<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="1801">
<titleInfo>
<title><![CDATA[ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. S DIAGNOSA DIABETES MELLITUS  DENGAN ULKUS
DIABETIK DI RUANG MAWAR RSUD
 PROF. DR MARGONO SOEKARJO 
PURWOKERTO]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Ann Nisa Dwi Setia Aji</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Fakultas Ilmu Kesehatan SHB]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[STIKES Harapan Bangsa]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2017]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Perkembangan penyakit saat ini menjadi masalah kesehatan dunia. Prevalensi penyakit ini semakin meningkat dinegara-negara industri dan beberapa negara berkembang termasuk Indonesia. Meningkatnya prevalensi penyakit dibeberapa negara berkembang, akibat peningkatan kemakmuran dinegara bersangkuta akhir-akhir ini banyak disorot. Peningkatan perkapita atau perubahan gaya hidup dikota-kota besar menyebabkan peningkatan prevalensi salah satunya adalah penyakit diabetes mellitus.
Menurut Mansjoer (2001, dalam Riyadi, 2011) Diabetes Mellitus atau yang sering dikenal dengan DM merupakan keadaan hiperglekemia kronik disertai berbagai kelainan metabolik akibat gangguan hormonal. Riyadi dan Sukarmin (2008) menyatakan bahwa diabetes mellitus memiliki penyebab yang beragam seperti gaya hidup stres, pola makan yang salah, obesitas dan infeksi, ada juga penyebab yang tidak dipengaruhi oleh gaya hidup yang kurang sehat seperti kelainan genetik dan usia.
Menurut World Health Organization (WHO) pada tahun 2013, jumlah penduduk dunia yang menderita diabetes sudah mencapai 382 juta orang dan pada tahun 2030 diperkirakan jumlah pasien diabetes di dunia akan mencapai jumlah 592 juta orang.  
Selain itu prevalensi angka kasus diabetes mellitus juga meningkat yaitu  1,1 % di tahun 2007 meningkat menjadi 2,1% di tahun 2013 dari seluruh warga Indonesia sebanyak 250 juta orang, yang menjadikan Indonesia menempati urutan keempat terbanyak di dunia setelah India, China dan United Stases of America dikemukakan oleh Riset Kesehetan Dasar pada tahun 2013. 
Prevalensi pasien diabetes mellitus juga di sumbangkan oleh Provinsi Jawa Tengah yang mencapai 16,53% kasus pada tahun 2014 dan tahun 2015 angka pervalensi pasien diabetes mellitus meningkat 1,8% dari 16, 53% menjadi 18,33 % kasus (Profil Kesehatan Jawa Tengah, 2015).
Diabetes mellitus menyebabkan berbagai macam komplikasi, salah satu komplikasinya adalah kaki diabetik yang dapat menyebabkan Ulkus (Mary Baradero et al., 2009). Ulkus yang terjadi pada pasien diabetes mellitus sering disebut dengan ulkus diabetes. Ulkus diabetes merupakan komplikasi kronik pada pasien diabetes mellitus berupa luka pada kaki pasien diabetes mellitus  itu sendiri. Komplikasi luka pada kaki pasien diabetes mellitus yang juga disebut  Diabetic Foot Ulcer (DFU) yang mempengaruhi kurang lebih 15% dari pasien diabetes mellitus. Luka kaki diabetes mellitus sering berakhir dengan amputasi. Sebuah penelitian di Amerika Serikat menunjukkan bahwa 38% dari semua amputasi disebabkan oleh diabetes mellitus  (Singh, Pai, & Yuhhui, 2013).
Angka kejadian pasien diabetes mellitus yang mengalami ulkus di dunia cukup signifikan. Terbukti dengan adanya prevalensi kaki diabetes di Amerika Serikat (AS) berkisar antara 4,1%, dan 4,6% di Kenya, serta 20,4% di  Belanda (Desalu  et al., 2011). Menurut data dari Perkumpulan Endokrin Indonesia (PERKENI) pada tahun 2009 di Indonesia sendiri, di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) hampir 70% dari pasien diabetes mellitus dirawat dengan diagnosis ulkus kaki diabetes dan beresiko amputasi masih tinggi, yaitu sejumlah 23,5% (Hidayat & Nurhayati, 2014).
Data yang diperoleh dari RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto pada tahun 2016 sebanyak 745 pasien, mengalami penurunan dibandingkan pada tahun 2015 sebanyak 861 pasien dan pada tahun 2014 sebanyak 793 pasien yang menderita diabetes mellitus. Dari 745 pasien yang menderita diabetes mellitus pada tahun 2016 diantaranya mengalami komplikasi berupa ulkus sebanyak 198 pasien. Pasien diabetes mellitus di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto 44 pasien mengalami komplikasi ulkus kaki  dan berresiko amputasi. Untuk itu saya penulis sebagai calon perawat memberi edukasi terkait bagaimana cara perawatan kaki pada pasien diabetes mellitus, yang bertujuan untuk mengurangi adanya resiko luka pada kaki. 
Bararah dan Jauhar (2013) mengemukakan bahwa dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien diabetes mellitus dengan ulkus sebaiknya dilakukan dengan proses keperawatan. Proses keperawatan adalah suatu metode sistematik yang dilakukan untuk mengatasi masalah-masalah yang ada. Proses keperawatan mendokumentasikan peran serta perawat dalam mengurangi/ mengatasi masalah kesehatan. Proses keperawatan terdiri dari lima tahapan, yaitu pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.
Proses asuhan keperawatan yang dilakukan di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto pada pasien diabetes mellitus menggunakan lima tahapan proses keperawatan, dimana proses pengkajian pada pasien diabetes mellitus diperoleh data subyektif dari pasien atau keluarga dan data obyektif diperoleh dengan cara pemeriksaan tanda vital, pengecekan gula darah, pengambilan sampel darah, urine dan kultur pus. Setelah didapatkan data kemudian dianalisa dan dikelompokan data yang sesuai, kemudian menentukan diagnosa keperwatan yang muncul pada pasien diabetes mellitus. Di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto biasanya diagnosa yang muncul pada klien diabetes mellitus adalah nyeri akut dan resiko tinggi infeksi. Setelah menentukan diagnosa, kemudian membuat perencanaan. Pada diagnosa nyeri akut nursing outcomes classification (NOC) yang dipilih pain control dan nursing interventions classification (NIC) yaitu pain management, sedangkan pada diagnosa resiko tinggi infeksi NOC yang dipilih immune status dan NICnya yaitu infection control. Implementasi pada pasien diabetes mellitus yang dilakukan monitor vital sign, perawatan luka, pendidikan kesehatan, dan pemberian terapi, sedangkan untuk evaluasi dari pasien dilakukan setiap akhir shift atau jaga.  
</note>
<subject authority=""><topic><![CDATA[Ulkus Diabetik]]></topic></subject>
<subject authority=""><topic><![CDATA[Diabetes Mellitus]]></topic></subject>
<classification><![CDATA[NONE]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Repository UHB Digital collection of academic papers, undergraduate thesis, research]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[SHB-0401]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[Perpustakaan SHB]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="464" url="" path="/1761Ann_awal.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. S DIAGNOSA DIABETES MELLITUS  DENGAN ULKUS DIABETIK DI RUANG MAWAR RSUD  PROF. DR MARGONO SOEKARJO  PURWOKERTO]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[1801]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2017-12-19 09:23:29]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2017-12-19 09:24:04]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>