<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="1651">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Asuhan Keperawatan Pada TN. M Dengan Nefrolithiasis Post Op Sitoskopi Di Ruang Edelweis RSUD PROF. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Nia Srimawarni</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Fakultas Ilmu Kesehatan SHB]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[STIKES Harapan Bangsa]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2016]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Nefrolithiasis merupakan suatu keadaan dimana terdapat satu atau lebih batu di dalam pelvis atau kaliks dari ginjal. Secara garis besar pembentukan batu ginjal dipengaruhi oleh faktor intrinsik dan ekstrinsik. Faktor intrinsik yaitu umur, jenis kelamin, dan keturunan, sedangkan faktor ekstrinsik yaitu kondisi geografis, iklim, kebiasaan makan, zat yang terkandung dalam urin, dan sebagainya (Smith, etal 2010)
Nefrolithiasis adalah penyakit yang mempengaruhi sekitar 10% dari orang di negara-negara Barat. Wilayah tenggara Amerika Serikat memiliki tingkat lebih tinggi terhadap nefrolithiasis dari daerah lain. Penelitian Favus (2013) melaporkan insiden pembentukan batu ginjal di Amerika Sertikat dengan studi kohort yang melibatkan 45.289 orang berusia 40 sampai 75 yang tidak memiliki riwayat batu ginjal. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan dalam tingkat usia (Favus, 2013)
Di rumah sakit di Amerika Serikat, kejadian batu ginjal dilaporkan sekitar 7-21 pasien per 10.000 orang dalam setahun. Di beberapa rumah sakit di Indonesia juga pernah melaporkan jumlah pasien dengan batu ginjal tahun 2002 berdasarkan data yang dikumpulkan dari rumah sakit di seluruh Indonesia adalah sebesar 37.636 kasus baru, sedangkan jumlah pasien yang dirawat adalah sebesar 19.018 orang, dengan jumlah kematian adalah sebesar 378 orang (Tondok dkk, 2010).
Ikatan Ahli Urologi Indonesia mengemukakan bahwa di RSCM Jakarta pada tahun 2012 jumlah penderita batu ginjal yang menjalani rawat inap sebnyak 209 orang. Data dari rekam medis RS dr. Karyadi Semarang diketahui bahwa kasus batu saluran kemih menunjukan peningkatan dari 32,8% kasus urologi tahun 2003 menjadi 35,4% pada tahun 2004 dan menjadi 39,1% pada tahun 2005 (Astuti, 2014). Angka kejadian penyakit ini tidak sama disetiap negara. Hal ini menunjukan bahwa penyakit ini berhubungan dengan tingkat  kesejahteraan masyarakat dan perkembangan kehidupan suatu bangsa. Secara garis besar pembentukan batu ginjal di pengaruhi oleh faktor intrinsik dan ekstrinsik. Faktor intrinsik yaitu umur, jenis kelamin, dan keturunan, sedangkan faktor ekstrinsik yaitu kondisi geografis, iklim, kebiasaan makan, zat yang terkandung dalam urin, dan sebagainya (Tondok dkk, 2010)
Usia yang rentan terkena batu ginjal adalah usia 36-50 tahun, dan paling sedikit pada usia 21-35 tahun   sekitar 2,9%, dimana usia tersebut merupakan usia yang produktif. Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Aries Alpendri di RS dr. Sardjito menemukan bahwa umur terbanyak yang menderita batu ginjal adalah kelompok umur 40-59 tahun pada laki-laki dan kelompok umur 40-59 tahun pada perempuan (Tondok dkk, 2010)
Pra survey yang penulis lakukan  di RSUD Prof Dr.Margono Soekardjo Purwokerto didapatkan data dengan pasien nefrolithiasis selama 5 tahun terakhir yaitu pada tahun 2012 sebanyak 167 pasien, pada tahun 2013 sebanyak 202 pasien, pada tahun 2014 sebanyak 159 pasien, pada  tahun 2015 sebanyak 327 pasien, dan tahun 2016 sampai bulan Februari 77 pasien. (Rekam medik Rumah Sakit Margono Soekardjo purwokerto, 2016)
Berdasarkan uraian diatas maka penulis tertarik untuk mengangkat masalah nefrolithiasis dengan melakukan asuhan keperawatan pada pasien dengan post operasi nefrolithiasis
</note>
<subject authority=""><topic><![CDATA[Post Op Sitoskopi]]></topic></subject>
<subject authority=""><topic><![CDATA[Nefrolithiasis]]></topic></subject>
<classification><![CDATA[NONE]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Repository UHB Digital collection of academic papers, undergraduate thesis, research]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[SHB-0340]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[Perpustakaan SHB]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="315" url="" path="/1609Nia_awal.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Asuhan Keperawatan Pada TN. M Dengan Nefrolithiasis Post Op Sitoskopi Di Ruang Edelweis RSUD PROF. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[1651]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2017-12-14 14:02:23]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2017-12-15 17:44:45]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>