<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="2202">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Asuhan  Keperawatan  Penurunan  Curah  Jantung  pada  Tn.  A  dengan  Congestive  Heart  Failure  (CHF)  di  Ruang  Mawar  RSUD  Prof.  Dr.  Margono  Soekarjo  Purwokerto]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Ari Purwaningsih</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Fakultas Ilmu Kesehatan SHB]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[STIKES Harapan Bangsa]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2018]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Congestive  Heart  Failure  (CHF)  merupakan  salah  satu  masalah  kesehatan  dalam  sistem  kardiovaskuler,  yang  angka  kejadiannya  terus  meningkat.  Menurut  data  dari  WHO  dilaporkan  bahwa  ada  sekitar  3000  warga  Amerika  menderita  CHF.  Menurut  American  Heart  Association  (AHA)  tahun  2012  dilaporkan  bahwa  ada  5,7  juta  penduduk  Amerika  Serikat  yang  menderita  gagal  jantung  (Padila,  2012).
Penyakit  kardiovaskuler  adalah  penyebab  utama  kematian  secara  global.  Di  dunia  17,5  juta  orang  meninggal  akibat  gangguan  kardiovaskuler  atau  31%  mewakili  dari  seluruh  kematian  secara  global  (WHO,  2016).  Benua  Asia  menduduki  tempat  tertinggi  kematian  akibat  penyakit  kardiovaskuler  dengan  jumlah  712,1  ribu  jiwa,  Indonesia  menduduki  peringkat  kedua  setelah  Filipina  dengan  jumlah  kematian  371,0  ribu  jiwa  (WHO,  2014).  Dilaporkan  80%  atau  lebih  penyebab  kematian  adalah  gangguan  kardiovaskuler  terjadi  di  negara-negara  dengan  penghasilan  rendah  dan  menengah.  Berdasarkan  seluruh  data  yang  dikumpulkan  oleh  WHO,  pada  tahun  2015  diperkirakan  kematian  akibat  penyakit  jantung  meningkat  menjadi  20  juta  jiwa.  Kemudian  akan  tetap  meningkat  sampai  tahun  2030,  diperkirakan  23,6  juta  jiwa  penduduk  akan  meninggal  akibat  penyakit  jantung  (WHO,  2015).
Penderita  gagal  jantung  atau  CHF  di  Indonesia  pada  tahun  2012  menurut  data  dari  Departemen  Kesehatan  mencapi  14.449  jiwa  penderita  yang  menjalani  rawat  inap  di  rumah  sakit.  Pada  tahun  2012  di  Jawa  Tengah  terdapat  520  penderita  CHF  dan  menjalani  rawat  inap.  Selain  itu,  penyakit  yang  paling  sering  memerlukan  perawatan  ulang  di  rumah  sakit  adalah  gagal  jantung  (readmisson),  walaupun  pengobatan  dengan  rawat  jalan  telah  diberikan  secara  optimal.  Hal  serupa  juga  dibenarkan  oleh  Rubeinstein  (2007)  bahwa  sekitar  44%  pasien  Medicare  yang  dirawat  dengan  diagnosis  CHF  akan  kembali  pada  6  bulan  kemudian  (Depkes,  2012).
Berdasarkan  diagnosis  dokter  prevalensi  penyakit  gagal  jantung  kongestif  di  Indonesia  yaitu  0,13%  atau  sekitar  229,696  orang.  Jumlah  penderita  penyakit  gagal  jantung  kongestif  terbanyak  terdapat  di  provinsi  Jawa  Timur  sebanyak  54,826  orang  (0,19%)  sedangkan  provinsi  Jawa  Tengah  berada  di  urutan  ketiga  untuk  penderita  gagal  jantung  kongestif  dengan  jumlah  sebanyak  43,361  orang  (0,18%)  (Riskesdes,  2013).
Pada  umumnya  CHF  diderita  lansia  yang  berusia  lebih  dari  50  tahun,  CHF  merupakan  alasan  yang  paling  umum  bagi  lansia  untuk  dirawat  di  rumah  sakit  (usia  65-75  tahun  mencapai  presentase  sekitar  75%  pasien  yang  dirawat  dengan  CHF).  Resiko  kematian  yang  diakibatkan  oleh  CHF  adalah  sekitar  5-10%  per  bulan  pada  kasus  gagal  jantung  ringan,  dan  meningkat  menjadi  30-40%  pada  gagal  jantung  berat.  Menurut  penelitian,  sebagian  besar  lansia  yang  didiagnosis  menderita  CHF  tidak  dapat  hidup  lebih  dari  5  tahun  (Kowalak,  2011).
Penyebab  umum  gagal  jantung  kongestif  adalah  rusaknya  atau  masa  otot  jantung  yang  berkurang  karena  iskemi  akut  atau  kronik,  peningkatan  resistensi  vaskuler  karena  hipertensi,  atau  karena  takiaritmia  (misalnya  fibrilasi  atrial).  Pada  dasarnya  semua  kondisi  yang  menyebabkan  perubahan  struktur  atau  fungsi  ventrikel  kiri  merupakan  predisposisi  untuk  gagal  jantung  kongestif.  Penyakit  jantung  koroner  merupakan  penyebab  terbanyak  (60-75%)  diikuti  penyakit  katup  (10%)  dan  kardiomiopati  (10%).  Dewasa  ini  studi  epidemiologi  menunjukkan bahwa  sekitar  setengah  pasien  gagal  jantung  kongestif  memiliki  fraksi  ejeksi  (ejectin  fraction, EF)  ventrikel  kiri  yang  baik  (EF  40-50%),  sehingga  tidak  lagi  dipikirkan  bahwa  gagal  jantung  kongestif  secara  primer  terjadi  akibat  penurunan  fraksi  ejeksi  ventrikel  kiri  (Ervinaria,  2014).
Faktor  resiko  yang  menjadi  pemicu  tingginya  angka  penderita  kardiovaskuler  adalah  diet  yang  tidak  sehat,  kurangnya  aktivitas,  merokok,  dan  minum-minuman  yang  beralkohol  untuk  jangka  waktu  yang  lama.  Dari  semua  faktor  resiko  tersebut  dapat  menyebabkan  tekanan  darah  yang  tinggi,  gula  darah  yang  meningkat,  kadar  lemak  pada  darah  tinggi  dan  obesitas.  Jika  semua  faktor  resiko  tersebut  tidak  dicegah  sedini  mungkin  akan  menyebabkan  berbagai  penyakit  kardiovaskuler  seperti  serangan  jantung,  gagal  jantung  kongestif  dan  penyakit  komplikasi  lainnya  (WHO,  2016).
Manifestasi  klinis  dari  gagal  jantung  dikelompokkan  menjadi  gagal  jantung  akut  dan  kronik  yang  meliputi,  anoreksia,  asites,  nokturia,  intoleransi  aktivitas,  peningkatan  berat  badan,  fatigue,  takikardi,  dan  penurunan  urine  output.  Congestive  Heart  Failure  ini  dapat  menjadi  kronik  apabila  disertai  penyakit-penyakit  lain  seperti,  hipertensi,  penyakit  katup  jantung,  dan  kardiomiopati  (Ardiansyah,  2012).  Sedangkan  komplikasi  yang  mungkin  muncul  pada  penyakit  ini  adalah  edema  paru  dan  syok  kardiogenik  (Wijaya  dan  Putri,  2013).  Penanganan  yang  dapat  diberikan  pada  pasien  gagal  jantung  meliputi,  pemberian  oksigen,  terapi  nitrat  dan  vasodilator,  pemberian  diuretik  dan  diet  berupa  pembatasan  natrium  yang  ditujukan  untuk  mencegah,  mengatur,  atau  mengurangi  edema (Ardiansyah,  2012).
Berdasarkan  data  yang  diperoleh  selama  kurun  waktu  1  minggu  (13  November-19  November  2017)  di  Ruang  Mawar  RSUD  Prof.  Dr.  Margono  Soekarjo  Purwokerto  dengan  melihat  Rekam  Medik  dan  pasien  yang  terdiagnosis  medis  Congestive  Heart  Failure  (CHF)  terdapat  3  pasien  dengan  Congestive  Heart  Failure  dari  jumlah  keseluruhan  pasien   sebanyak  53  pasien.
Berdasarkan  fenomena  tersebut  penulis  tertarik  untuk  menggambarkan  dan  mendokumentasikan  asuhan  keperawatan  dalam  sebuah  karya  ilmiah  dengan  judul  “Asuhan  Keperawatan  Penurunan  Curah  Jantung  pada  Tn.  A  dengan  Congestive  Heart  Failure  (CHF)  di  Ruang  Mawar  RSUD  Prof.  Dr.  Margono  Soekarjo  Purwokerto”.
</note>
<classification><![CDATA[NONE]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Repository UHB Digital collection of academic papers, undergraduate thesis, research]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[SHB-2673]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[Perpustakaan SHB]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="887" url="" path="/0a74cf47bea5f1a917755968967dede7.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Asuhan  Keperawatan  Penurunan  Curah  Jantung  pada  Tn.  A  dengan  Congestive  Heart  Failure  (CHF)  di  Ruang  Mawar  RSUD  Prof.  Dr.  Margono  Soekarjo  Purwokerto]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[2202]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2019-07-02 14:32:30]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2019-07-02 14:32:56]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>