<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="1754">
<titleInfo>
<title><![CDATA[ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn.T 
DENGAN REUMATOID ARTRITIS DI WISMA III DRUPADI 
BALAI PELAYANAN SOSIAL LANJUT USIA DEWANATA
CILACAP]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Amalia Putri</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Fakultas Ilmu Kesehatan SHB]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[STIKES Harapan Bangsa]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2017]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>penulis  Reumatoid  Artritis (RA) merupakan  gangguan kesehatan inflamasi sistematik yang diperantai oleh imunitas. Tidak jelas mengapa individu dapat terkena reumatoid artritis, tetapi statistik menunjukan bahwa wanita memiliki peluang lebih besar untuk terkena reumatoid artritis dan insiden memucak pada usia empat puluhan hingga enam puluhan tahun (Chang, 2009).
Reumatoid  artritis adalah  penyakit  peradangan  sistemis  kronis dengan  manifestasi  pada  sendi  perifer  dengan  pola  simetris.  Tanda gejala  termasuk  kelelahan,  malaise,  dan  kekauan  pada  pagi  hari.  Reumatoid  artritis  sering  melibatkan  organ  ekstra-artikular  seperti  kulit,  jantung,  paru-paru,  dan  mata.  Reumatoid  artritis menyebabkan  kerusakan  sendi  dan  dengan  demikian  sering  menyebabkan  morbiditas  dan  mortalitas   yang  cukup  besar (Helmi,  2012).
Kejadian  tahunan  reumatoid  artritis  di  seluruh  dunia sekitar  tiga  kasus  per10.000  penduduk,  dan  tingkat  prevalensi  sekitar  1%.  Remisi  klinis  spontan  bersifat  jarang  (sekitar 5-10%).  Reumatoid  artritis terjadi  dua - tiga  kali  lebih  sering pada wanita dibandingkan  pada  pria.  Frekuensi  reumatoid  artritis puncaknya terjadi pada  usia 35 - 50  tahun.   Data penderita reumatoid artritis  di Indonesia belum banyak dikaji. Pada tahun 2006 diketahui sebanyak 0,3-0,6 % penduduk Indonesia menderita reumatoid artritis (Helmi,  2012). Dampak  keadaan  ini  dapat  mengancam  jiwa  penderitanya  dan menimbulkan  gangguan  kenyamanan.  Masalah  yang  disebabkan  oleh  penyakit  rematik  tidak  hanya  berupa  keterbatasan  yang  tampak  jelas  pada  mobilitas  dan  aktivitas  hidup  sehari-hari  juga  efek  siskemik  yang  tidak  jelas,  tetapi  dapat  menimbulkan  kegagalan  organ  dan  kematian. RA dapat mengakibatkan  masalah  seperti  rasa  nyeri,  keadaan  mudah  lelah,  perubahan  citra  diri,  serta  gangguan  tidur (Helmi, 2012).
Data  pengkajian  sering  didapatkan  adanya  keluhan  nyeri,  pembengkakan,  dan  kekakuan  sendi  yang  mengalami  rematik.  Keluhan  tersebut  bisa  diikuti  keluhan  lain  seperti  malaise,  demam,  mudah  lelah,  penurunan  berat  badan,  mialgia.  Pasien  mungkin  mengeluh  adanya  kesulitan  melakukan  aktivitas  hidup  sehari – hari  (misalnya  berdiri, berjalan, dan  keberhasilan  pribadi  dengan  menggunakan  tangan  mereka) (Helmi, 2012). 
Berdasarkan   studi   pendekatan  praktik  keperawatan selama 2  minggu  Di Balai  Pelayanan  Sosial  Lanjut  Usia  Dewanata  Cilacap  pada  bulan  Oktober  tahun  2016  melihat  sebagian  besar  penderita  reumatoid  artritis  terjadi  pada  usia  lebih  dari  60  tahun  dengan  jumlah  21  dari  52  pasien  yang  memeriksakan  kesehatannya di panti. Tanda  klinis  diantaranya  mobilitas  terbatas  sebanyak 15  orang,  kekakuan  pada  pagi  hari  sebanyak  21 orang,  nyeri  pada  persendian  sebanyak 21 orang,  kesemutan  yang  berlangsung  lama.  Penanganan  yang  dilakukan  untuk  mengatasi  reumatoid  artritis  antara  lain  Range  Of  Motion (ROM)  dan  senam  lansia  yang  dilakukan  setiap  pagi  hari   diharapkan  mengatasi  sedikit  gejala  yang  timbul.  Pemberian  terapi  tersebut  diberikan  karena  tidak ada  tenaga  medis  dalam  memberikan  perawatan  di Balai  Pelayanan  Sosial  Lanjut  Usia  Dewanata  Cilacap.</note>
<subject authority=""><topic><![CDATA[Reumatoid Artritis]]></topic></subject>
<classification><![CDATA[NONE]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Repository UHB Digital collection of academic papers, undergraduate thesis, research]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[SHB-0428]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[Perpustakaan SHB]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="417" url="" path="/1712Amalia_awal.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn.T  DENGAN REUMATOID ARTRITIS DI WISMA III DRUPADI  BALAI PELAYANAN SOSIAL LANJUT USIA DEWANATA CILACAP]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[1754]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2017-12-18 11:33:55]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2017-12-18 11:34:36]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>