<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="1683">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Asuhan Keperawatan Pada Tn. K Dengan Resiko Perilaku Kekerasan Di Wisma Puntadewa Di Rumah Sakit Jiwa PROF. DR. Soeroyo Magelang]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Muhammad Iqbal Ahimsa</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Fakultas Ilmu Kesehatan SHB]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[STIKES Harapan Bangsa]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2016]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Kesehatan jiwa menurut World Health Organization (WHO) adalah berbagai karakteristik positif yang menggambarkan keselarasan dan keseimbangan kejiwaan yang mencerminkan kedewasaan kepribadiannya. Keseimbangan jiwa adalah suatu kondisi yang memunginkan perkembangan fisik, intelektual dan emosional yang optimal dari seseorang dan perkembangan itu selaras dengan keadaan orang lain sehingga tidak menimbulkan masalah (Direja, 2011). 
Permasalahan yang muncul di masyarakat pada saat ini disebabkan oleh faktor seperti politik, sosial budaya serta krisis ekonomi. Hal tersebut dapat mengakibatkan berbagai masalah diantaranya masalah kesehatan hingga masalah kesehatan jiwa, salah satunya gangguan jiwa berat adalah perilaku kekerasan (Depkes, 2007). 
Perilaku kekerasan adalah suatu keadaan hilangnya kendali perilaku seseorang yang diarahkan pada diri sendiri, orang lain, atau lingkungan. Perilaku kekerasan pada diri sendiri dapat berbentuk melukai diri sendiri untuk bunuh diri atau membiarkan diri dalam bentuk penelantaran diri. Perilaku kekerasan pada orang lain adalah tindakan agresif yang ditunjukan untuk melukai atau membunuh orang lain. Perilaku kekerasan pada lingkungan dapat berupa perilaku merusak lingkungan, melempar kaca, genting, dan semua yang ada di lingkungan. Pasien yang dibawa ke rumah sakit jiwa sebagian besar akibat melakukan kekerasan di rumah. Perawat harus jeli dalam melakukan pengkajian untuk menggali penyebab perilaku kekerasan yang dilakukan selama di rumah (Yusuf, 2015). 
Berdasarkan Riskesdas(2013) prevalensi gangguan jiwa berat nasional sebesar 1,7 per mil, seperti skizofrenia adalah 1,7 per 1000 penduduk atau sekitar 400.000 orang. Jumlah seluruh responden dengan gangguan jiwa berat berdasarkan data Riskesdas 2013 adalah sebanyak 1.728 orang. Prevalensi psikosis tertinggi di DI Yogyakarta dan Aceh (masing-masing 2,7%), sedangkan yang terendah di Kalimantan Barat (0,7%) sedangkan di provinsi Jawa Tengah 2,3 per mil.
RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang merupakan salah satu rumah sakit jiwa di Jawa Tengah yang menangani berbagai penyakit yang diakibatkan oleh gangguan mental dan kejiwaan. Hasil pra survey yang dilakukan pada tanggal 30 Desember 2015 di RSJ. Prof. Dr. Soerojo Magelang didapatkan data dari  8 wisma ada sekitar 128 orang dengan gangguan jiwa. Dari 128 orang dengan gangguan jiwa terdapat 10 orang mengalami defisit perawatan diri, 38 orang mengalami resiko perilaku kekerasan, 15 orang mengalami isolai sosial, 45 orang mengalami halusinasi dan 20 orang mengalami harga diri rendah. Dari data tersebut masalah paling banyak adalah gangguan persepsi sensori : halusinasi dengan presentasi  sebesar 35%. Walaupun begitu bukan berarti yang perlu ditangani hanya masalah gangguan persepsi sensori : halusinasi, tetapi  semua masalah juga perlu ditangani, seperti resiko perilaku kekerasan yang berjumlah 38 orang.
Dampak atau akibat perilaku kekerasan dari klien adalah klien dapat melukai dirinya sendiri atau merusak lingkungannya serta dapat mengalami kematian. Klien dengan perilaku kekerasan yang tidak dapat dihentikan akan dibuat tidak berdaya oleh orang-orang di sekitarnya untuk mengamankan klien maupun lingkungannya, kemungkinan akan bisa kehabisan tenaga dan bahkan bisa meninggal karena cedera, serta pada keluarga dampak tersebut bisa berbentuk dampak fisik maupun dampak secara psikologis. Hal ini menunjukkan pentingnya masalah perilaku kekerasan pada pasien perilaku kekerasan (As'ad & Soetjipto, 2000).
</note>
<subject authority=""><topic><![CDATA[perilaku kekerasan]]></topic></subject>
<classification><![CDATA[NONE]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Repository UHB Digital collection of academic papers, undergraduate thesis, research]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[SHB-0357]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[Perpustakaan SHB]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="346" url="" path="/1640Muhammad_awal.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Asuhan Keperawatan Pada Tn. K Dengan Resiko Perilaku Kekerasan Di Wisma Puntadewa Di Rumah Sakit Jiwa PROF. DR. Soeroyo Magelang]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[1683]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2017-12-15 14:46:02]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2017-12-15 17:33:23]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>