<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="2216">
<titleInfo>
<title><![CDATA[asuhan keperawatan secara komprehensif pada pasien dengan Asma di keluarga Tn. A khsusnya pada Ny. S di wilayah Puskesmas Purwokerto Selatan]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Nina Wijiastuti</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Fakultas Ilmu Kesehatan SHB]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[STIKES Harapan Bangsa]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2018]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Ketidakefektifan bersihan jalan napas adalah terdapatnya benda asing seperti sekret pada saluran pernapasan sehingga menghambat saluran pernapasan (Nurarif, 2013). Ketidakefektifan bersihan jalan napas dapat terjadi pada penyakit pernafasan salah satunya adalah asma. Asma ini  merupakan suatu penyakit yang terjadi karena penyempitan jalan napas yang reversible dalam waktu singkat yang dapat mengakibatkan penyumbatan saluran nafas. Peyumbatan saluran napas yang menimbulkan manifestasi klinis asma akibat  terjadinya bronkokontriksi, pembengkakan mukosa bronkus dan hiperekresi lendir terjadi karena hipereaktifitas saluran pernapasan terhadap berbagai stimulus (Darmanto, 2014).  
      Serangan asma sering dicetuskan oleh ISPA, merokok, tekanan emosi, aktivitas fisik, dan rangsangan yang bersifat antigen/allergen antara lain: inhalan yang masuk ketubuh melalui pernapasan, ingestan yang masuk badan melalui mulut, kontaktan yang masuk kebadan melalui kontak kulit (Dinas Kesehatan Jateng, 2013).
       Asma merupakan masalah kesehatan dunia yang tidak hanya terjangkit di negara maju tetapi juga di negara berkembang. Menurut data laporan dari Global Intiatif for Asthma (GINA) pada tahun 2012 dinyatakan bahwa perkiraan jumlah penderita asma seluruh dunia adalah tiga ratus juta orang, dengan jumlah kematian yang terus meningkat hingga 180.000 orang pertahun (GINA, 2012). Menurut data dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia (Depkes RI) pada tahun 2013 terdapat 18 provinsi yang mempunyai pravelensi penyakit asma melebihi angka nasional, dari 18 provinsi tersebut 5 provinsi teratas adalah Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Timur, DI Yogyakarta, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan dan Jawa tengah menempati posisi ke-15 (Depkes RI, 2013). 
      Berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) (2013) dan menurut  Buku Saku Kesehatan Provinsi Jawa Tengah asma merupakan penyakit tidak menular nomor tiga yang banyak terjadi di Jawa Tengah. Pada tahun 2013 penyakit asma mencapai 94.95 kasus (11,7%). Prevalensi penyakit Asma di Jawa tengah mencapai 4,3 % dan kabupaten Banyumas menempati posisi ke-10 tebanyak dari penyebaran penyakit asma di jawa tengah bersama dengan kabupaten Banjarnegara, dan Purbalingga. Prevalensi penyakit Asma ini banyak diderita pada rentan umur 15 – 44 tahun. Dimana pada umur 15 – 24 tahun sebesar 5,9% 25-34 tahun sebanyak 5,8 % dan umur 35-44 tahun mencapai 5,7 %. (Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, 2013).  
      Prevalensi asma pada tahun 2014 mengalami penurunan dengan jumlah sebanyak 66,06 (10,36%) dan  pada tahun 2015 pravelensi penyakit asma yang terjadi di Jawa Tengah meningkat sebanyak 11,50 %. (Buku Saku Kesehatan Jateng Triwulan 2, 2015). Beberapa faktor resiko timbulnya asma bronkial, antara lain: riwayat keluarga, tingkat sosial ekonomi rendah, etnis, daerah perkotaan, letak geografi tempat tinggal, memelihara binatang dalam rumah, terpapar asap rokok. 
      Secara umum faktor risiko asma dibagi kedalam dua kelompok besar, faktor resiko yang berhubungan dengan terjadinya atau berkembangnya asma dan faktor resiko yang berhubungan dengan terjadinya eksaserbasi atau serangan asma yang disebut faktor pencetus. Asma mempunyai dampak yang sangat mengganggu. Gangguan fungsi pernafasan menjadi komplikasi dan menimbulkan gangguan pada berbagai aktifitas sehari-hari sehingga menurunkan produktifitas kerja dan kualitas hidup.  Selain itu, perlu dilakukan upaya peningkatan pengontrolan asma untuk penurunan gejala asma (GINA, 2015). 
      Peran perawat juga sangat penting, peran perawat diantaranya sebagai pendidik kesehatan yaitu mengajarkan kepada keluarga tentang informasi kesehatan dan penyakit, serta bertindak sebagai pelayanan kesehatan utama dengan memberikan informasi kesehatan termasuk tentang cara penanganan asma. Peran perawat sebagai pemberi pelayanan atau pengawas, yaitu perawat memberikan pelayanan langsung dan melakukan pengawasan terhadap pelayanan yang sudah diberikan termasuk pada anggota keluarga. Peran perawat sebagai pengubah atau pemodifikasi lingkungan yaitu perawat bekerja untuk membantu memodifikasi lingkungan rumah, mengarahkan keluarga untuk meningkatkan mobilitas dan menerapkan asuhan mandiri. (Saheb, 2011). 
Berdasarkan data tersebut maka penulis tertarik untuk melaksanakan asuhan keperawatan secara komprehensif pada pasien dengan Asma di keluarga Tn. A khsusnya pada Ny. S di wilayah Puskesmas Purwokerto Selatan.
</note>
<classification><![CDATA[NONE]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Repository UHB Digital collection of academic papers, undergraduate thesis, research]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[SHB-2689]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[Perpustakaan SHB]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="901" url="" path="/1b9cf76bf115000b6b7eefa67bb4860d.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[asuhan keperawatan secara komprehensif pada pasien dengan Asma di keluarga Tn. A khsusnya pada Ny. S di wilayah Puskesmas Purwokerto Selatan]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[2216]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2019-07-03 11:01:37]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2019-07-03 11:02:11]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>