<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="1686">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Asuhan Keperawatan Pada Ny. S Umur 38 Tahun G1P0A0 Dengan Primigravida Tua Di Desa Rempoah RT 05 RW 04 Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Uswatun Khasanah</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Fakultas Ilmu Kesehatan SHB]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[STIKES Harapan Bangsa]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2016]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Kehamilan adalah hasil dari pertemuan sperma dan sel telur, dalam prosesnya, perjalanan sperma untuk menemui sel telur (ovum) betul-betul penuh perjuangan (Maulana, 2008). Kehamilan didefinisikan sebagai fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan ovum dan dilanjutkan dengan nidasi atau implantasi. Pertumbuhan dan perkembangan janin intra uterine mulai sejak konsepsi dan berakhir sampai permulaan persalinan (Hanafiah, 2008). 
Primigravida adalah seorang wanita yang hamil untuk pertama kali. Wanita yang pertama kali hamil sedangkan umurnya di bawah 20 tahun disebut primigravida muda. Usia terbaik untuk seorang wanita hamil antara usia 20 tahun hingga 35 tahun. Sedangkan wanita yang pertama hamil pada usia diatas 35 tahun disebut primigravida tua (Manuaba,2007).
Usia resiko tinggi adalah dibawah 20 tahun dan diatas 35 tahun. Penyebab terbanyak karena pendarahan dan eklamsi atau kejang akibat tekanan darah tinggi. Pada usia diatas 35 tahun sel telur biasanya mengalami kemunduran dalam kuantitas maupun kualitas dan wanita cenderung mengalami kondisi-kondisi medis yang berkaitan dengan sistem reproduksi juga dapat terjadi beberapa masalah seperti pada saat kehamilan berupa nyeri otot, nyeri punggung dan juga proses melahirkan lebih lama dan panjang. Wanita yang menjalani kehamilan pada usia lebih dari 30 tahun memiliki kemungkinan mengalami kelahiran risiko tinggi seperti melahirkan bayi dengan kelainan mental atau downsyndrome  (Detiana, 2010).
Penelitian yang dilakukan Eke dan Eleje (2009) menunjukkan bahwa primigravida tua secara signifikan berhubungan dengan risiko tinggi anemia, diabetes mellitus, malpresentasi, hiperemesis gravidarum dan IUGR ( Intra Uterine Growth Retardation) serta risiko tinggi terhadap disproporsi sefalopelvik, fetal disstres, kala II lama dan perdarahan post partum. Preeklamsia juga terjadi pada kehamilan pada ibu dengan usia ≥ 35 tahun, diduga akibat hipertensi yang diperberat oleh kehamilan (Cunningham, 2006).
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan diseluruh dunia lebih dari 585.000 ibu meninggal tiap tahun saat hamil atau bersalin. Di iindonesia menurut Survai Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2007, angka kematian ibu masih cukup tinggi, yaitu 228 per 100.00 kelahiran hidup. Priorotas penyebab langsung kematian ibu adalah perdarahan (28%), eklamsia (24%), infeksi (11%) dan partus lama (5%). Perdarahan menempati presentase tertinggi penyebab kematian ibu, anemia dan kekurangan energi kronis (KEK) pada ibu hamil menjadi penyebab utama terjadinya perdarahan dan infeksi (Profil Kesehatan Indonesia,2008). Data angka kematian ibu maternal di rumah sakit yang bersumber dari ditjen bina yanmedik, menggambarkan jumlah kematian maternal dirumah sakit yang terjadi per 1.000 kelahiran hidup dan penyebab kematian maternal tersebut adalah seperti abortus 42.354 kasus (31,5 %), eklamsi dan preeklamsia 7.848 kasus (5,8 %), plasenta previa 4.409 kasus (3,3 %), perdarahan antepartum 1.940 kasus (1,4 % ) (Kristina, 2009). Penyebab kematian bayi adalah asfiksia neonatorum 49-60%, infeksi 24-34%, prematuritas/BBLR 15-20%, trauma persalinan 2-7%, dan cacat bawaan 1-3%. Hampir kebanyakan penyebab kematin ibu dan kematian bayi dapat diprediksi berdasarkan faktor resiko yang dimiliki oleh ibu selama kehamilan (Manuaba dkk, 2010).  
Angka kematian ibu (AKI) di provinsi Jawa Tengah tahun 2014 sebesar 126,55/100.000 kelahiran hidup, mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan angka kematian ibu pada tahun 2013 sebesar 118,62/100.000 kelahiran hidup. Sedangkan angka kematian bayi (AKB) di provinsi Jawa Tengah tahun 2014 sebesar 10,08/1.000 kelahiran hidup, mengalami penurunan bila dibandingkan dengan tahun 2013 sebesar 10,41/1.000 kelahiran hidup. Hal tersebut tentu saja masih cukup tinggi dibanding target AKI berdasarkan Millenium Development Goal (MDGs) tahun 2015, yakni sebesar 102 per 100.000 kelahiran hidup (Prabowo, 2015).
Berdasarkan data yang diperoleh dari studi pendahuluan di Puskesmas II Baturraden jumlah ibu hamil pada tahun 2014 jumlah 441 jiwa, ibu dengan resiko tinggi 140 jiwa dari tenaga kesehatan dan 80 jiwa dari masyarakat (termasuk kasus dengan primigravida tua), sedangkan di tahun 2015 jumlah ibu hamil 465 jiwa, sedangkan ibu dengan resiko tinggi 165 jiwa dari tenaga kesehatan dan 73 jiwa dari masyarakat (termasuk kasus dengan primigravida tua).</note>
<subject authority=""><topic><![CDATA[Primigravida Tua]]></topic></subject>
<classification><![CDATA[NONE]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Repository UHB Digital collection of academic papers, undergraduate thesis, research]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[SHB-0315]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[Perpustakaan SHB]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="349" url="" path="/1643Uswatun_awal.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Asuhan Keperawatan Pada Ny. S Umur 38 Tahun G1P0A0 Dengan Primigravida Tua Di Desa Rempoah RT 05 RW 04 Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[1686]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2017-12-15 15:01:48]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2017-12-15 17:32:29]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>