<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="1702">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Asuhan Keperawatan Keluarga Tn. T Khususnya Pada Ny. L Dengan Masalah Utama Asma Di Desa Karang Salam Kec. Baturraden Kabupaten Banyumas]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Niko Herfansah</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Fakultas Ilmu Kesehatan SHB]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[STIKES Harapan Bangsa]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2016]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Asma merupakan suatu penyakit inflamasi kronik pada jalan nafas yang dikarakteristikan dengan hiperesponsivitas, edema mukosa dan produksi mukus (Brunner & Suddarth, 2011). Asma merupakan penyakit respiratorik yang paling sering ditemukan dan paling sering menjadi masalah di masyarakat. Penyakit ini umumnya di mulai sejak masa kanak-kanak pada usia lima tahun, dimana asma disebabkan karena paparan polusi dan debu  pada pemukiman yang padat penduduk (Zullias Ikawati, 2007). Asma merupakan penyakit saluran nafas kronik yang penting dan menjadi masalah kesehatan yang serius, penyakit ini dapat tersebar pada sebuah lapisan masyarakat baik masyarakat sosial ekonomi lemah maupun masyarakat dengan sosial ekonomi baik, asma juga merupakan penyakit yang mempunyai dampak negatif bagi penderita maupun keluarganya, sehingga mempengaruhi kualitas hidup dan memerlukan biaya pelayanan kesehatan yang besar (Sidhartani, 2007). 
	Kesimpulannya asma merupakan suatu penyakit inflamasi kronik pada saluran nafas yang disertai gejala batuk, mengi sesak nafas yang disebabkan oleh paparan debu dan polusi udara. Penyakit ini umumnya sering menyerang anak-anak dimulai dari usia lima tahun dan merupakan suatu penyakit yang menjadi masalah kesehatan serius bagi penderita serta keluarganya, selain itu penyakit asma ini juga dapat tersebar dilapisan masyarakat, baik masyarakat mampu ataupun masyarakat yang kurang mampu.
	Berdasarkan data organisasi kesehatan dunia (WHO), jumlah pasien asma diperkirakan mencapai 300 juta orang, angka tersebut dikhawatirkan terus meningkat hingga 400 juta orang pada tahun 2025, asma juga merupakan suatu penyakit yang menempati urutan ke lima besar penyebab kematian didunia, dimana jumlah pasien meninggal karena serangan asma diperkirakan mencapai 255.000 dan kematian yang disebabkan penyakit asma lebih dari 8%. Menurut data  RISKESDAS (2013) Indonesia diperkirakan memiliki 12,5 juta orang yang mengalami penyakit asma yang tertinggi terdapat di Sulawesi Tengah, penderita penyakit asma di Jawa Tengah sebesar 4279 jiwa, Kabupaten Cilacap merupakan Kabupaten yang mempunyai prevalensi asma terbesar yaitu 5.6%, disampaikan pula penyakit asma lebih sering terjadi pada perempuan dibandingkan pada laki-laki. Dinas Kesehatan Banyumas (2014), mendata bahwa dari kasus penyakit tidak menular  penyakit asma menempati urutan ke dua dari penyakit hipertensi dengan jumlah 2286 jiwa, sedangkan hipertensi 7921 jiwa, jumlah penyakit asma di Kabupaten banyumas sebesar 5.3%, dari 27 Kecamatan di Banyumas kasus penyakit asma tertinggi terdapat di Kecamatan Gumelar yaitu sebanyak 319 jiwa, Kecamatan Baturraden terdata 79 jiwa dengan penyakit asma. 
	Menurut Departement Kesehatan RI (2009), penatalaksanaan asma sangat penting dengan tujuan meningkatkan dan mempertahakan kualitas hidup agar pasien asma dapat hidup normal tanpa ada hambatan dalam melakukan aktifitas sehari-hari, pengetahuan pasien dan keluarga tentang asma sangat penting oleh karena itu diperlukan adanya komunikasi yang baik antara pihak medis, pasien dan keluarga, peran penting anggota keluarga yang dimaksud yaitu pertama dengan cara pendekatan kepada pasien guna untuk mengetahui lebih dalam tentang penyakit asma, kedua yaitu pemberian dukungan keluarga dalam perawatan kontrol asma, ketiga dukungan keluarga dalam melakukan pola hidup sehat yaitu hindari kegemukan, olahraga yang cukup, penghentian merokok serta perbanyak minum air putih guna untuk menghindari dehidrasi terutama pada pasien anak-anak.
Beberapa penelitin menyatakan metode yang paling sederhana dan efektif untuk mengurangi resiko penurunan pengembangan dinding dada dan mengurangi kondisi sesak nafas, yaitu dengan pengaturan posisi saat istirahat posisi yang paling efektif adalah posisi semi fowler dengan derajat kemiringan 450 dengan menggunakan bantal di daerah punggung (Refi, 2011). Terapi non farmakologi lainnya untuk  penyakit asma yaitu dengan cara mengajarkan tehnik pernafasan buteyko atau tehnik relaksasi pernafasan dalam, terapi ini baik dilakukan secara individu dan juga bisa dilakukan dengan berkelompok  (Nastiti,  2010), asma juga dapat dikendalikan dengan menggunakan program KIE (Komunikasi, Informasi, Edukasi). Program KIE bertujuan untuk meningkatkan kemadirian pasien dalam upaya pencegahan asma, menurunkan angka kesakitan akibat asma, menurunkan angka kematian akibat asma, dan menurunkan jumlah kelompok masyarakat yang terpajan resiko penyakit asma, program KIE tersebut dapat di lakukan dengan cara pemberian penyuluhan kepada pasien dan keluarga tentang pencegahan dan penanggulangan penyakit asma (Rengganis, 2008).
Proses keperawatan merupakan suatu metode yang sistematis dan terorganisis dalam pemberian asuhan keperawatan yang difokuskan pada reaksi dan respon individu pada suatu kelompok atau perorangan terhadap gangguan yang dialami baik aktual maupun potensial. Proses keperawatan sendiri dapat diartikan sebagai pendekatan yang digunakan seorang perawat dalam memberikan asuhan keperawatan sehingga kebutuhan dasar klien dapat terpenuhi yang terdiri dari lima tahap yaiu pengkajian, diagnosa, perencanaan, implementasi dan evaluasi (Deswani, 2011).
</note>
<subject authority=""><topic><![CDATA[Asuhan Keperawatan Keluarga]]></topic></subject>
<subject authority=""><topic><![CDATA[Asma]]></topic></subject>
<classification><![CDATA[NONE]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Repository UHB Digital collection of academic papers, undergraduate thesis, research]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[SHB-0351]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[Perpustakaan SHB]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="365" url="" path="/1659Niko_awal.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Asuhan Keperawatan Keluarga Tn. T Khususnya Pada Ny. L Dengan Masalah Utama Asma Di Desa Karang Salam Kec. Baturraden Kabupaten Banyumas]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[1702]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2017-12-16 08:16:26]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2017-12-16 08:16:57]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>