<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="1905">
<titleInfo>
<title><![CDATA[ASUHAN KEBIDANAN PADA NY.R UMUR 36 TAHUN G2P1A1AH1 DENGAN ABORTUS INKOMPLIT                         DI RSUD Hj. ANNAH LASMANAH                                 BANJARNEGARA TAHUN 2017]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Buntar Handayani</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Fakultas Ilmu Kesehatan SHB]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[STIKES Harapan Bangsa]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2017]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Masalah kesehatan merupakan masalah penting yang tengah dihadapi oleh masyarakat saat ini, terutama kaum wanita. Kesehatan reproduksi wanita perlu untuk diperhatikan menimbang bahwa dalam siklus hidupnya, wanita mengalami tahap – tahap kehidupan, diantaranya  hamil dan melahirkan. Untuk itu upaya meningkatkan status kesehatan ibu  di Indonesia merupakan salah satu program prioritas dan merupakan indikator keberhasilan pembangunan kesehatan yaitu pencapaian target pelayanan maternal yang dinilai melalui angka kematian ibu. Angka kematian ibu didefinisikan sebagai banyaknya kematian perempuan saat hamil atau selama 42 hari sejak terminasi kehamilan tanpa memandang lama dan tempat persalinan akibat kehamilan atau pengelolaannya angka ini dihitung per 100 ribu kelahiran hidup (Norlina, 2011).
  Hasil Survey Demografi dan Kesehatan Dasar Indonesia (SDKI) memperlihatkan bahwa Angka Kematian Ibu (AKI) di indonesia tahun 2007 adalah sebesar 228 per 100.000 kelahiran hidup. Hal ini mengalamai kenaikan  bila dibanding dengan tahun 2012 Angka Kematian Ibu (AKI) sebesar 359 per 100.000 kelahiran hidup. Penyebab kematian ibu secara langsung meliputi Perdarahan (42%), Eklampsi/Preeklampsi (13%), Abortus (11%), Infeksi (10%), Partus lama/persalinan macet (9%), Penyebab lain  
(15%). Dari data tersebut menunjukan bahwa Abortus tetap menjadi salah satu penyebab angka kematian ibu walaupun hanya 11%. Kemudian penyebab kematian ibu tidak langsung faktor  pendidikan ibu berpengaruh pada sikap dan perilaku dalam pencapaian akses informasi yang terkait dalam pemeliharaan dan peningkatan kesehatan ibu, masih banyak ibu dengan pendidikan rendah, sosial ekonomi dan social budaya yang masih rendah pengaruh budaya setempat masih sangat berkaitan dengan pengambilan keputusan ibu dalam upaya  pemeliharaan dan peningkatan kesehatan ibu (SDKI, 2012).
Data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah yang terdapat pada profil Kesehatan Dinas Kesehatan Jawa Tengah tahun 2015, menyebutkan kematian ibu biasanya terjadi karena tidak mempunyai akses ke pelayanan kesehatan ibu yang berkualitas, terutama pelayanan kegawatdaruratan tepat waktu yang dilatar belakangi oleh terlambat mengenal tanda bahaya dan mengambil keputusan, terlambat mencapai fasilitas kesehatan, serta terlambat mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan. Angka kematian ibu Provinsi Jawa Tengah tahun 2015 berdasarkan laporan dari kabupaten/kota sebesar 126,55 per 100.000 kelahiran  hidup, mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan AKI pada tahun 2014 sebesar 118,62 per 100.000 kelahiran hidup, hal ini menunjukan peningkatan permasalahan kematian ibu di Provinsi Jawa Tengah. Sebesar 57,95% kematian maternal terjadi pada waktu nifas, pada waktu hamil sebesar 27,00% dan pada waktu persalinan sebesar 15,05%. Sementara berdasarkan kelompok umur, kejadian kematian maternal terbanyak adalah pada usia produktif(20-34 tahun) sebesar 62,02%, kemudian pada kelompok umur >35 tahun sebesar 30,52% dan pada kelompok umur</note>
<subject authority=""><topic><![CDATA[Abortus Inkomplit]]></topic></subject>
<subject authority=""><topic><![CDATA[Asuhan kebidanan]]></topic></subject>
<classification><![CDATA[NONE]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Repository UHB Digital collection of academic papers, undergraduate thesis, research]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[SHB-1177]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[Perpustakaan SHB]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="569" url="" path="/1864Buntar_awal.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[ASUHAN KEBIDANAN PADA NY.R UMUR 36 TAHUN G2P1A1AH1 DENGAN ABORTUS INKOMPLIT                         DI RSUD Hj. ANNAH LASMANAH                                 BANJARNEGARA TAHUN 2017]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[1905]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2018-02-01 09:30:00]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2018-02-01 09:30:41]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>