<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="1764">
<titleInfo>
<title><![CDATA[ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny. R DENGAN STROKE NON HEMORAGIK  DI RUANG ICU RSUD AJIBARANG]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Jodi Fajar Wiguna</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Fakultas Ilmu Kesehatan SHB]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[STIKES Harapan Bangsa]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2017]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Stroke adalah sindrom klinis yang awal timbulnya mendadak, progresif cepat, berupa defisit neurologis fokal dan atau global, yang berlangsung 24 jam atau lebih atau langsung menimbulkan kematian dan semata-mata disebabkan pleh gangguan peredaran darah otak non traumatik (Mansjoer dkk., 2000 dalam Widyanto, 2013). World Health Organization (WHO) mendefinisikan bahwa stroke adalah gejala gejala defisit fungsi susunan saraf yang diakibatkan oleh penyakit  pembuluh darah otak dan bukan yang lain dari itu (Widyanto, 2013). Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2012, kematian akibat stroke sebesar 51% di seluruh dunia disebabkan oleh tekanan darah tinggi.
Kasus stroke di Indonesia menunjukan kecenderungan terus meningkat dari tahun ke tahun. Setelah tahun 2009 kasus stroke yang terdeteksi terus melonjak. Pada tahun 2013, beberapa penelitian di sejumlah rumah sakit menemukan pasien rawat inap yang disebabkan stroke berjumlah 23.636 orang. Dan rawat jalan atau yang tidak, tidak diketahui jumlahnya (Sofyan, 2010).
Data lain dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007 berhasil mendata kasus stroke diwilayah perkotaan di 33 provinsi dan 440 kabupaten. Dan tahun 2007 ini berhasil mengumpulkan sebanyak 258.366 sampel rumah tangga perkotaan dan 987.205 sampel anggota rumah tangga untuk pengukuran berbagai variabel kesehatan masyarakat. Hasilnya stroke merupakan pembunuh utama di antara penyakit–penyakit non-infeksi dikalangan penduduk perkotaan (Wahyu, 2009). Stroke menyebabkan berbagai defisit neurologik, bergantung pada lokasi lesi (pembuluh darah mana yang tersumbat),ukuran area perfusi tidak adekuat, dan jumlah aliran darah kolateral (sekunder atau aksesori).Fungsi otak yang rusak tidak membaik sepenuhnya (Junaidi, 2011).
Stroke dibagi menjadi 2, yaitu stroke hemoragi dan stroke nonhemoragik. Padastroke iskemik, gejala utama yang timbul adalah defisit neurologis secara mendadak atau subakut. Kondisi tersebut didahului gejala prodormal, terjadi pada waktu isirahat atau bangun pagi dan kesadaran biasanya tidak menurun kecuali bila embolus cukup besar. Biasanya terjadi pada usia diatas 50 tahun. Stroke hemoragi disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah otak pada area otak tertentu. Biasanya kejadian saat melakukan aktivitas saat aktif, namun bisa juga terjadi saat isirahat. Kesadaran klien umumnya menurun. Sedangkan stroke non hemoragik dapat berupa iskemia atau emboli dan trombosis cerebral, biasanya terjadi saat setelah lama beristirahat, baru bangun tidur atau di pagi hari. Tidak terjadi perdarahan namun terjadi iskemia yang menimbulkan hipoksia dan selanjutnya dapat timbul edema sekunder. Kesadaran umumnya baik (Muttaqin, 2008).

Tindakan medis yang diambil bergantung pada jenis stroke.Jika jenisnya iskemik, pasien diberi obat – obat yang bisa mengencerkan darah, biasanya obat – obat anti trombosis seperti aspirin, larvarin, dan heparin.Pada agustus 1998 diekspos obat baru yaitu semax.Prinsip kerjanya, memperbaiki metabolisme sel saraf.Selain itu, para ahli yang bergabung dalam national institute of neurogical disorders and stroke (NIDC) memperke nalkan TissuePlasminogen Activator (TPA) yang bekerja sebagai pemecah gumpalan darah yang menyumbat arteri otak. Namun TPA memiliki kelemahan, yaitu jika diberikan kepada pasien yang terkena stroke sebelum 3 jam, sehingga memperparah kondisi pasien yaitu menimbulkan stroke baru jenis hemorrhagic (perdarahan otak) hingga 6,4%. Tetapi tingkat keberhasilanya disinyalir melebihi kelemahanya, yaitu jika diberikan 3 jam setelah terserang stroke dan tidak lebih dari 90 menit setelah terserang stroke (Waluyo, 2009).
</note>
<subject authority=""><topic><![CDATA[Stroke non hemoragik]]></topic></subject>
<classification><![CDATA[NONE]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Repository UHB Digital collection of academic papers, undergraduate thesis, research]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[SHB-0396]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[Perpustakaan SHB]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="427" url="" path="/1722Jodi_awal.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny. R DENGAN STROKE NON HEMORAGIK  DI RUANG ICU RSUD AJIBARANG]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[1764]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2017-12-18 14:04:07]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2017-12-18 14:04:44]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>