<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="1761">
<titleInfo>
<title><![CDATA[ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn.I DENGAN  HIPERTENSI
DI WISMA III DRUPADI BALAI  PELAYANAN SOSIAL 
LANJUT USIA DEWANATA CILACAP]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Aulia Rahmatika Rahmani</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Fakultas Ilmu Kesehatan SHB]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[STIKES Harapan Bangsa]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2017]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Hipertensi merupakan masalah besar tidak hanya di negara arat tapi juga di Indonesia. Bila tidak diatasi, tekanan darah tinggi akan mengakibatkan jantung bekerja keras hingga pada suatu saat akan terjadi kerusakan yang serius. Selain itu tekanan darah tinggi akan dapat mengakibatkan kerusakan pembuluh darah pada otak, mata atau ginjal.  Hipertensi merupakan faktor resiko untuk terjadinya serangan jantung (infark miokard akut) gagal jantung dan stroke. (Ardiansyah Muhamad 2012)
Tahun 2010 diperkirakan jumlah penduduk usia lanjut di Indonesia, sebesar 24 juta jiwa atau 9.77% dari total jumlah penduduk. Menurut point National Committee (JNC)VII tahun 2003, hipertensi ditemukan sebanyak 60-70% pada populasi berusia di atas 65 tahun. Lansia yang berumur di atas 80 tahun sering mengalami hipertensi persisten, dengan tekanan sistolik menetap di atas >160 mmHg. Jenis hipertensi yang khas sering ditemukan pada lansia adalah Isolated Systolic Hypertension (ISH), di mana tekanan sistoliknya saja yang tinggi (di atas 140 mmHg), namun tekanan diastolik tetap normal (di bawah 90 mmHg). Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang terjadi di negara maju maupun Negara berkembang. Hipertensi merupakan penyebab kematian nomor 3 setelah stroke(15,4 %) dan tuberkulosis (7,5 %), yakni mencapai 6,8 % dari populasi kematian pada semua umur di Indonesia. Angka kejadian hipertensi di seluruh dunia mungkin mencapai 1 milyar orang dan sekitar 7,1 juta kematian akibat hipertensi terjadi setiap tahunnya (WHO dalam Depkes RI, 2008).
Menurut Profil Kesehatan Jawa Tengah Tahun 2016, kasus tertinggipenyakit tidak menular di Jawa Tengah tahun 2016 pada kelompok penyakitjantung dan pembuluh darah adalah penyakit hipertensi , yaitu sebanyak 344.033 orang atau  (17,74%) dinyatakan hipertensi. Berdasarkan jenis kelamin, presentasi hipertensi pada kelompok laki-laki sebesar (20,88%), lebih tinggi dibandingkan pada kelompok perempuan yaitu (16,28%).
Diagnosa  keperawatan  yang  dapat  ditemukan  pada  pasien  hipertensi Nanda International (2012)  Penurunan curah jantung berhubungan dengan perubahan sekuncup jantung. Intervensi  keperawatan  yang  dilakukan  untuk penatalaksanaan pada  pasien  Hipertensi Nanda International (2012)  yaitu   evaluasi adanya nyeri dada, catat adanya disritmia jantung, catat adanya tanda dan gejala penurunan cardiac output,  monitor status pernafasan yang menandakan gagal jantung, monitor respon pasien terhadap efek pengobatan antiaritmia.
Berdasarkan   studi   pendekatan  praktik  keperawatan selama 2  minggu  DiBalai  Pelayanan  Sosial  Lanjut  Usia  Dewanata  Cilacap  pada  bulan  Oktober  tahun  2016  melihat  sebagian  besar  penderita  hipertensiterjadi  pada  usia  lebih  dari 50  tahundengan  jumlah  23 dari  52  pasien  yang  memeriksakan  kesehatannya di panti. Tanda  klinis  diantaranya  mobilitas  terbatas  sebanyak 10  orang,  nyeri kepala sebanyak 13 orang setelah melakukan aktivitas.  Penanganan  yang  dilakukan  untuk  mengatasi  Hipertensi  antara  lain  dengan menghindari makanan yang tidak boleh di makan kurangi aktivitas yang berlebihan dan  senam  lansia  yang  dilakukan  setiap  pagi  hari   diharapkan  mengatasi  sedikit  gejala  yang  timbul.  Pemberian  terapi  tersebut  diberikan  karena  tidak ada  tenaga  medis  dalam  memberikan  perawatan  di Balai  Pelayanan  Sosial  Lanjut  Usia  Dewanata  Cilacap.</note>
<subject authority=""><topic><![CDATA[hipertensi]]></topic></subject>
<classification><![CDATA[NONE]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Repository UHB Digital collection of academic papers, undergraduate thesis, research]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[SHB-0394]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[Perpustakaan SHB]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="424" url="" path="/1719Aulia_awal.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn.I DENGAN  HIPERTENSI DI WISMA III DRUPADI BALAI  PELAYANAN SOSIAL  LANJUT USIA DEWANATA CILACAP]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[1761]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2017-12-18 13:52:06]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2017-12-18 13:52:42]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>