<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="1662">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Karakteristrik Pasien Yang menjalani Hemodialisis Di Rumah Sakit Islam Fatimah Cilacap Tahun 2015]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Suharti</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Fakultas Ilmu Kesehatan SHB]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[STIKES Harapan Bangsa]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2016]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Gagal ginjal adalah hilangnya fungsi ginjal. Apabila hanya 10% dari ginjal yang berfungsi, pasien dikatakan sudah sampai pada penyakit ginjal end stage renal disease (ESRD) atau penyakit ginjal tahap akhir. Gagal ginjal kronik, yaitu gagal ginjal yang terjadi perlahan dan berkembang  perlahan, mungkin dalam beberapa tahun (Baradero. et al, 2008). Menurut Brunner & Suddarth (dalam Muhamad, 2012), gagal ginjal kronis atau penyakit renal tahap akhir adalah gangguan fungsi renal yang progessif dan irreversibel (tubuh gagal dalam mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan dan elektrolit), sehingga menyebabkan uremia (retensi urea sampah nitrogen lain dalam darah).
Gangguan fungsi ginjal menjadi permasalahan utama kesehatan masyarakat Indonesia. Diperkirakan 25 juta penduduk Indonesia mengalami gangguan fungsi ginjal karena hipertensi dan diabetes. Saat ini dari 70.000 kasus ginjal tahap akhir di Indonesia, 10% diantaranya menjalani hemodialisa dan sampai tahun 2012 baru sekitar 1200 kasus yang menjalani transplantasi ginjal (Kemenkes RI, 2013). Penyebab tersering penyakit ini yaitu Glomerulonefritis (46,39%), diabetes mellitus (18,65%), obstruksi dan infeksi (12,85%), hipertensi (8,46%), dan sebab lain (13,65) antara lain adalah nefritis lupus, nefropati urat, intoksikasi obat, penyakit ginjal bawaan, tumor ginjal, dan penyebab yang tidak diketahui (Kemenkes RI, 2013). 
Terapi gagal ginjal kronik modern menggunakan prinsip dialisis. Dialisis adalah pergerakan cairan dan butir-butir (partikel) melalui membran semipermeabel. Dialisis adalah tindakan yang dapat memulihkan keseimbangan cairan dan elektrolit, mengendalikan keseimbangan asam basa, dan mengeluarkan sisa metabolisme dan bahan toksik dari tubuh (Baradero. et al, 2008).
Penggantian ginjal modern menggunakan dialisis untuk mengeluarkan zat terlarut yang tidak diinginkan melalui difusi dan hemofiltrasi untuk mengeluarkan air, yang membawa serta zat terlarut yang tidak diinginkan. Prinsip dialisis adalah jika darah dipisahkan dari suatu cairan dengan membran semipermiabel, maka elektrolit dan zat lain akan berdifusi melewati membran sampai tercapai kesetimbangan. Pada hemodialisis digunakan membran sintetik, sedangkan pada dialisis peritoneal digunakan membran peritoneal. Prinsip hemofiltrasi serupa dengan filtrasi glomerulus. Jika darah dipompa pada tekanan hidrostatik yang lebih tinggi daripada cairan di sisi lain membran, maka air dalam darah akan dipaksa bergerak melewati membran dengan cara ultrafiltrasi, dengan membawa serta elektrolit dan zat terlarut lainnya (O’Callaghan, 2007). 
Karakteristik seseorang sangat mempengaruhi pola kehidupan seseorang, karakteristik bisa dilihat dari beberapa sudat pandang diantaranya umur, jenis kelamin dan tingkat pendidikan seseorang, disamping itu keseriusan seseorang dalam menjaga kesehatannya sangat mempengaruhi kualitas kehidupannya baik dalam beraktivitas, istirahat, ataupun secara psikologis (Yulia, 2009).
Karakteristik dalam individu adalah sarana untuk memberitahu satu terpisah dari yang lain, dengan cara bahwa orang tersebut akan dijelaskan dan diakui. Sebuah fitur karakteristik dari orang yang biasanya satu yang berdiri di antara sifat-sifat yang lain (Sunaryo, 2004). Menurut Notoatmodjo (2010) bahwa ciri-ciri individu digolongkan kedalam tiga kelompok yaitu: Ciri-ciri demografi, seperti jenis kelamin dan umur, Struktur sosial, seperti tingkat pendidikan, pekerjaan, kesukuan atau ras, dan sebagainya, serta manfaat-manfaat kesehatan, seperti keyakinan bahwa pelayanan kesehatan dapat menolong proses penyembuhan penyakit.
Pasien yang memerlukan hemodialisis adalah pasien yang mengalami Gagal Ginjal Kronis (GGK) dan Gagal Ginjal Akut (GGA) untuk sementara sampai fungsi ginjalnya kembali pulih. GGA merupakan keadaan dimana fungsi ginjal menurun secara akut dan terjadi dalam kurun waktu kurang dari tiga bulan. GGA ditandai dengan berkurangnya volume urin dalam 24 jam dan terjadi peningkatan nilai ureum dan kreatin serta terjadi penurunan kreatinin (Widagdo, 2013).  Penelitian Armiyati dan Rahayu (2013) menunjukkan karakteristik pasien hemodialisis rata-rata berumur 46 tahun. Lama menderita CKD paling lama 84 bulan (4 tahun), menjalani hemodialisis paling lama 84 bulan (4 tahun), berjenis kelamin perempuan dan semuanya sudah menikah. Sebagian besar berpendidikan SMP dan tidak bekerja.
Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang peneliti laksanakan pada tanggal 20 Oktober 2016 diperoleh data pasien yang menjalani hemodialisis di Rumah Sakit Islam Fatimah Cilacap tahun 2015 sebanyak 146 orang. Data di atas menunjukkan bahwa pasien yang menjalani hemodialisis di Rumah Sakit Islam Fatimah Cilacap tergolong banyak. Berdasarkan uraian latar belakang di atas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang ”Karakteristik Pasien Yang Menjalani Hemodialisis di Rumah Sakit Islam Fatimah Cilacap tahun 2015”.
</note>
<subject authority=""><topic><![CDATA[Hemodialisis]]></topic></subject>
<classification><![CDATA[NONE]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Repository UHB Digital collection of academic papers, undergraduate thesis, research]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[SHB-0310]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[Perpustakaan SHB]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="325" url="" path="/1619Suharti_awal.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Karakteristrik Pasien Yang menjalani Hemodialisis Di Rumah Sakit Islam Fatimah Cilacap Tahun 2015]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[1662]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2017-12-14 14:59:09]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2017-12-15 17:41:34]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>