<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="2170">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Asuhan Keperawatan Nyeri Kronis Pada Ny. D Dengan Hipertensi Di Desa Tanjung RT 01 RW 06 Kecamatan Purwokerto Selatan]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Umi Koniah</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Fakultas Ilmu Kesehatan SHB]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[STIKES Harapan Bangsa]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2018]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Nyeri kronis adalah pengalaman sensorik dan emosional tidak menyenangkan dengan kerusakan jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan sebagai suatu kerusakan (International Association for the Study of Pain) yang tiba-tiba atau lambat dengan intensitas dari ringan hingga berat, terjadi konstan atau berulang tanpa akhir yang dapat diantisipasi atau diprediksi dan berlangsung lebih dari tiga bulan (Heather, 2015). Nyeri kronis dapat terjadi pada penyakit hipertensi, rheumatoid arthritis, fibromialgia, osteoarthritis dan sebagainya. nyeri menjadi salah satu gejala hipertensi, banyak kasus pada pasien hipertensi yang mengeluhkan nyeri ketika tekanan darahnya naik. Hipertensi sendiri adalah kondisi tekanan darah seseorang di atas batas 120 mmHg untuk sistolik dan 80 mmHg untuk diastolic (Agrina, 2011). 
Berdasarkan data WHO tahun 2010, persentase penderita hipertensi saat ini paling banyak terdapat di negara berkembang. Data Global Status Report Noncommunicable Disease tahun 2010 menyebutkan, negara ekonomi berkembang memiliki kasus hipertensi sebanyak 40% sedangkan negara maju hanya 35%. Kawasan Afrika memegang posisi puncak kasus hipertensi sebanyak 46% (Candra, 2013). Data WHO tahun 2014 menunjukkan bahwa 
terdapat 24,7% penduduk Asia Tenggara dan 23,3% penduduk Indonesia berusia 18 tahun ke atas mengalami hipertensi (WHO, 2015).
Prevalensi hipertensi nasional berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2013 sebesar 25,8%, tertinggi di Kepulauan Bangka Belitung sebesar 30,9%, sedangkan terendah di Papua sebesar 16,8%. Berdasarkan data tersebut dari 25,8% orang yang mengalami hipertensi hanya 1/3 yang terdiagnosis, sisanya 2/3 tidak terdiagnosis (Riskesdas, 2013). Sedangkan di Jawa Tengah, berdasarkan hasil survey kasus  hipertensi sebanyak 2.807.407 atau 11,0% (Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, 2015).
Persentase hipertensi di Jawa Tengah pada kelompok laki-laki sebesar 20,8%, lebih tinggi dibanding pada kelompok perempuan yaitu 16,28%. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas tahun 2014 menunjukkan yang menderita hipertensi sebesar 6.398 orang.  Sedangkan pada tahun 2015, dari sepuluh besar kasus penyakit, hipertensi menempati urutan pertama dari sepuluh besar penyakit tidak menular yaitu sebanyak 6.748 kasus (Dinas Kesehatan Banyumas, 2015).
Nyeri pada hipertensi yang tidak diobati dan terjadi dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan nyeri kronis yang terjadi pada kepala, tengkuk, sendi dan mata. Kondisi ini pada akhirnya akan menimbulkan ketidaknyamanan dan mempengaruhi kualitas hidup pasien dengan hipertensi. Untuk itu dibutuhkan peran serta keluarga dan perawat dalam merawat anggota keluarga yang sakit dengan hipertensi agar tidak terjadi penurunan kualitas hidup  (Donald, 2010). 
Keluarga memberikan perawatan kesehatan yang bersifat preventif dan secara bersama-sama merawat anggota keluarga yang sakit. Dukungan keluarga berperan penting dalam mengintensifkan perasaan sejahtera, orang yang hidup dalam lingkungan yang supportif kondisinya jauh lebih baik daripada mereka yang tidak memilikinya (Friedman, 2010). Dalam merawat anggota keluarga yang sakit, keluarga dapat dibantu oleh perawat untuk mencapai asuhan keperawatan keluarga yang baik. Dalam hal ini perawat berperan penting sebagai edukator dan pemberi pelayanan kesehatan dalam keluarga dan  masyarakat (Kozier, 2011).
Berdasarkan data diatas maka penulis tertarik melakukan asuhan keperawatan nyeri kronis pada Ny. D dengan hipertensi Di Desa Tanjung RT 01 RW 06 Kecamatan Purwokerto Selatan.
</note>
<classification><![CDATA[NONE]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Repository UHB Digital collection of academic papers, undergraduate thesis, research]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[SHB-2643]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[Perpustakaan SHB]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="856" url="" path="/5fa37ebed77476d7c6d0f95bdb8b97e5.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[asuhan keperawatan nyeri kronis pada Ny. D dengan hipertensi Di Desa Tanjung RT 01 RW 06 Kecamatan Purwokerto Selatan]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[2170]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2019-07-02 08:41:22]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2019-07-02 15:29:09]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>