<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="2152">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Asuhan Kebidanan Pada Ny T Umur 33 Tahun P2 A0 Ah2 4 Jam Post Partum dengan Retensio Sisa Plasenta di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Shintia Imanisa</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Fakultas Ilmu Kesehatan SHB]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[STIKES Harapan Bangsa]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2018]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Perdarahan post partum dapat menyebabkan kematian ibu 45% terjadi pada 24 jam pertama setelah bayi lahir, 68-73% dalam satu minggu setelah bayi lahir dan 82-88% dalam dua minggu setelah bayi lahir (Prawirohardjo, 2016).
Berdasarkan data World Health Organization (WHO), angka kematian tertinggi yaitu Papua Nugini 57,3/1000 KH, angka kematian terendah terdapat di negara Jepang dan Singapore yaitu 2,7/1000 KH (WHO, 2017).
Di Indonesia pada umumnya jumlah presentase kehamilan yang diperiksa oleh tenaga kesehatan berjumlah 93,9%, sedangkan presentase jumlah dari kehamilan pemeriksaan K4 berjumlah 77,4%, presentase anak terakhirnya yang terlindung dari tetanus neonatorum berjumlah sekitar 57,5%. Sedangkan presentase persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan berjumlah 90,9. Untuk jumlah presentase persalinan difasilitasi kesehatan mencapai 79,0. Jumlah kelahiran pada tahun 2015 mencapai 17.018 (SDKI, 2016).
Data Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah tahun 2017 Kabupaten/kota dengan kasus kematian ibu tertinggi adalah Kabupaten Brebes yaitu 31 kasus, diikuti Kendal dan Pemalang 25 kasus, Kabupaten Tegal 12 kasus, dan Kabupaten/kota Purbalingga 11 kasus. Kabupaten/kota dengan kasus kematian ibu terendah adalah Kota Tegal yaitu 2 kasus, diikuti Kota Magelang 3 kasus, dan Kota Sukoharjo 4 kasus. Sebesar 60,90% kematian maternal terjadi pada waktu nifas, pada waktu hamil sebesar 26,33% dan pada waktu persalinan sebesar 12,76% (Dinkes RI, 2017).
Data yang di peroleh dari RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga, jumlah ibu nifas dari pada tahun 2016 berjumlah 277 ibu nifas, dari jumlah tersebut angka kejadian ibu nifas dengan Retensio Sisa Plasenta sebanyak 83 orang (29,96%). Sedangkan jumlah ibu nifas pada 2017 sebanyak 411 ibu nifas, angka kejadian ibu nifas dengan Retensio Sisa Plasenta Sebanyak 64 orang (15,57%).
Peran bidan dalam tindakan penanganan kasus retensio sisa plasenta adalah melakukan tatalaksana asuhan sesegera pada ibu post partum, termasuk melakukan pengkajian, membuat diagnosis, mengidentifikasi masalah dan kebutuhan ibu, mengidentifikasi diagnosis dan masalah potensial, tindakan segera serta merencanakan asuhan. Melakukan tindakan eksplorasi jika serviks masih membuka dan dapat dilalui oleh jari. Namun jika serviks sudah menutup dapat dilakukan tindakan kuretase, yaitu dengan tehnik dan kolaborasi dengan dokter kandungan.
Berdasarkan data diatas, angka kejadian ibu nifas perdarahan post partum masih cukup tinggi dan apabila tidak segera ditangani, dapat membawa pengaruh buruk bagi ibu nifas, sehingga penulis tertarik untuk mengambil kasus dengan berjudul “Asuhan Kebidanan Pada Ny T Umur 33 Tahun P2 A0 Ah2 4 Jam Post Partum dengan Retensio Sisa Plasenta di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga”
</note>
<classification><![CDATA[NONE]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Repository UHB Digital collection of academic papers, undergraduate thesis, research]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[SHB-2625]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[Perpustakaan SHB]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="838" url="" path="/a02c96739acf01674a974ec61e5b7317.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Asuhan Kebidanan Pada Ny T Umur 33 Tahun P2 A0 Ah2 4 Jam Post Partum dengan Retensio Sisa Plasenta di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[2152]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2019-07-01 10:18:03]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2019-07-01 10:18:35]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>