<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="2173">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Asuhan Keperawatan Hambatan Mobilitas Fisik pada Lansia dengan Stroke di Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia Dewanata Cilacap]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Pambayun Setianingrum</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Fakultas Ilmu Kesehatan SHB]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[STIKES Harapan Bangsa]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2018]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Stroke merupakan penyebab kecacatan utama dikalangan usia dewasa di Amerika Serikat dan Eropa. Berdasarkan American Stroke Association (2017) penyebab kematian akibat stroke di US menempati urutan kelima. Sedangkan di UK, stroke menjadi penyebab kematian keempat (Stroke Statistics, 2017). Begitu juga di dunia, stroke menjadi penyebab kematian kedua setelah serangan jantung yang diikuti kanker diurutan ketiga. Di masa depan, stroke menjadi penyebab kematian utama nomor satu (Genis, 2009).
Menurut data statistik stroke diseluruh dunia tahun 2017, sekitar 17  juta orang di seluruh dunia mengalami stroke setiap tahunnya atau setiap dua detik ada orang yang mengalami stroke. Sekitar 795.000 orang di US menderita stroke tiap tahun atau setiap 40 detik ada yang terkena stroke. Dimana setiap empat menitnya seseorang akan mengalami kematian karena stroke (American Stroke Association, 2017). Ada lebih dari 100.000 orang menderita stroke di UK setiap tahunnya, atau tiap lima menit ada yang mengalami stroke (Stroke Statistics, 2017). Di Indonesia, diperkirakan setiap tahun terjadi 500.000 penduduk terkena serangan stroke, sekitar 2,5% atau 125.000 orang meninggal, dan sisanya cacat ringan  maupun  berat. Secara umum, dapat dikatakan angka kejadian stroke adalah 200 per 100.000 penduduk. Kejadian stroke iskemik sekitar 80% dari seluruh total kasus stroke, sedangkan kejadian stroke hemoragik hanya sekitar 20% dari seluruh total kasus stroke (Yayasan Stroke Indonesia, 2012). Menurut hasil laporan Riset Kesehatan Dasar (RISKESDA) tahun 2013 terjadi peningkatan prevalensi stroke di Indonesia dari tahun 2007 ke 2013, yakni kejadian stroke pada tahun 2007 sebanyak 7,0 per1000  menjadi 12,1 per1000 pada tahun 2013.
Faktor risiko terjadinya stroke menurut Cohan (2000) terdiri atas faktor risiko yang dapat dikendalikan, potensial bisa dikendalikan dan tidak bisa dikendalikan. Untuk faktor risiko yang tidak bisa dikendalikan antara lain umur, jenis kelamin, herediter, geografi, ras dan etnis. Umur merupakan salah satu faktor risiko pencetus stroke yang tidak bisa dikendalikan, karena semakin bertambahnya umur, maka akan semakin tinggi masalah kesehatan yang dialami. Lanjut usia yang mengalami masalah kesehatan berawal dari kemunduran sel-sel tubuh, sehingga fungsi dan daya tahan tubuh menurun serta faktor  risiko terhadap penyakit pun meningkat. Masalah kesehatan yang sering dialami lanjut usia adalah malnutrisi, gangguan keseimbangan, kebingungan mendadak, dan lain-lain. Selain itu, beberapa penyakit yang sering terjadi  pada lanjut usia antara lain hipertensi, gangguan pendengaran dan penglihatan, demensia, osteoporosis, stroke, dsb (Siti, 2016).
Stroke merupakan penyakit pada otak berupa gangguan fungsi saraf yang akan mengakibatkan kelemahan otot dan mengganggu aktivitas atau mobilisasi (Irfan, 2012). Salah satu cara yang digunakan untuk mencegah terjadinya imobilisasi adalah dengan latihan pergerakan otot (Sujono dan Hesti, 2015). Masalah yang mungkin akan muncul pada penderita stroke adalah hambatan mobilitas fisik, yaitu  keadaan dimana seseorang kesulitan dalam pergerakan secara mandiri (Herdman, 2015). Oleh karena itu, intervensi yang bisa dilakukan adalah latihan pergerakan atau range of motion (ROM), baik aktif maupun pasif. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan aktivitas bagi penderita stroke agar tidak terjadi hambatan dalam mobilisasi, mencegah kekakuan otot dan kecacatan, sehingga lansia dapat meningkatkan kualitas hidupnya menjadi lebih  baik.
Di Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia Dewanata Cilacap total lansia sebanyak 100 jiwa, dimana empat diantaranya menderita stroke. Data ini diperoleh penulis melalui pengumpulan data pada Rabu, 13 Desember 2017. Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis tertarik mengambil studi kasus tentang “Asuhan Keperawatan Hambatan Mobilitas Fisik pada Lansia dengan Stroke di Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia Dewanata Cilacap”.
</note>
<classification><![CDATA[NONE]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Repository UHB Digital collection of academic papers, undergraduate thesis, research]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[SHB-2646]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[Perpustakaan SHB]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="859" url="" path="/87c38b9e3bef0ca320d6b37bb6a15ee6.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Asuhan Keperawatan Hambatan Mobilitas Fisik pada Lansia dengan Stroke di Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia Dewanata Cilacap]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[2173]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2019-07-02 08:58:37]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2019-07-02 08:59:15]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>