<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="1733">
<titleInfo>
<title><![CDATA[ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA KELUARGA NY.S DENGAN DIABETES MELLITUS TIPE II DI DESA KLAHANG
 RT03&#47;01 SOKARAJA,KECAMATAN SOKARAJA,
KABUPATEN BANYUMAS]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Retno Indrianningrum</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Fakultas Ilmu Kesehatan SHB]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[STIKES Harapan Bangsa]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2017]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Diabetes  adalah  penyakit kronis  yang  disebabkan  oleh  tingginya  kadar  gula  dalam  darah,  yang  disertai  dengan  adanya  kelainan  metabolik.  Normalnya,  gula darah  dikontrol  oleh  insulin,  suatu  hormon  yang  dihasilkan  oleh  pankreas,  yang  memungkinkan  sel untuk  menyerap  gula  didalam  darah.  Akan  tetapi,  pada  diabetes  terjadi  defisiensi  insulin  dan  hambatan  kerja  insulin pada  reseptornya  (Handaya, 2016).
Berdasarkan data Internatonal Diabetes Federatiaon (IDF), tingkat prevalensi global penderita Diabetes Mellitussetiap tahun meningkat. Prevalensi Diabetes Mellitus pada tahun 2015 yaitu 1 dari 11 orang dewasa menderita Diabetes Mellitus (415 juta), 46,5% dari orang dewasa dengan diabetes yang tidak terdiagnosa, 12% dari pengeluaran kesehatan global dihabiskan untuk Diabetes Mellitus, 1 dari 7 kelahiran anak mengalami Diabetes Mellitus gestational, 542,000 anak menderita Diabetes Mellitus tipe 1, setiap 6 detik seseorang meninggal yang disebabkan oleh Diabetes Mellitus (5,0 juta kematian), dan diperkirakan pada tahun 2040 jumlah insiden Diabetes Mellitus akan mengalami peningkatan menjadi 640 juta kasus (IDF, 2015).
Menurut Purwanti (2013)Diabetes Mellitus dapat mengakibatkan komplikasi penyakit seperti penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, kebutaan, ujung jari yang menghitam dan menjadi busuk serta penurunan kemampuan seksual (Atun, 2010). Penderita Diabetes Mellitus di Indonesia pada umumnya mengalami komplikasi seperti komplikasi neuropati (63,5%), retinopati (42%), nefropati (7,3%), makrovaskuler (16%), mikrovaskuler (6%), dan luka kaki diabetik (15%). 
World Health Organization (WHO) menyatakan prevalensi global penderita Diabetes Mellitus pada usiadi atas 18 tahun telah meningkat dari 4,7% pada tahun 1980 menjadi 8,5% tahun 2014. Data baru menunjukkan bahwa sekitar 150 juta orang menderita Diabetes Mellitus di seluruh dunia. Jumlah tersebut mungkin akan meningkat dua kali lipat tahun 2025. Sebagian besar peningkatan ini akan terjadi di negara berkembang dan akan terjadi karena pertumbuhan penduduk, penuaan, diet tidak sehat, obesitas dan gaya hidup.WHO memproyeksikan bahwa Diabetes Mellitus akan menjadi penyebab utama 7 kematian di tahun 2030(WHO, 2016).
Pusat data dan informasi Kemenkes RI tahun 2016, bahwa dari hasil Riskesdas tahun 2013 terjadi peningkatan prevalensi Diabetes Mellitus di Indonesia pada tahun 2007 yakni sebesar 1,1% menjadi 2,1% pada tahun 2013. Hasil analisis gambaran prevalensi Diabetes Mellitus berdasarkan jenis kelamin di Indonesia pada tahun 2013 juga menunjukkan bahwa prevalensi Diabetes Millitus pada wanita lebih banyak (1,7%) dibandingkan pada laki-laki (1,4%). Prevalensi Diabetes Mellitus berdasarkan wilayahnya, prevalensi Diabetes Mellitus di Indonesia tahun 2013 lebih besar di perkotaan (2%) dibandingkan dengan di pedesaan (1%) (Kemenkes RI, 2016).
Berdasarkan data dari profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2015 bahwa Diabetes Mellitus menempati urutan ke 2 dari 12 penyakit yang tidak menular (PTM) di Jawa Tengah yaitu sebanyak 110.702kasus (18,33%) dari 603.840 kasus PTM. Prevalensi Diabetes Mellitus di Provinsi Jawa Tengah tahun 2013 sebesar 152.301 kasus, terjadi penurunan menjadi 102.858 kasus pada tahun 2014, dan kemudian meningkat menjadi 110.702 kasus pada tahun 2015 (Dinkes Jateng, 2016).
Prevalensi Diabetes Mellitus di Kabupaten Banyumas tahun 2013 sebanyak 2.217 kasus, terjadi penurunan menjadi 1.599 kasus pada tahun 2014, dan kemudian meningkat menjadi 2.105 kasus pada tahun2015 (Dinkes Banyumas, 2016).
Hasil data rekam medis yang didapatkan dari Puskesmas Sokaraja II Kabupaten Banyumas bahwa kasus Diabetes Mellitus beberapa tahun terakhir mengalami penurunan. Kasus Diabetes Mellitus pada tahun 2013 sebanyak 77 kasus, terjadi penurunan menjadi 61 kasus pada tahun 2015, dan 41 kasus pada tahun 2016. 
Asuhan keperawatan keluarga dengan diabetes melitus dilakukan untuk mencegah komplikasi. Keluarga merupakan bagian dari  manusia yang saling berhubungan dan berinteraksi satu sama lain, apabila salah satu anggota mempunyai masalah kesehatan akan berpengaruh terhadap anggota keluarga yang lainnya(Mubarak dkk. 2009). Untuk itu asuhan keperawatan keluarga dibutuhkan guna mencegah komplikasi hipoglikemia, hiperglikemia, ketoadosis dan infeksi (Atun, 2010).Peran perawat sangat butuhkan oleh pasien Diabetes Mellitus karena Diabetes Mellitus merupakan penyakit kronis yang memerlukan perilaku penanganan mandiri yang khusus seumur hidup. 
Diet, aktivitas fisik serta emosional dapat mempengaruhi pengendalian Diabetes Mellitus, maka pasien harus belajar untuk mengatur keseimbangan berbagai faktor. Pasien bukan hanya harus belajar keterampilan untuk merawat diri sendiri setiap hari guna menghindari penurunan atau kenaikan kadar glukosa darah yang mendadak, tetapi juga harus memiliki prilaku yang preventif dalam gaya hidup untuk menghindari komplikasi Diabetes Mellitus jangka panjang (Smeltzer & Bare, 2013).
Ny. S umur 59 tahun merupakan salah satu warga Desa Klahang Kecamatan Sokaraja yang menderita penyakit Diabetes Mellitus selama 3 tahun.Berdasarkan data Puskesmas Ny. S merupakan pasien yang kurang aktif dalam program penurunan Diabetes Mellitus. Selain karena usianya yang sudah lanjut, kondisi fisik pun menjadi penghambat untuk mengikuti berbagai program penyembuhan Diabetes Mellitus secara mandiri. 
</note>
<subject authority=""><topic><![CDATA[Asuhan Keperawatan Keluarga]]></topic></subject>
<subject authority=""><topic><![CDATA[Diabetes Mellitus]]></topic></subject>
<classification><![CDATA[NONE]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Repository UHB Digital collection of academic papers, undergraduate thesis, research]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[SHB-0391]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[Perpustakaan SHB]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="396" url="" path="/1690Retno_awal.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA KELUARGA NY.S DENGAN DIABETES MELLITUS TIPE II DI DESA KLAHANG  RT03/01 SOKARAJA,KECAMATAN SOKARAJA, KABUPATEN BANYUMAS]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[1733]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2017-12-18 09:29:55]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2017-12-18 09:30:33]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>