<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="1722">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Asuhan Keperawatan Pada Ny. D G1P0A0 Usia Kehamilan 12 Minggu Dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) Di Desa Kalikesur Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Anistia Tri Retno</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Fakultas Ilmu Kesehatan SHB]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[STIKES Harapan Bangsa]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2016]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Angka kematian ibu (AKI) menjadi salah satu indikator penting dalam derajat kesehatan masyarakat. AKI menggambarkan jumlah wanita yang meninggal dari suatu penyebab kematian terkait dengan gangguan selama masa kehamilan sehingga hal ini menjadi masalah yang besar di Indonesia.  Berdasarkan data Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012, Angka Kematian Ibu melahirkan mengalami kenaikan dari 228 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2007 menjadi 359  per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2012. 
Berdasarkan data WHO prevalensi kekurangan energi kronis (KEK) 2010 pada kehamilan secara global 35-75%. Di Indonesia banyaknya terjadi kasus KEK (Kekurangan Energi Kronik) terutama disebabkan karena adanya ketidak seimbangan asupan gizi, sehingga zat gizi yang dibutuhkan tubuh tidak tercukupi.  Berdasarkan penelitian Riskedas tahun 2012 prevalensi ibu hamil risiko KEK di Indonesia sebesar 21,6% dari jumlah 8187 kehamilan, sedangkan di wilayah Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2012 dari laporan Kota/Kabupaten mencapai 683 atau 27,2% ibu hamil dengan KEK (Depkes.RI, 2012).

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas jumlah AKI sejak 2010 selalu di angka 30 kasus lebih. Pada 2010 ada 33 kasus, pada, 2011 (35), 2012 (32), pada 2013 (35), di 2014 (33), dimuat dalam Satelit Pos (2015). Sedangkan data prasurvey yang dilakukan di puskesmas Kedungbanteng, pada tahun 2015 terdapat 1064 ibu hamil, 298 dengan resiko tinggi (KEK diantaranya). 
Angka Kematian bayi di Indonesia masih tinggi dibandingkan dengan negara berkembang lainnya. Angka Kematian Bayi (AKB) adalah jumlah kematian bayi dalam usia 28 hari pertama kehidupan per 1000 kelahiran hidup (Saragih, 2011). Angka kematian bayi di Indonesia berdasarkan SDKI 2012 adalah 32 per 1000 kelahiran hidup. Di Jawa Tengah sendiri angka kematian bayi adalah 10,08 per 1000 kelahiran hidup (SDKI 2012). Salah satu penyebab kematian neonatus tersering adalah bayi berat lahir rendah (BBLR) baik cukup bulan maupun kurang bulan (prematur) (Widiyastuti dkk, 2009).
Energi merupakan faktor gizi yang paling penting pada saat kehamilan yang dapat mempengaruhi berat badan bayi lahir. Banyaknya energi yang dibutuhkan pada saat kehamilan sekitar 80.000 Kkal atau membutuhkan penambahan 300 Kkal setiap harinya pada masa kehamilan dan pada trimester I lebih sedikit meningkat dibandingkan kebutuhan energi pada trimster II dan III (Arisman, 2010). Kurang Energi Kronis (KEK) adalah keadaan seseorang yang mengalami kekurangan gizi (kalori dan protein) berlangsung lama ditandai berat badan < 40 kg dengan LILA-nya < 23,5 cm (Lubis, 2003). 
Seorang ibu yang mengalami risiko KEK selama hamil akan menimbulkan masalah, baik pada ibu maupun janin. KEK pada ibu hamil dapat menyebabkan resiko dan komplikasi pada ibu antara lain: anemia, pendarahan, berat badan ibu tidak bertambah secara normal, dan terkena penyakit infeksi. Pengaruh KEK terhadap proses persalinan dapat mengakibatkan persalinan sulit dan lama, persalinan sebelum waktunya (prematur), pendarahan setelah persalinan, serta persalinan dengan operasi cenderung meningkat. KEK ibu hamil dapat mempengaruhi proses pertumbuhan janin dan dapat menimbulkan keguguran, abortus, bayi lahir mati, kematian neonatal, cacat bawaan, anemia pada bayi, asfiksia intra partum (mati dalam kandungan), lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Bila BBLR bayi mempunyai resiko kematian, gizi kurang, gangguan pertumbuhan, dan gangguan perkembangan anak. 
</note>
<subject authority=""><topic><![CDATA[Kekurangan Energi Kronis (KEK)]]></topic></subject>
<classification><![CDATA[NONE]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Repository UHB Digital collection of academic papers, undergraduate thesis, research]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[SHB-0301]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[Perpustakaan SHB]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="385" url="" path="/1679Anistia_awal.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Asuhan Keperawatan Pada Ny. D G1P0A0 Usia Kehamilan 12 Minggu Dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) Di Desa Kalikesur Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[1722]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2017-12-18 08:03:09]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2017-12-18 08:04:09]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>