<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="2182">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Asuhan Keperawatan Keluarga Secara Komperhensif Pada Pasien Dengan Asam Urat Pada  Anggota Keluarga Tn.T Khususnya Pada Ny.K Yang Menderita Asam Urat]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Hafshah Alviani</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Fakultas Ilmu Kesehatan SHB]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[STIKES Harapan Bangsa]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2018]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Penelitian terdahulu memprediksi 20% dari populasi orang dewasa menderita  nyeri dan 10% terdiagnosis sebagai nyeri kronik. Nyeri adalah pengalaman  sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat dari kerusakan jaringan  yang aktual atau potensial. Nyeri timbul sebagai bentuk respon sensori setelah  menerima rangsangan nyeri. Nyeri dapat disebabkan karena adanya kerusakan  jaringan dalam tubuh seperti terbentuknya topus pada orang yeng terkena asam  urat (Ratnasari, 2013) sedangkan pengertian nyeri kronis menurut Goldbreg  (2011) nyeri kronis merupakan pengalaman sensori dan emosi tidak  menyenangkan yang berhubungan dengan kerusakan jaringan aktual atau  potensial, atau digambarkan dengan terminologi dari kerusakan tersebut dan  bertahan lebih dari enam bulan bahkan selama bertahun-tahun. Nyeri kronis sering terjadi pada penyakit sendi salah satunya adalah Asam Urat. Banyak kasus  pada pasien asam urat yang tidak mengetahui tentang mengatasi nyeri kronis saat timbul.    
            Asam urat merupakan hasil metebolisme akhir dari purin yaitu salah satu  komponen asam nukleat yang terdapat dalam inti sel tubuh. Peningkatan kadar  asam urat dapat mengakibatkan gangguan pada tubuh manusia seperti linu-linu  didaerah persendian dan sering disertai timbulnya rasa nyeri. Penyakit ini sering  disebut dengan asam urat (Andry, 2009).
      Penyakit asam urat adalah penyakit akibat gangguan metabolisme purin yang  ditandai dengan hiperurisemia dan serangan sinovitis akut berulang-ulang.  Kelainan ini berkaitan dengan penimbunan kristal urat monohidrat monosodium  dan pada tahap yang lebih lanjut terjadi degenerasi tulang rawan sendi, insiden  penyakit asam urat sebesar 1-2%, terutama terjadi pada usia 30-40 tahun dan 20  kali lebih sering pada pria dari pada wanita (Muttaqin, 2008).
      Prevalensi penyakit asam urat pada populasi di USA diperkirakan 13,6/100.000 penduduk. Sedangkan, di Indonesia sendiri diperkirakan 1,6-13,6/100.000 penduduk, prevalensi ini meningkat seiring dengan meningkatnya  usia. Di Indonesia asam urat sebanyak 32% diderita pada usia dibawah 34 tahun.  Sementara diluar negeri rata-rata diderita oleh kaum pria diatas usia tersebut. Di  Indonesia, asam urat menduduki urutan kedua setelah osteoartritis. Penelitian di  Bandungan, Jawa tengah, terhadap 4.683 orang berusia 15-45 tahun, sebanyak  0,8% menderita asam urat (1,7% pria dan 0,05% wanita ) (Aries, 2016).
      Setelah dilakukan studi pendahuluan di Puskesmas yaitu Puskesmas Purwokwerto Selatan didapatkan jumlah pasien asam urat dari tahun 2016 hingga 2017. Data pasien asam urat di Puskesmas Purwokwerto Selatan pada tahun 2016  yaitu berjumlah 85 orang, pada tahun 2017 berjumlah 156 orang. Dari data  tersebut dapat disimpulkan bahwa angka kejadian asam urat masih menunjukan  angka yang cukup tinggi.
      Nilai normal kadar asam urat serum</note>
<classification><![CDATA[NONE]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Repository UHB Digital collection of academic papers, undergraduate thesis, research]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[SHB-2655]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[Perpustakaan SHB]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="868" url="" path="/68b6d3577123f745f189bdced580ab24.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[asuhan keperawatan keluarga secara komperhensif pada pasien dengan asam urat pada  anggota keluarga Tn.T khususnya pada Ny.K yang menderita asam urat]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[2182]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2019-07-02 11:06:42]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2019-07-02 15:27:20]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>