<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="2201">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Asuhan Keperawatan Resiko Ketidakefektifan Perfusi Jaringan Otak Pada Ibu Hamil Dengan Pre Eklampsia]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Zulaikha</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Fakultas Ilmu Kesehatan SHB]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[STIKES Harapan Bangsa]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2018]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Pre eklampsia adalah sekumpulan gejala yang timbul pada wanita hamil dan masa nifas yang terdiri atas hipertensi, edema dan proteinuria, tetapi ibu hamil tidak menunjukkan adanya kelainan vaskuler atau hipertensi sebelum hamil (Indriyani, 2013). Pre eklampsia adalah hipertensi yang timbul setelah 20 minggu kehamilan disertai dengan proteinuria (Prawirohardjo, 2016)
Gambaran klinik pre eklampsia mulai dengan kenaikan berat badan diikuti edema kaki atau tangan, kenaikan tekanan darah, dan terakhir terjadi proteinuria.  Pre eklampsia merupakan komplikasi kehamilan yang berkelanjutan dengan penyebab yang sama.  Oleh karena itu pencegahan atau diagnosis dini dapat mengurangi kejadian dan menurunkan angka kesakitan dan kematian.  Untuk dapat menegakkan diagnosis dini diperlukan pengawasan hamil yang teratur dengan memperhatikan kenaikan berat badan, dan pemeriksaan urin untuk menentukan proteinuria.  Kejadian pre eklampsia dapat dicegah dengan memberikan nasehat tentang diet makanan, cukup istirahat dan pengawasan antenatal (Manuaba, 2010).
 
Berdasarkan National Institute for Health and Clinical Excellence (2010) gangguan hipertensi pada kehamilan membawa dampak bagi bayi.  Di Inggris dilaporkan kematian perinatal yaitu 1 dari 20 kelahiran bayi mengalami kongenital yang terjadi pada wanita dengan pre eklampsia.  Kelahiran prematur juga terjadi pada ibu hamil dengan pre eklampsia yaitu 1 dari 250 wanita pada kehamilan pertama mereka akan melahirkan sebelum 34 minggu, dan 14-19% pada wanita dengan pre eklampsia mengalami bayi berat lahir rendah (BBLR).
Insiden atau kejadian pre eklampsia berkisar antara 2% dan 10% dari kehamilan,  insiden dari pre eklampsia awal bervariasi di seluruh dunia.  WHO (World Health Organization) mengestimasi insiden pre eklampsia hingga tujuh kali lebih tinggi di Negara-negara berkembang (2,8% dari kelahiran hidup) dibandingkan dengan Negara maju (0,4%) (Osungbade dan Ige, 2011).  Di Amerika Serikat dilaporkan bahwa kejadian pre eklampsia merupakan penyebab kematian ibu yang tinggi disamping pendarahan dan infeksi, yaitu perdarahan mencapai 28%, pre eklampsia sebesar 24%, infeksi sebesar 11% , komplikasi peuperium sebesar 8%, partus lama sebesar 5%, dan abortus sebanyak 5%, sedangkan di Indonesia frekuensi kejadian pre eklampsia sekitar 3-10% (Depkes RI, 2012). 
Prevalensi kasus pre eklampsia di Jawa Tengah mengalami peningkatan setiap tahunnya, dari tahun 2008 sebesar 1,87%, tahun 2009 sebesar 2,02%, tahun 2010 sebesar 3,30%, dan pada tahun 2011 sebesar 3,41% (Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Tengah 2012).  Di Jawa Tengah pre eklampsia merupakan penyebab utama kematian ibu dengan presentase sebesar 23,9% kemudian diikuti dengan pendarahan sebesar 17,22% dan infeksi sebesar 4,04% (Depkes RI, 2013)
Berdasarkan pra survey di Puskesmas Purwokerto Selatan didapatkan hasil data pre eklampsia pada ibu hamil pada tahun 2016 dari bulan Juni sampai bulan Desember berjumlah 31 orang dan pada tahun 2017 dari bulan Januari sampai bulan Oktober berjumlah 50 orang.  Peran tim kesehatan pada ibu hamil dengan pre eklampsia di Puskesmas Purwokerto Selatan dengan menggunakan komunikasi terapeutik untuk mengurangi kecemasan karena pasien merasa bahwa interaksinya dengan tim kesehatan merupakan kesempatan untuk berbagi pengetahuan, perasaan, dan informasi tentang pre eklampsia. Sedangkan upaya yang telah dilakukan Puskesmas Purwokerto Selatan untuk mengurangi jumlah kasus pre eklampsia yaitu dengan pemeriksaan antenatal sehingga dapat mengurangi angka kejadian pre eklampsia yang dilayani oleh tim kesehatan,  serta pelaksanaan puskesmas keliling yang dilakukan pada ibu hamil yang tidak datang kontrol sesuai dengan anjuran terutama pada kehamilan resiko tinggi.
Beberapa masalah keperawatan yang mungkin muncul pada pasien dengan pre eklampsia yaitu: gangguan pertukaran gas, kelebihan volume cairan, ketidakseimbangan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh, ketidakefektifan perfusi jaringan perifer, resiko ketidakefektifan perfusi jaringan otak.  Masalah keperawatan utama yang harus ditangani pada pasien tersebut yaitu resiko ketidakefektifan perfusi jaringan otak dengan tanda gejalanya yaitu pusing, tekanan darah 150/mmHg, protein urin positif 1, dan edema ekstremitas. Jika tidak segera ditangani maka akan menyebabkan komplikasi berupa eklampsia dan beberapa komplikasi lainnya.  Untuk itu, perlu suatu tindakan berupa penyuluhan untuk menambah wawasan masyarakat dan juga tindakan pencegahan dari masyarakat agar keadaan tidak memburuk.  Berdasarkan uraian diatas, maka penulis ingin menggambarkan asuhan keperawatan resiko ketidakefektifan perfusi jaringan otak pada ibu hamil dengan pre eklampsia.
</note>
<classification><![CDATA[NONE]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Repository UHB Digital collection of academic papers, undergraduate thesis, research]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[SHB-2672]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[Perpustakaan SHB]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="886" url="" path="/c1563967d8d488295d985ab2b47fc6c6.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[asuhan keperawatan resiko ketidakefektifan perfusi jaringan otak pada ibu hamil dengan pre eklampsia]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[2201]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2019-07-02 14:27:57]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2019-07-02 15:21:24]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>