<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="2203">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Asuhan Keperawatan Kerusakan Integritas Jaringan Pada Ny.N Dengan  Diabetes  Mellitus  (Ulkus Pedis Sinistra)  di  Ruang Kenanga RSUD Hj  Anna  Lasmanah Banjarnegara]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Melinda Utama</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Fakultas Ilmu Kesehatan SHB]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[STIKES Harapan Bangsa]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2018]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Diabetes  mellitus  merupakan sekumpulan gejala metabolik yang  ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah  (hiperglikemi)  akibat kerusakan pada sekresi  insulin,  kerja  insulin,  atau keduanya.  Tiga komplikasi akut utama  diabetes terkait ketidakseimbangan kadar glukosa  yang berlangsung dalam jangka waktu pendek ialah hipoglikemia,  Ketoasidosis Diabetis  (DKA), sindrom nonketotik hiperosmolar, dan hiperglikemik. Diabetes  mellitus juga dikaitkan dengan peningkatan insidensi penyakit makrovaskular, seperti penyakit arteri koroner  (infark miokard),  penyakit serebrovaskular  (stroke),  dan penyakit vascular perifer  (Brunner & Suddarth, 2013).
Terdapat dua jenis penyakit  diabetes  mellitus yaitu diabetes mellitus tipe  1  IDDM  (Insulin Dependen  Diabetes  Mellitus) dan  diabetes  mellitus  tipe  II NIDDM   (Non  Insulin Dependen  Diabetes  Mellitus),  diabetes  mellitus  tipe  I  yaitu hilangnya sel penghasil  insulin  pada pulau-pulau langerhans pankreas sehingga terjadi kekurangan  insulin  pada tubuh.  Diabetes  mellitus  tipe II,  terjadi ketidakmampuan tubuh merespon dengan wajar terdapat aktivitas insulin  yang  dihasilkan pankreas  (resistensi  insulin),  sehingga tidak tercapainya kadar glukosa  yang   normal  dalam darah. Tipe  diabetes mellitus yang  ketiga adalah  gestational  diabetes  melitus (DM yang terjadi selama kehamilan) yaitu dimana sel  beta  memproduksi  insulin  dalam jumlah kurang. Diabetes  mellitus  tipe  II  lebih banyak ditemukan dan meliputi  90%  dari semua kasus  diabetes  di  seluruh dunia (Digiulio et al, 2014).
Prevalensi penderita ulkus diabetik sekitar 15% dengan resiko amputasi 30% serta 80% di Indonesia, ulkus diabetik merupakan penyebab paling besar perawatan di rumah sakit (Sulistyowati, 2015 dalam Kustianingsih, 2016).
Diabetes  mellitus berada diurutan  4  penyakit kronis berdasarkan prevalensinya.  Data Riskesdas tahun  2013,  menyatakan penyakit diabetes  mellitus di Indonesia adalah 6,9%. Merujuk kepada prevalensi nasional,  Sumatera  Barat  memiliki prevalensi  total  DM  sebanyak  1,8%.  Sumatera  Barat  berada diurutan  14 dari  33  propinsi  yang  ada  di  Indonesia.  Berdasarkan umur, penderita banyak dalam rentang usia  56-64  tahun dengan prevalensi sebesar  4,8%  (Kementrian kesehatan Republik Indonesia, 2013).
Prevalensi  diabetes  mellitus  tergantung  insulin  di  propinsi Jawa  Tengah  pada tahun  2012  sebesar  0,6%  lebih rendah dibanding tahun  2011  (0,09%). Prevalensi tertinggi adalah kabupaten Semarang  sebesar  0,06%. Prevalensi kasus  diabetes  mellitus  tidak tergantung  insulin  lebih dikenal dengan  DM  tipe  II,  mengalami penurunan dari  0,63%  menjadi 0,55%  pada tahun  2012.  Prevalensi tertinggi adalah kota Magelang sebesar  7,93% (Departemen Kesehatan Provinsi Jawa Tengah,  2012).

Upaya untuk mencegah terjadinya komplikasi dari  diabetes  mellitus,  diperlukan pengontrolan melalui perubahan gaya hidup pasien  DM  yang  tepat,  tegas dan permanen. Pengontrolan  diabetes  mellitus  diantaranya adalah pembatasan diet,  peningkatan aktivitas fisik, pengobatan  yang  tepat,  control medis teratur dan pengontrolan metabolic secara teratur melalui pemeriksaan laboratorium. Untuk menangani masalah gangguan integritas jaringan pada luka ganggren DM yaitu dengan perawatan luka yang berkembang saat ini adalah metode dressing. Balutan yang menggunakan mempertahankan lingkungan luar agar tetap lembab. Keputusan pasien  diabetes  mellitus  terhadap terapi  yang  telah diindikasikan dan diresepakan oleh dokter akan memberikan efek yang  positif (Gitarja, 2008 dalam Suarbawa, 2017).
International  diabetes  mellitus  Federation  (IDF)  menyebutkan bahwa prevelensi  diabetes  mellitus  di  dunia adalah  1,9%  dan telah menjadikan  DM  sebagai penyebab kematian urutan ketujuh  di  dunia.  Tingginya prevalensi  Diabetes  mellitus tipe  2  disebabkan oleh faktor resiko  yang  tidak dapat dirubah misalnya jenis kelamin,  umur,  dan faktor genetik  yang  kedua adalah faktor risiko  yang  dapat diubah misalnya kebiasaan merokok tingkat pendidikan,  pekerjaan,  aktivitas fisik,  konsumsi alkohol,  indeks masa tubuh,  lingkar pinggang dan umur (Fatimah, 2013).
Diabetes  mellitus  disebut juga dengan the silent  killer karena penyakit ini dapat mengenai semua  organ  tubuh dan penyakit  yang  akan ditimbulkan antara  lain  gangguan penglihatan mata,  katarak,  penyakit jantung,  sakit ginjal,  impotensi seksual,  luka sulit sembuh dan membusuk (gangren),  infeksi paru-paru,  gangguan pembuluh darah,  stroke  dan sebagainya.  Tidak jarang,  penderita  DM  yang  sudah parah menjalani amputasi anggota tubuh karena terjadi pembusukan.  Untuk menurunkan kejadian dan keparahan dari  diabetes  mellitus  tipe  2  maka hidup dan pengobatan seperti obat  oral  hiperglikemik dan  insulin  pancreas dan atau gangguan fungsi  insulin  (retensi  insulin)  (Fatimah, 2013).
Berdasarkan hasil pra  survey  di  RSUD Hj  Anna  Lasmanah Banjarnegara selama kurun waktu  1  tahun  (1  Januari –   27  November 2017),  terdapat kasus  diabetes  mellitus  di  rawat jalan sebanyak  2.795  kasus, di  rawat inap sebanyak  345  kasus, serta  di  ruang Kenanga sebanyak  113  kasus. Dibandingkan dengan kejadian tahun  2016  dalam  1  tahun sebanyak  1.235  kasus,  ini menunjukan adanya peningkatan angka kejadian  diabetes  mellitus dengan kerusakan integritas jaringan dimana seseorang mengalami kerusakan membrane mukosa, korneal, jaringan pembungkus atau jaringan subkutan yang mengalami perubahan pada jaringan tubuh. Berdasarkan penelitian menunjukan bahwa pasien diruang Kenanga RSUD Hj Anna Lasmanah Banjarnegara 90% menjalankan amputasi karena luka yang sudah nekrosi, tidak ada penebalan pada jaringan dan luka yang berbau busuk.
Berdasarkan hal tersebut diatas maka dari itu,  penulis tertarik untuk mengangkat laporan kasus dengan judul  “Asuhan Keperawatan Kerusakan Integritas Jaringan Pada Ny.N Dengan  Diabetes  Mellitus  (Ulkus Pedis Sinistra)  di  Ruang Kenanga RSUD Hj  Anna  Lasmanah Banjarnegara”.
</note>
<classification><![CDATA[NONE]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Repository UHB Digital collection of academic papers, undergraduate thesis, research]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[SHB-2674]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[Perpustakaan SHB]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="888" url="" path="/2894eb034d005bbf90e510cb93d23c7d.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Asuhan Keperawatan Kerusakan Integritas Jaringan Pada Ny.N Dengan  Diabetes  Mellitus  (Ulkus Pedis Sinistra)  di  Ruang Kenanga RSUD Hj  Anna  Lasmanah Banjarnegara]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[2203]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2019-07-02 14:38:13]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2019-07-02 14:39:44]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>