<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="1668">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Asuhan Keperawatan Pada AN. F Dengan Bronkopneumonia Di RSUD PROF. DR. Margono Soekarjo Purwokerto]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Fadhlulloh Budi Cakhyono</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Fakultas Ilmu Kesehatan SHB]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[STIKES Harapan Bangsa]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2016]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Gangguan pada sistem pernapasan merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas. Infeksi saluran pernapasan lebih sering terjadi dibandingkan dengan infeksi pada sistem organ tubuh lain, berkisar dari flu biasa dengan gejala serta gangguan yang ringan sampai berat.Salah satu penyakit infeksi saluran pernapasan adalah bronkopneumonia (Price & Wilson, 2006).
	Bronkopneumonia merupakan peradangan yang terjadi pada ujung akhir bronkiolus, yang tersumbat oleh eksudat mukosa purulen untuk membentuk bercak konsolidasi pada lobus-lobus yang berbeda didekatnya. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, ataupun benda asing. Penyakit menahun ini ditandai dengan gejala panas tinggi, gelisah, dyspnea, napas cepat dan dangkal, muntah, diare, serta batuk kering (Wong, 2008).
	Bronkopneumonia maupun pneumonia adalah infeksi yang menyebabkan paru-paru meradang. Kantong-kantong udara dalam paru yang disebut alveoli dipenuhi nanah dan cairan sehingga kemampuan menyerap oksigenmenjadi kurang. Kekurangan oksigen membuat sel-sel tubuh tidak bisa bekerja. Karena inilah, selain penyebaran infeksi ke seluruh tubuh penderita, pneumonia dapat mengakibatkan penderita meninggal. Studi mikrobiologik ditemukan penyebab kematian utama bakteriologik pneumonia maupun bronkopneumonia anak dan balita adalah Streptococcus pneumoniae/pneumococcus (30-50% kasus) dan Hemophilus influenzae (10-30% kasus), diikuti Staphylococcus aureus dan Klebsiela pneumoniae pada kasus berat. Bakteri lain seperti Mycoplasma pneumonia, Chlamydia, Pseudomonas, Escherichia coli (E. Coli) juga menyebabkan pneumonia (Kartasasmita & Cissy, 2010).
	Angka kematian anak di dunia akibat pneumonia atau infeksi saluran pernapasan akut yang mempengaruhi paru-paru sekitar 1,2 juta balita setiap tahun, artinya setiap jam ada 230 anak di dunia yang meninggal karena pneumonia (WHO, 2013). 
	Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (2013),Period prevalence dan prevalensi pneumonia di Indonesia pada tahun 2013 sebesar 1,8 % dan 4,5 %. Lima provinsi yang mempunyai insiden dan prevalensi pneumonia tertinggi untuk semua umur adalah Nusa Tenggara Timur (4,6% dan 10,3%), Papua (2,6% dan 8,2%), Sulawesi Tengah (2,3% dan 5,7%), Sulawesi Barat (3,1% dan 6,1%), dan Sulawesi Selatan (2,4% dan 4,8%). Period Prevalence pneumonia di Indonesia tahun 2013 menurun dibandingkan dengan tahun 2007.
	Period prevalence pneumonia pada balita di Indonesia adalah 18,5 per mil. Balita pneumonia yang berobat hanya 1,6 per mil. Insiden tertinggi pneumonia balita terdapat pada kelompok umur 12-23 bulan (21,7‰). Pneumonia balita lebih banyak dialami pada kelompok penduduk dengan indeks kepemilikan terbawah (27,4). Hasil Riskesdas tahun 2013 menyebutkan bahwa di Indonesia pneumonia menempati peringkat kedua kematian balita (15,5%) dari seluruh penyebab kematian. Jumlah kematian anak balita yang disebabkan oleh kasus pneumonia pada tahun 2013 ditetapkan menjadi 78,8% per balita, dan kematian bayi akibat pneumonia sebanyak 13,6% per 1000 bayi (Kemenkes RI, 2013).
	Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2012 dalam penemuan dan penanganan penderita pneumonia pada balita angka capaiannya sebesar 25,5% dengan jumlah kasus yang ditemukan sebanyak 66.702 kasus, mengalami penurunan bila dibanding tahun 2010 yang sebesar 40,63%. Angka ini masih sangat jauh dari target Standar Pelayanan Minimal (SPM) tahun 2010 sebesar 100% (Dinkes Jateng, 2012).
	Berdasarkan data rekam medik RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto dari tahun 2013 sampai tahun 2015 terdapat 838 kasuspneumonia, dengan rincian 692 kasus rawat inap dan 146 kasus rawat jalan. Dari data pra survey bulan Januari 2016 terdapat 46 kasus, dengan rincian 33 kasus rawat inap dan 13 kasus rawat jalan.
	Penatalaksanaan yang dapat diberikan pada anak dengan bronkopneumonia adalah fisioterapi dada (untuk mengurangi atau menghilangkan sputum dan spasme otot pernapasan, membersihkan jalan napas, membuat menjadi nyaman, melegakan saluran pernapasan dan akhirnya batuk pilek dapat terhentikan, suction (agar saluran pernafasan bebas dari sumbatan semua kotoran atau lendir sehingga pasien dapat bernafas secara normal). Naso Gastric Tube (NGT) digunakan untuk memberikan nutrisi dan obat-obatan kepada seseorang yang tidak mampu untuk mengkomsumsi makanan,cairan dan obat-obatan secara oral dan dapat digunakan juga untuk mengeluarkan isi lambung.
	Berdasarkan hal tersebut penulis tertarik untuk memberikan asuhan keperawatan pada An.F dengan Bronkopneumonia di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto dengan melakukan pengkajian, merumuskan diagnosa keperawatan, menyusun rencana keperawatan, melaksanakan implementasi, melaksanakan evaluasi, dan menyusun dokumentasi asuhan keperawatan pada pasien dengan Bronkopneumonia.
</note>
<subject authority=""><topic><![CDATA[Bronkopneumonia]]></topic></subject>
<classification><![CDATA[NONE]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Repository UHB Digital collection of academic papers, undergraduate thesis, research]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[SHB-0322]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[Perpustakaan SHB]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="331" url="" path="/1625Fadhlulloh_awal.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Asuhan Keperawatan Pada AN. F Dengan Bronkopneumonia Di RSUD PROF. DR. Margono Soekarjo Purwokerto]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[1668]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2017-12-15 11:03:57]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2017-12-15 17:37:58]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>