<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="2190">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Asuhan  Keperawatan  Nyeri  Akut  pada  Tn.S  dengan  Hernia  Inguinalis  di  ruang  kenanga  RSUD  Hj.  Anna  Lasmanah  Banjarnegara]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Wahyu Sigit Prakarsa</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Fakultas Ilmu Kesehatan SHB]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[STIKES Harapan Bangsa]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2018]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Hernia  inguinalis  merupakan  permasalahan  yang  biasa  ditemukan  dalam  kasus  bedah.  Di  Indonesia  hernia  menempati  urutan  ke  8  dengan  jumlah  291.145  kasus.  Peningkatan  angka  kejadian  penyakit  hernia  inguinalis  di  Indonesia  bisa  disebabkan  karena  ilmu  pengetahuan  dan  teknologi  yang  semakin  berkembang  dengan  pesat,  sejalan  dengan  hal  tersebut,  maka  permasalahan  manusiapun  semakin  kompleks,  salah  satunya  yaitu  kebutuhan  ekonomi  yang  semakin  mendesak.  Hal  tersebut  menuntut  manusia  untuk  berusaha  memenuhi  kebutuhannya  dengan  usaha  yang  ekstra,  tentunya  itu  mempengaruhi  pola  hidup  dan  kesehatannya  yang  dapat  menyebabkan  kerja  tubuh  yang  berat  yang  dapat  menimbulkan  kelelahan  dan  kelemahan  dari  berbagai  organ  tubuh  (Sugeng  &  Weni,  2010).
       Hernia  terdapat  6  kali  lebih  banyak  pada  pria  dibanding  wanita.  Pada  pria,  97%  dari  hernia  terjadi  di  daerah  inguinalis,  2%  sebagai  hernia  femoralis  dan  1%  sebagai  hernia  umbilicalis.  Pada  wanita  variasinya  berbeda,  yaitu  50%  terjadi  pada  daerah  inguinalis,  34%  pada  canalis  femoralis  dan  16%  pada  umbilicus  (Harjadi,  2008).
Tindakan  yang  paling  memungkinkan  untuk  terapi  hernia  inguinalis  adalah  tindakan  pembedahan.  Setiap  tahun  diperkirakan  terdapat  20  juta  kasus  prosedur  bedah  mengenai  hernia  inguinalis.  Insiden  dan  prevalensi  di  seluruh  dunia  tidak  diketahui  pasti.  Tingkat  prosedur  operasi  dalam  berbagai  negara  memiliki  tingkat  yang  bervariasi,  berkisar  antara  100  hingga  300  prosedur  per  100.000  orang  dalam  satu  tahun  (Burney,  2012).  Berdasarkan  data  yang  diperoleh  dari  ruang  rekam  medik  RSUD  Hj.  Anna  Lasmanah  sealama  tahun  2016  tercatat  490  pasien  yang  datang  dengan  hernia  dan  178  diantaranya  melakukan  operasi  herniography.  Sedangkan  pada  tahun  2017  tercatat  467  pasien  yang  datang  dan  melakukan  operasi  herniography.
       Hernia  inguinalis  merupakan  hernia  yang  paling  umum  terjadi  dan  muncul  sebagai  tonjolan  di  selangkangan  atau  skrotum.  Hernia  inguinalis  terjadi  ketika  dinding  abdomen  berkembang  sehingga  usus  menerobos  kebawah  melalui  celah  (Huda  dan  Kusuma,  2015).  Hernia  inguinalis  terjadi  akibat  kelemahan  otot-otot  dinding  abdomen  atau  tidak  sempurnanya  penutupan  processus  vaginalis.  Hernia  dapat  terjadi  setelah  terjadi  peningkatan  tekanan  intra-abdominal  yang  tiba-tiba  dan  kuat  seperti  waktu  mengangkat  barang  yang  sangat  berat,  mendorong,  batuk  atau  mengejan  dengan  kuat  pada  waktu  miksi  atau  defekasi  (Harjadi,  2008).
      Tanda  gejala  yang  sering  mucul  pada  penderita  hernia  inguinalis  ialah  tanpa  keluhan  (asimtomatis),  daerah  hernia  agak  menonjol,  bertambah  besar  terutama  saat  berdiri,  nyeri  mendadak  pada  tempat  hernia.  Tindakan  yang  paling  memungkinkan  untuk  mengatasi  penyakit  hernia  biasanya  dilakukan  pembedahan  yaitu  dapat  dilakukan  herniotomi  dan  herniografi  (menjahit  kantong  hernia),  biasanya  setelah  dilakukan  tindakan  pembedahan  pasien  akan  mengalami  rasa  sakit  dan  ketidaknyamanan  setelah  operasi,  dan  mungkin  akan  membutuhkan  obat  penghilang  rasa  sakit  dalam  beberapa  hari  paska  operasi,  karena  setelah  pembedahan  dilakukan,  umumnya  terjadi  pembengkakan  di  atas  sayatan  operasi,  sayatan  terasa  hangat  dan  berwarna  merah.  (Dermawan  dan  Rahayuningsih,  2010).
       Berdasarkan  data  diatas  maka  penulis  tertarik  untuk  melakukan  asuhan  keperawatan  secara  komprehensif  pada  salah  satu  pasien  yang  menderita  penyakit  tersebut,  dalam  karya  tulis  ilmiah  dengan  judul  “Asuhan  Keperawatan  Nyeri  Akut  pada  Tn.S  dengan  Hernia  Inguinalis  di  ruang  kenanga  RSUD  Hj.  Anna  Lasmanah  Banjarnegara.
</note>
<classification><![CDATA[NONE]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Repository UHB Digital collection of academic papers, undergraduate thesis, research]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[SHB-2662]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[Perpustakaan SHB]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="875" url="" path="/556876276affdb13672a8ed0e9a11fa7.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Asuhan  Keperawatan  Nyeri  Akut  pada  Tn.S  dengan  Hernia  Inguinalis  di  ruang  kenanga  RSUD  Hj.  Anna  Lasmanah  Banjarnegara]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[2190]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2019-07-02 13:29:44]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2019-07-02 13:30:17]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>