<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="1752">
<titleInfo>
<title><![CDATA[ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny. S DENGAN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) DI RUANG KENANGA RSUD GOETENG
TAROENADIBRATA PURBALINGGA]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Eliana Carolina Sitorus</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Fakultas Ilmu Kesehatan SHB]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[STIKES Harapan Bangsa]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2017]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Gagal ginjal kronik sudah merupakan masalah kesehatan masyarakat diseluruh dunia. Ginjal mempunyai peran yang sangat penting dalam menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh, karena ginjal merupakan salah satu organ vital dalam tubuh. Ginjal berfungsi untuk mengatur keseimbangan cairan dalam tubuh, mengatur konsentrasi garam dalam darah, keseimbangan asam basa dalam darah. Bila ginjal tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya maka akan timbul masalah kesehatan yang berkaitan dengan penyakit gagal ginjal kronik dimana terjadi gangguan fungsi renal yang progresif dan ireversibel dimana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme tubuh dan keseimbangan cairan dan elektrolit menyebabkan uremia (retensi urea dan sampah nitrogen lainnya dalam darah) (Cahyaningsih, 2009).
Setiap tahun penderita penyakit gagal ginjal meningkat, di Amerika Serikat pada tahun 2002 sebanyak 34.500 penderita, tahun 2007 terdapat 80.000 penderita, dan tahun 2010 mengalami peningkatan yaitu 2 juta orang yang menderita penyakit ginjal. Sedangkan di Indonesia menurut Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia jumlah yang menderita penyakit gagal ginjal kronik sekitar 50 orang per satu juta penduduk (Lukman et al., 2013). Menurut United States Renal Data System (USRDS), prevalensi gagal ginjal kronik meningkat dengan bertambahnya usia. Prevalensi pada usia 65-74 tahun adalah 7,2% dan pada usia lebih dari 85 tahun adalah 17%. Prevalensi gagal ginjal kronik pada kulit hitam (15%) adalah 50% lebih tinggi dari orang kulit putih atau ras lainnya (10%). Prevalensi pada orang Asia adalah 11%. Prevalensi gagal ginjal kronik yang disertai dengan diabetes melitus adalah 20,5%, hipertensi adalah 15,7%, dan penyakit jantung adalah 18,4% (USRDS, 2014).
Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2013, prevalensi gagal ginjal kronik berdasar diagnosis dokter di Indonesia sebesar 0,2%. Prevalensi tertinggi di Sulawesi Tengah sebesar 0,5%, diikuti Aceh, Gorontalo dan Sulawesi Utara masing-masing 0,4%. Sementara Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur masing-masing 0,3%. Data Dinkes Jawa tengah (2008) bahwa angka kejadian kasus gagal ginjal di Jawa Tengah yang paling tinggi adalah Kota Surakarta dengan 1497 kasus (25.22%) dan di posisi kedua adalah Kabupaten Sukoharjo yaitu 742 kasus (12.50%). Diperkirakan hingga tahun 2015 Data WHO dengan kenaikan dan tingkat persentasi dari tahun 2009 sampai 2011 sebanyak 36 juta orang warna dunia meninggal dunia akibat penyakit Chronic Kidney Disease (CKD).
Adapun penyebab dari gagal ginjal kronik yang terjadi biasanya karena pola hidup yang kurang sehat seperti kurangnya minum air putih, jarang melakukan olah raga dan istirahat yang kurang, penyebab lainnya seperti tekanan darah tinggi atau yang biasa disebut hipertensi. Tanda dan gejala yang muncul pada pasien gagal ginjal kronik yaitu mual dan muntah, nafsu makan berkurang, berat badan turun, sesak nafas, nyeri atau sakit pada bagian punggung belakang. Apabila pasien melakukan pemeriksaan laboratorium seperti kimia klinik atau mengecek nilai dari ureum maka dari situ akan terlihat pasien tersebut memiliki gangguan pada ginjal atau tidak. Komplikasi yang terjadi pada pasien gagal ginjal kronik adalah peningkatan gula darah atau yang biasa disebut diabetes melitus, tekanan darah tinggi atau hipertensi, gangguan pada jantung atau gagal jantung kongestif. Dengan demikian tindakan medis yang dilakukan penderita penyakit gagal ginjal adalah dengan melakukan terapi dialisis, tergantung pada keluhan pasien dengan kondisi kormobid dan parameter laboratorium, kecuali bila sudah ada 2 donor hidup yang ditentukan, keharusan transplantasi terhambat oleh langkanya pendonor. Pilihan terapi dialisis meliputi hemodialisis dan peritoneal dialisis (Hartono, 2013). Diagnosa keperawatan yang muncul pada pasien gagal ginjal kronik adalah kelebihan volume cairan, kerusakan intergritas kulit dan juga resiko infeksi.
</note>
<subject authority=""><topic><![CDATA[Chronic Kidney Disease]]></topic></subject>
<classification><![CDATA[NONE]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Repository UHB Digital collection of academic papers, undergraduate thesis, research]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[SHB-0410]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[Perpustakaan SHB]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="415" url="" path="/1710Eliana_awal.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny. S DENGAN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) DI RUANG KENANGA RSUD GOETENG TAROENADIBRATA PURBALINGGA]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[1752]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2017-12-18 11:26:09]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2017-12-18 11:26:44]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>