<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="2177">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Asuhan Keperawatan Kerusakan Integritas Jaringan Pada Ny. R Dengan Ulkus Diabetes Melitus (DM) Di Ruang Dahlia RSUD Dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Alpianto</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Fakultas Ilmu Kesehatan SHB]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[STIKES Harapan Bangsa]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2018]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Diabetes mellitus (DM) merupakan suatu keadaan hiperglikemia yang bersifat kronik yang dapat mempengaruhi metabolisme karbohidrat, protein dan lemak. Diabetes mellitus (DM) ditandai oleh adanya hiperglikemia kronik (kadar gula darah tinggi yang berkepanjangan) akibat defek kerja maupun sekresi insulin. Penyakit ini merupakan suatu penyakit menahun yang menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia bahkan di dunia. Prevalensi penyakit ini meningkat seiring dengan terjadinya perubahan pola hidup masyarakat (Hasdianah, 2012).
Menurut World Health Organization (WHO), (2016) pada tahun 2015, 415 juta orang dewasa terkena diabetes, angka ini naik sebesar 4 kali lipat dari 108 juta orang di tahun 1980. Pada tahun 2040 diperkirakan jumlahnya akan menjadi 642 juta orang. Data International Diabetes Federation tahun 2015 menyatakan jumlah estimasi penyandang diabetes di Indonesia diperkirakan sebesar 10 juta. Seperti kondisi di dunia, diabetes kini menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di Indonesia. Data Sample Registration Survey tahun 2014 menunjukkan bahwa diabetes merupakan penyebab kematian terbesar nomor 3 di Indonesia dengan persentase sebesar 6,7%, setelah stroke (21,1%) dan penyakit jantung koroner (12,9%). Bila tidak ditanggulangi,  
kondisi ini dapat menyebabkan penurunan produktivitas, disabilitias, dan kematian dini (Kemenkes RI, 2016).
Distribusi penyakit ini juga menyebar pada semua tingkatan masyarakat dari tingkat sosial ekonomi rendah sampai tinggi, pada setiap ras, golongan etnis dan daerah geografis. Gejala DM yang bervariasi dapat timbul secara perlahan-lahan sehingga penderita tidak menyadari akan adanya perubahan seperti minum yang lebih banyak, buang air kecil lebih sering, mudah lapar, serta berat badan menurun. Gejala tersebut berlangsung lama tanpa memperhatikan diet, olah raga, dan pengobatan sampai orang tersebut memeriksakan kadar gula darahnya (Murwani, 2009). 
Jika diabetes mellitus (DM) tidak segera ditangani akan menimbulkan berbagai komplikasi organ tubuh seperti pada mata, ginjal, jantung, pembuluh darah, syaraf dan lain lain. Penderita diabetes mellitus dibandingkan dengan penderita non diabetes millitus mempunyai kecenderungan 25 kali terjadi buta, 2 kali terjadi penyakit jantung koroner, 7 kali terjadi gagal ginjal kronik, dan 5 kali menderita ulkus diabetikum (Kozier, 2010).
Ulkus kaki diabetes mellitus (DM) adalah kerusakan sebagian atau keseluruhan pada kulit yang dapat meluas ke jaringan di bawah kulit, tendon, otot, tulang atau persendian yang terjadi pada seorang menderita penyakit diabetes mellitus, kondisi ini timbul sebagai akibat terjadinya peningkatan kadar gula darah yang tinggi (Tarwoto, 2012). 
Berdasarkan hasil dari pengamatan penulis selama praktek PKK 3 selama 3 minggu pada bulan Desember 2017 di Ruang Dahlia RSUD Dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga ditemukan beberapa kasus. Kasus yang terbanyak diantaranya adalah kasus fraktur sebanyak 143 kasus, BPH sebanyak 123 kasus, ulkus DM sebanyak 96 kasus, batu ureter sebanyak 87 kasus, dan appendiksitis sebanyak 46 kasus.
Berdasarkan uraian data di atas penulis tertarik untuk mendiskripsikan masalah tersebut dalam suatu karya tulis ilmiah dengan judul “Asuhan Keperawatan Kerusakan Integritas Jaringan Pada Ny. R Dengan Ulkus Diabetes Melitus (DM) Di Ruang Dahlia RSUD Dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga”.
</note>
<classification><![CDATA[NONE]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Repository UHB Digital collection of academic papers, undergraduate thesis, research]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[SHB-2650]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[Perpustakaan SHB]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="863" url="" path="/5535ba49611bdb5f3316caa427bb765a.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Asuhan Keperawatan Kerusakan Integritas Jaringan Pada Ny. R Dengan Ulkus Diabetes Melitus (DM) Di Ruang Dahlia RSUD Dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[2177]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2019-07-02 10:40:55]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2019-07-02 10:41:36]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>