<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="1783">
<titleInfo>
<title><![CDATA[ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA TN. S KHUSUSNYA NY. S 
DENGAN MASALAH UTAMA HIPERTENSI DI DESA REMPOAH KECAMATAN BATURADEN KABUPATEN BANYUMAS]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Sutikno</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Fakultas Ilmu Kesehatan SHB]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[STIKES Harapan Bangsa]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2017]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Secara umum hipertensi atau darah tinggi sering kali disebut sebagai silent killer karena termasuk penyakit yang mematikan tanpa disertai gejala–gejalanya terlebih dahulu sebagai peringatan bagi korbannya. Kalaupun muncul gejala tersebut seringkali dianggap gangguan biasa sehingga korbannya terlambat menyadari akan datangnya penyakit. Situmorang (2014) kejadian Hipertensi diperkirakan akan meningkat dari tahun ke tahun, hal ini disebabkan karena adanya perubahan gaya hidup, mengkonsumsi makanan tinggi lemak, kolesterol, merokok dan stress yang tinggi dan pada tahun 2025 yang akan datang, jumlah penderita hipertensi diprediksi akan meningkat menjadi 29 %, atau sekitar 1,6 miliar orang di seluruh dunia (Tedjakusuma, 2012). Hasil survey di Asia menunjukkan prevalensi hipertensi diduduki oleh India (40 %), Jerman (60 %) dan Indonesia menduduki peringkat ke 7 di  asia. WHO memperkirakan prevalensi hipertensi lebih dari 20 % populasi penduduk dunia (Arrosyid  Z, 2007).
           Menurut World Health Organization (WHO) batas normal tekanan darah adalah 120-140 mmHg tekanan sistolik dan 80-90 mmHg tekanan diastolik. seseorang dinyatakan mengidap hipertensi bila tekanan darahnya lebih dari 140/90 mmHg. Hipertensi atau disebut juga tekanan darah tinggi

 
merupakan kondisi medis dimana tekanan darah dalam arteri meningkat melebihi batas normal (Kristanti, 2013).
          Keluarga dapat  menjadi penentu berhasil tidaknya pengobatan yang dilakukan oleh seseorang dalam menjalani suatu pengobatan  karena keluarga  dapat  menjadi  yang sangat berpengaruh dalam menentukan keyakinan dan  nilai kesehatan individu serta dapat juga menentukan tentang program  kesehatan yang  dapat  mereka terima Selain itu peran dari keluarga sangat  di butuhkan dalam memberikan dukungan kepada pasien hipertensi untuk rajin memeriksakan diri ketempat  pelayanan kesehatan untuk melakukan kontrol  darah secara rutin (Jaya, 2009).
          Berdasarkan hasil prasurvey yang dilaksanakan pada Tanggal 19 Januari 2017 di Puskesmas II Baturaden, di dapatkan data bahwa dalam 2 bulan terakhir terhitung sejak Bulan November – Desember 2016 terdapat 150 0rang yang menderita penyakit hipertensi, setelah mengetahui jumlah tersebut peneliti melakukan wawancara, observasi, leaflet dan lembar balik serta melakukan pemeriksaan tekanan darah menggunakan spigmomanometer dan stetoskop pada keluarga Tn. S khususnya Ny. S pasien mengatakan kurang lebih 8 tahun menderita tekanan darah tinggi sejak tahun 2008 setelah dikaji secara mendalam ternyata pasien tidak mendapatkan dukungan dari keluarga untuk menangani penyakitnya.
      

          Penulis tertarik mengambil kasus hipertensi di Desa Rempoah Kecamatan Baturaden karena berdasarkan survey yang ditemukan di lokasi, angka penderita kejadian hipertensi masih tinggi.
</note>
<subject authority=""><topic><![CDATA[Asuhan Keperawatan Keluarga]]></topic></subject>
<subject authority=""><topic><![CDATA[hipertensi]]></topic></subject>
<classification><![CDATA[NONE]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Repository UHB Digital collection of academic papers, undergraduate thesis, research]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[SHB-0424]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[Perpustakaan SHB]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="446" url="" path="/1743Sutikno_awal.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA TN. S KHUSUSNYA NY. S  DENGAN MASALAH UTAMA HIPERTENSI DI DESA REMPOAH KECAMATAN BATURADEN KABUPATEN BANYUMAS]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[1783]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2017-12-18 15:33:57]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2017-12-18 15:34:36]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>