<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="2204">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Asuhan  Keperawatan  Risiko   Ketidakefektifan  Perfusi  Jaringan  Otak  pada   Ny. M   dengan   Stroke  Non  Hemoragik  diruang  Kemuning  RSUD  Prof.  Dr.  Margono   Soekarjo Purwokerto]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Relita Belia</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Fakultas Ilmu Kesehatan SHB]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[STIKES Harapan Bangsa]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2018]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Stroke  adalah  suatu  kondisi  yang  terjadi  ketika  pasokan  darah ke  suatu  bagian  otak  tiba-tiba  terganggu,  karena  sebagian  sel-sel  otak mengalami  kematian  akibat  gangguan  aliran  karena  sumbatan  atau pecahnya  pembuluh  darah  ke  otak  (Nably, 2012).  Menurut  World  Health Association  (WHO, 2013)  stroke  menduduki  urutan  kedua  penyebab kematian  di  dunia  setelah  penyakit  jantung  iskemik. 
Menurut  Dinas   Kesehatan  Provinsi  Jawa  Tengah  (2012)  Stroke diklasifikasikan  menjadi  stroke  hemoragik  dan  stroke  non  hemoragik. Stroke  non  hemoragik  adalah  penurunan  aliran  darah  ke  bagian  otak yang  disebabkan  karena  vasokontriksi  akibat  penyumbatan  pada pembuluh  darah  arteri  sehingga  suplai  darah  keotak  mengalami penurunan  (Mardjono dan Sidharta, 2008). Stroke  hemoragik  adalah pembuluh  darah  otak  yang  pecah  sehingga  menghambat  aliran  darah yang  normal  dan  darah  merembes  kedalam  suatu  daerah  diotak  dan kemudian  merusaknya (Adib.M, 2009).
Data  dari  National  Heart,  Lung,  and  Blood  Institude  tahun  2008,  menyatakan  bahwa  di  Amerika  Serikat  sekitar  795.000  orang mengalami  stroke  setiap  tahunya, dimana  610.000  orang  mendapat serangan  stroke  untuk  pertama  kalinya  dan  185.000  orang  dengan serangan  stroke  berulang.  Diantaranya  lebih  dari  140.000  orang meninggal  pertahun.  Data  tersebut  menunjukkan  bahwa  setiap   4   menit didapati  orang  meninggal   akibat  stroke.
Di Indonesia  Stroke  merupakan  pembunuh  nomor  tiga  dengan angka  mortalitas  sebesar  138.268  (9.7%)  (Health Profile Indonesia, 2011). Dalam  Riset  Kesehatan  Dasar  tahun  2013  prevalensi  stroke  di   Indonesia  sebesar  12,1 %  sedangkan  prevalensi  stroke  di  wilayah  Jawa Tengah  sebesar  12,3%.  Berdasarkan  survey  yang  dilakukan  di RSUD Prof. Dr. Margono  Soekarjo  Purwokerto  pada  tanggal  20  Desember  didapatkan  hasil  pada  tahun  2015  jumlah  pasien  stroke  yang  menjalani  rawat  inap  ada  186  orang  (15,5%)  dan  tahun  2016  pasien  stroke  berjumlah  160  orang  (13,3%)  dan  tahun  2017  jumlah  pasien  stroke  dari  bulan  Januari  sampai  Juli  berjumlah  44  orang  (7,3%). 
Hal  ini  menunjukkan  bahwa  stroke  telah  menjadi  masalah kesehatan  yang  merupakan  penyebab  utama  kecacatan  pada  usia  dewasa yang  disertai  dengan  konsekuensi  yang  berdampak  bagi  individu  dan keluarga. Stroke  adalah  penyakit  yang  disebabkan  oleh  banyak  faktor  atau yang  sering  disebut  multifaktor.  Faktor  resiko  yang  berhubungan  dengan  kejadian  stroke  dibagi  menjadi  dua, yaitu  faktor  resiko  yang tidak  dapat  dimodifikasi  dan  faktor  resiko  yang tidak  dapat  dimodifikasi  seperti  usia,  ras,  gender,  genetik,  atau  riwayat keluarga  yang  menderita  stroke  sedangkan  faktor  resiko  yang  dapat dimodifikasi  berupa  hipertensi,  merokok,  penyakit jantung,  diabetes mellitus, obesitas,  alkohol,  dan  dislipidemia (Nastiti, 2012).
Perawatan  yang  baik  merupakan  faktor  yang  penting  dalam menentukan  kesembuhan  dari  pasien  stroke. Rehabilitasi   stroke  bertujuan   agar   penderita   stroke   dapat   hidup   mandiri   dan   produktif  kembali  Tingkat   keberhasilan  rehabilitasi   pasca  stroke  sangat tergantung   dari   banyak  aspek, mulai  dari  seberapa  luas  kerusakan diotak, waktu  penanganan  yang  sedini   mungkin (golden period), professional  yang  menangani (dokter, fisioterapis, dan lain-lain), peran serta  keluarga,  teman,  dan   yang  terpenting   adalah   nilai   dan   usaha dari  penderita  itu  sendiri (Haryanto dan Basuki, 2013). 
Metodologi  proses  keperawatan  merupakan  metodologi penyelesaian   masalah   kesehatan   klien  secara   ilmiah  berdasar  pengetahuan  ilmiah  serta  menggunakan  teknologi  kesehatan  dan keperawatan  meliputi  tahapan : pengkajian,  merumuskan  diagnosa keperawatan,  perencanaan,  implementasi,  evaluasi   dan  pendokumentasian  (Maryam, 2011)
Asuhan   keperawatan   pada   stroke   non   hemoragik   yang   umum dilakukan   adalah   memperbaiki   mobilitas,  karena   biasanya   pada  pasien   stroke  mengalami  imobilitas  yaitu   kehilangan   kemampuan  gerak  dan   mengalami  penurunan  aktivitas  dari  kebiasaan  normalnya. Fokus   pengkajian  yang  dilakukan  yaitu  pengkajian  sistem  motorik, dengan   penilaian   tonus   otot   untuk   mengetahui  kekuatan  otot (Mubarak, 2007). Masalah  keperawatan  yang  mungkin   muncul   menurut   Batticaca (2008)   yaitu   Risiko  Ketidakefektifan  Perfusi   Jaringan   Otak   sehingga   tindakan  yang  dilakukan  yaitu  untuk  meminimalkan  peningkatan   tekanan  intrakranial. Masalah   yang   juga   mungkin   muncul  yaitu  hambatan    mobilitas   fisik  sehingga   tindakan   keperawatan   yang  dilakukan   yaitu   latihna   menggerakkan  persendian   dengan   Range Of Motion (ROM).
Berdasarkan  hal  tersebut  penulis  tertarik  membuat   Laporan Tugas  Akhir  dengan  judul  Asuhan  Keperawatan  Risiko   Ketidakefektifan  Perfusi  Jaringan  Otak  pada   Ny. M   dengan   Stroke  Non  Hemoragik  diruang  Kemuning  RSUD  Prof.  Dr.  Margono   Soekarjo Purwokerto  dan  dapat  mengimplementasikan   dan  memberikan  asuhan keperawatan   khususnya   pada  pasien  Stroke  Non  Hemoragik
</note>
<classification><![CDATA[NONE]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Repository UHB Digital collection of academic papers, undergraduate thesis, research]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[SHB-2675]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[Perpustakaan SHB]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="889" url="" path="/cbd8fdd9c21f9267daeebd31bfbfe2a5.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Asuhan  Keperawatan  Risiko   Ketidakefektifan  Perfusi  Jaringan  Otak  pada   Ny. M   dengan   Stroke  Non  Hemoragik  diruang  Kemuning  RSUD  Prof.  Dr.  Margono   Soekarjo Purwokerto]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[2204]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2019-07-02 14:46:10]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2019-07-02 14:47:02]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>