayi (AKB) di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2014 sebanyak 5.446 kasus, menurun dibandingkan dengan tahun 2013 sebanyak 5868 kasus kematian bayi. Banyaknya kasus bayi baru lahir dengan asfiksia neonatorum tahun 2014 di RSUD Cilacap adalah sebanyak 194 pasien, terjadi penurunan jika di bandingkan dengan tahun 2013 sebanyak 207 pasien. 

Pembahasan : Pada By.Ny.T dilakukan asuhan dengan menggunakan tujuh langkah varney. Pada tindakan resusitasi dilakukan dengan berkolaborasi, tetapi terdapat tindakan yang berbeda dengan teori yaitu penggunaan suction dan pemberian oksigen 100% kepada bayi, tindakan tersebut tidak mengurangi keefektifitasan tindakan resusitasi tersebut. 

Simpulan dan saran : By.Ny.T dengan asfiksia neonatorum ini menunjukan perkembangan yang positif bayi mulai bernafas spontan, denyut jantung 100x/menit karena adanya kerjasama dan partisipasi antara tenaga kesehatan lainnya. Tindakan resusitasi pada asfiksia neonatorum yang dilakukan sudah baik. Diharapkan untuk meningkatkan asuhan bayi baru lahir dengan asfiksia sesuai standar operasional yang berlaku.</note>
<subject authority=""><topic><![CDATA[Patologis]]></topic></subject>
<subject authority=""><topic><![CDATA[Asfiksia Neonatorum]]></topic></subject>
<subject authority=""><topic><![CDATA[Bayi Baru Lahir]]></topic></subject>
<classification><![CDATA[620]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Repository UHB Digital collection of academic papers, undergraduate thesis, research]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[SHB-1296]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[Perpustakaan SHB]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[1283]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2016-09-29 15:15:43]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2016-09-29 15:15:43]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>