<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="1743">
<titleInfo>
<title><![CDATA[ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny M DENGAN DIABETES MELLITUS TIPE II DI RUANG KENANGA RSUD Dr R GOETENG TAROENADIBRATA PURBALINGGA]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Fatimah Nur Astin</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Fakultas Ilmu Kesehatan SHB]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[STIKES Harapan Bangsa]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2017]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Diabetes Mellitus adalah suatu penyakit kronik yang kompleks yang melibatkan kelainan metabolisme karbohidrat, protein dan lemak dan berkembangnya komplikasi makrovaskuler dan neurologis (Sujono dan Sukarmin, 2008). Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolik yang berlangsung kronik dimana penderita diabetes tidak bisa memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup atau tubuh tidak mampu menggunakan insulin secara efektif sehingga terjadi kelebihan gula  di dalam darah (Atun, 2010).
Diabetes Mellitus yang dikenal juga sebagai penyakit kencing manis, adalah suatu penyakit menahun yang ditandai dengan kadar gula darah (glukosa darah) melebihi batas normal yaitu kadar gula darah dua jam makan sama dengan atau lebih dari 200mg/dl, dan kadar gula darah saat puasa lebih dari atau sama dengan 126mg/dl. Diabetes Melitus adalah kelainan metabolisme karbohidrat, dimana glukosa darah tidak digunakan dengan baik, sehingga menyebabkan keadaan hiperglikemia (Atun, 2010).
	World Health Organization (WHO) 2014 menyatakan bahwa prevalensi Diabetes Mellitus di seluruh dunia diperkirakan sebesar 9%. Proporsi kematian akibat penyakit Diabetes Mellitus dari seluruh kematian akibat penyakit tidak menular adalah sebesar 4%. Kematian akibat 
Diabetes Mellitus terjadi pada negara dengan pendapatan rendah dan menengah dengan proporsi sebesar 80%. Pada tahun 2030 diperkirakan Diabetes Mellitus menempati urutan ke-7 penyebab kematian di dunia. Menurut International Diabetes Federation (IDF) 2014 8,3% penduduk di  seluruh dunia mengalami Diabetes Mellitus, pravelensi ini meningkat dari tahun 2011 yaitu 7,0% dan diprediksikan pada tahun 2035 pravalensi Diabetes Mellitus akan meningkat menjadi 10,0%. Diperkirakan proporsi penderita Diabetes Mellitus yang tidak terdiagnosis adalah sebesar 46,3%. Satu dari dua penderita Diabetes Mellitus tidak mengetahui bahwa mereka telah terkena penyakit tersebut.  
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 melakukan wawancara untuk menghitung proporsi Diabetes Mellitus di Indonesia pada usia 15 tahun ke atas. Dari hasil wawancara tersebut didapat bahwa proporsi Diabetes Mellitus di Indonesia sebesar 6,9%, Toleransi Glukosa Terganggu (TGT) sebesar 29,9%, dan Gula Darah Puasa (GDP) sebesar 36,6%. Jika estimasi jumlah penduduk Indonesia usia 15 tahun ke atas pada tahun 2013 adalah 176.689.336, maka dapat diperkirakan proporsi Diabetes Mellitus sekitar 12 juta, Toleransi Glukosa Terganggu (TGT) sekitar 52 juta dan Gula Darah Puasa (GDP) sekitar 64 juta.
Jumlah kasus Diabetes Melitus tergantung insulin di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2013 sebesar 9.376 kasus, lebih rendah dibanding tahun 2012 (19.493). Kasus tertinggi di Kabupaten Brebes dan Kota Semarang (1.095 kasus). Sedangkan Jumlah kasus Diabetes Mellitus tidak tergantung insulin lebih dikenal dengan Diabetes Mellitus tipe II, mengalami penurunan dari 181.543 kasus menjadi 142.925 kasus. Kasus Diabetes Mellitus tidak tergantung insulin tertinggi di Kota Surakarta (22.534 kasus) (Riskesdas, 2013).
Hasil studi pendahuluan di RSUD. Dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga melalui unit rekam medik diperoleh info bahwa pada tahun 2015 terdapat 246 penderita Diabetes Mellitus yang yang dirawat. Dan pada tahun 2016 terdapat 463 penderita Diabetes Mellitus yang dirawat. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penderita penyakit Diabetes Mellitus yang di rawat di di RSUD. Dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga mengalami peningkatan.
Penyebab Diabetes Mellitus sebenarnya tidak begitu jelas, tetapi faktor yang banyak berperan antara lain kelainan genetik, usia, gaya hidup stres, pola makan, obesitas dan infeksi. Tanda dan gejala yang muncul biasanya seperti poliuria (peningkatan pengeluaran urine), polidipsia (penigkatan rasa haus), dan polifagia (peningkatan rasa lapar), rasa lelah dan kelemahan otot, serta peningkatan ngka infeksi akibat penurunan protein sebagai pembentukan antibody. Penatalaksanaan yang dilakukan untuk penderita Diabetes Mellitus antara lain memberikan obat, insulin, olah raga,diet dan mmberikan edukasi. Penyakit Diabetes Mellitus juga dapat menimbulkan komplikasi seperti hipoglikemia, ketoasidosis, dan koma. Sehingga peran perawat sangat penting untuk meminimalisir komplikasi dan mengurangi tanda gejala.
Fokus pengkajian yang dilakukan pada penderita Diabetes Mellitus antara lain mengkaji keluhan utama, riwayat penyakit dahulu, riwayat penyakit sekarang, dan pemeriksaan fisik (Head to Toe). Diagnosa yang sering muncul pada penderita Diabetes Mellitus adalah risiko ketidakstabilan kadar glukosa, resiko infeki, kerusakan integritas kulit, ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh, kekurangan volume cairan dan ketidakefektifan pola nafas.
</note>
<subject authority=""><topic><![CDATA[Diabetes Mellitus]]></topic></subject>
<classification><![CDATA[NONE]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Repository UHB Digital collection of academic papers, undergraduate thesis, research]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[SHB-0423]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[Perpustakaan SHB]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="406" url="" path="/1701Fatimah_awal.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny M DENGAN DIABETES MELLITUS TIPE II DI RUANG KENANGA RSUD Dr R GOETENG TAROENADIBRATA PURBALINGGA]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[1743]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2017-12-18 10:34:56]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2017-12-18 10:35:41]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>