<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="1852">
<titleInfo>
<title><![CDATA[ASUHAN KEBIDANAN An. A UMUR 2 TAHUN 3 BULAN 
29 HARI DENGAN DIARE DEHIDRASI SEDANG DAN 
GIZI KURANG DI RUANG CEMPAKA RSUD dr. R GOETENG  TAROENADIBRATA 
PURBALINGGA TAHUN 2017]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Umi Ma'rifah Khasanah</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Fakultas Ilmu Kesehatan SHB]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[STIKES Harapan Bangsa]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2017]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Secara keseluruhan, kemajuan substansial telah dibuat untuk mencapai  MDG (Millenium Development Goal) 4. Jumlah kematian balita diseluruh dunia telah menurun dari 12,7 juta ditahun 1990 menjadi 5,9 juta pada tahun 2015. Hal ini berarti 19000 anak-anak lebih sedikit sakit setiap hari pada tahun 2015 dibandingkan tahun 1990. Penurunan yang luar biasa dalam kematian balita sejak tahun 2000 telah menyelamtakan nyawa 48 juta anak dibawah usia lima tahun. Namun, meskipun ini keuntungan besar, kemajuan tidak cukup untuk mencapai MDG’s ke- 4 sasaran. Oleh karena, dibentuk SDG’s (Sustainable Development Goals) sebuah program pembangunan berkelanjutan dimana didalamnya terdapat 17 tujuan dengan 16 target yang terukur dengan tenggat waktu yang ditentukan, Targetnya yaitu untuk menurunkan angka kematian balita. (World Health Organization, 2015).
Menurut data WHO (World Healt Organization) 2015, Penyakit diare sampai saat ini masih merupakan penyebab kematian utama di dunia, terhitung 5-10 juta kematian/tahun, penyebab kematian pada anak tahun 2015 adalah komplikasi  kelahiran premature, pneumonia, komplikasi terkait intrapartum, dan salah satunya adalah diare. Penyebab utama kematian pada anak adalah diare. Diperkirakan 82% kematian akibat gastroentritis , rotavirus terjadi pada negara berkembang, terutama di Asia dan Afrika. Sedangkan data profil kesehatan Indonesia menyebutkan tahun 2012 jumlah kasus diare yang ditemukan sekitar 213.435 penderita dengan jumlah kematian 1.289, dan sebagian besar (70-80%) terjadi pada anak-anak di bawah 5 tahun. Seringkali 1-2% penderita diare akan jatuh dehidrasi dan kalau tidak segera tertolong 50-60% meninggal dunia. Dengan demikian di Indonesia diperkirakan ditemukan penderita diare sekitar 60 juta kejadian tiap tahunnya (Depkes, RI 2012).   Pada balita, kejadian diare lebih berbahaya di kerenakan komposisi tubuh balita yang lebih banyak mengandung air dari pada orang dewasa. Menurut golongan umur yang paling sering menderita akibat diare adalah anak-anak karena daya tahan tubuhnya masih melemah.
Diare adalah pengeluaran feses yang tidak normal dan cair. Bisa juga didefinisikan sebagai buang air besar yang tidak normal dan berbentuk cair dengan frekuensi lebih banyak dari biasanya. Balita dikatakan diare bila sudah lebih dari 3 kali buang air besar, sedangkan neonatus dikatakan diare bila sudah lebih dari 4 kali buang air besar (Dewi, 2011)
Penyakit diare merupakan penyakit endemis di Indonesia  dan juga merupakan penyakit potensial KLB (Kejadian Luar Biasa) yang sering disertai dengan kematian. Pada tahun 2015 terjadi 18 kali KLB diare yang tersebar di 11 provinsi, 18 kabupaten/kota, dengan jumlah penderita 1. 213 orang dan kematian 30 orang (CFR 2,47%) . Angka kematian saat KLB diare diharapkan 1%) kecuali tahun 2011 angka kematian KLB 0,40% sedangkan tahun 2015 angka kematian diare KLB meningkat menjadi 2,47% (Kemenkes,  2015). 
Angka Kematian Balita (AKABA) merupakan jumlah kematian balita 0-5 tahun per 1000 kelahiran hidup dalam kurun waktu satu tahun. AKABA menggambarkan tingkat permasalahan kesehatan balita, tingkat pelayanan  KIA/posyandu, tingkat keberhasilan program KIA/Posyandu  dan kondisi sanitasi lingkungan. AKABA provinsi Jawa Tengah tahun 2015 sebesar 11,64 per 1000 kelahiran hidup. Kabupaten/kota dengan AKABA paling rendah adalah Jepara yaitu sebesar 7,39 per 1000 kelahiran hidup, diikuti Surakarta 8,52 per 1000 kelahiran hidup dan Magelang 8,63 per 1000 kelahiran hidup (Dinkes Jateng, 2015)
Diare di Jawa Tengah tahun 2015 sebesar 67,7 %, menurun bila dibandingkan dengan proporsi pada tahun 2014 yaitu 79,8%. Untuk kasus berdasarkan gender antara laki-laki dan perempuan lebih banyak perempuan, hal ini disebabkan bahwa perempuan lebih banyak berhubungan dengan faktor resiko diare, yang penularannya melalui fekal oral,terutama berhubungan dengan sarana air bersih , cara penyajian makanan dan PHBS (Profil Jawa Tengah, 2015).
Angka kematian Balita Kabupaten Purbalingga tahun 2015 sebesar 11,81 (174) per 1000/kelahiran hidup dan dibanding dengan tahun 2014 Angka Kematian Balita mengalami penurunan dari 13,00 (198 kasus) per 1.000 kelahiran hidup. Jumlah kematian balita tertinggi terdapat di Puskesmas Kalimanah sebanyak 15 kasus, sedangkan terendah adalah puskesmas Kalikajar dengan 1 kasus (Profil Kesehatan Kabupaten Purbalingga Tahun 2015).
Berdasarkan  studi pendahuluan pada tanggal 08 Desember 2016 di RSUD dr.R Goeteng Taroenadibrata Purbalingga, data yang diperoleh dari Medical Record tercatat kasus 3 tahun terakhir yang masih sering terjadi diare Ruang Cempaka pada tahun 2014 sebanyak 1327 kasus, Diare meduduki tingkat pertama sebanyak 35,41% (470 kasus), Febris typoid sebanyak 18,68% (248 kasus), Thalassaemia sebanyak 17,93% (238 kasus). Pada tahun 2015 sebanyak 1295 kasus, diare sebanyak 33,97% (440 kasus), Febris typoid sebanyak 23,70% (307 kasus), Thalassaemia sebanyak 20,07% (260 kasus). Tahun 2016 sebanyak 1128, angka kejadian diare sebanyak 24,11% (272 kasus), Febris typoid sebanyak 34,39% (388 kasus), Thalassaemia sebanyak 15,51% (175 kasus). Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa Diare dari tahun 2014 sampai 2016 merupakan kasus utama pada penyakit balita di RSUD dr. R Goeteng Taroenadibrata Purbalingga.
Peran bidan dalam menangani pada kasus diare adalah mengidentifikasi potensi dan permasalahan klinis, menganalisa masalah, mencari alternative pemecahan masalah dan penyusunan rencana kerja dalam menangani kasus diare. Penanggulangan diare yang dapat dilakukan adalah teruskan pemberian ASI, susu formula, dan makanan padat pada anak, berikan larutan oralit dan larutan garam untuk mengganti cairan yang hilang, berikan makanan seperti biasa dan hindari makanan yang berserat, berikan zinc selama 10 hari berturut-turut, tidak boleh diberikan obat antidiare pada anak karena dapat menghambat kuman yang keluar (Depkes RI, 2008).
Berdasarkan data diatas, sehingga penulis tertarik melakukan studi kasus dengan judul “Asuhan Kebidanan An.A umur 2 tahun 3 Bulan 29 Hari  dengan Diare Dehidrasi Sedang dan Gizi Kurang di Ruang Cempaka RSUD dr. R Goeteng Taroenadibrata Purbalingga tahun 2017”
</note>
<subject authority=""><topic><![CDATA[Asuhan kebidanan]]></topic></subject>
<subject authority=""><topic><![CDATA[Diare Dehidrasi Sedang]]></topic></subject>
<classification><![CDATA[NONE]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Repository UHB Digital collection of academic papers, undergraduate thesis, research]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[SHB-1135]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[Perpustakaan SHB]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="516" url="" path="/1811Umi_awal.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[ASUHAN KEBIDANAN An. A UMUR 2 TAHUN 3 BULAN  29 HARI DENGAN DIARE DEHIDRASI SEDANG DAN  GIZI KURANG DI RUANG CEMPAKA RSUD dr. R GOETENG  TAROENADIBRATA  PURBALINGGA TAHUN 2017]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[1852]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2017-12-21 10:47:06]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2017-12-21 10:47:46]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>