<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="2218">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Asuhan Keperawatan Kerusakan Integritas Jaringan Pada Ny. S Dengan Ulkus Diabetes Di Ruangan Menur Rsud Goeteng Taroenadibrata Purbalingga]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Wiwit Purwito</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Fakultas Ilmu Kesehatan SHB]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[STIKES Harapan Bangsa]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2018]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Diabetes Mellitus (DM) hingga saat ini masih menjadi masalah kesehatan di dunia. Jumlah penderita Diabetes Mellitus (DM) dari tahun ke tahun cendrung mengalami peningkatan. Ada sekitar 382 juta penderita Diabetes Mellitus (DM) dan di perkirakan akan meningkat menjadi 592 juta orang pada tahun 2035. Dari 382 juta penderita tersebut ada 175 juta penderita di antaranya belum terdiagnosis, sehingga terancam mengalami komplikasi tanpa di sadari maupun tanpa pencegahan. Hasil laporan dari internasional diabetes federation (IDF, 2014).
      World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa saat ini di dunia terdapat 366 juta jiwa dengan Diabetes Mellitus (DM), pada tahun 2000 di Indonesia sebanyak 8,4 juta dan akan meningkat menjadi 21,8 juta pada tahun 2030. Angka tersebut menempatkan pada indononesia peringkat ke empat setelah Amerika Serikat, China dan India (Taluta, et al, 2012).
    Data dari PERKENI (2015) menyatakan bahwa Indonesia merupakan negara urutan ke 5 teratas diantara Negara-negara dengan jumlah penderita diabetes terbanyak dunia. Prevalensi penderita diabetes di Indonesia sebesar 9,1 juta orang. Menurut data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, prevalensi Diabetes Melitus di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2014 sebesar 14,96%,angka ini lebih tinggi dibanding tahun 2013 yakni sebesar 13,6% (Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, 2014). Kasus Diabetes Mellitus (DM) menduduki urutan kedua pada pola penyakit tidak menular. Pada tahun 2015 berdasarkan data kunjungan pasien ditemukan 8.684 kasus baru untuk pasien DM tipe 2 dan 363 untuk pasien Diabetes Mellitus (DM)  tipe 1 (Dinas Kesehatan Surakarta, 2015)
      Diabetes Mellitus (DM) dapat mengakibatkan komplikasi apabila tidak di tangani dengan benar. Diabetes Mellitus (DM) akan mengakibatkan hiperglikemia, gangguan fungsi organ dan kegagalan berbagai organ terutama mata,ginjal,saraf,jantung,dan pembuluh darah.(ADA, 2012).
     Strategi pemberdayaan yang dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas hidup atau meningkatkan kesehatan pada penderita Diabetes Mellitus (DM) dipengaruhi oleh lima bidang utama yakni peningkatan self-efficacy dan self-esteem, pengambilan kontrol yang lebih besar (greater sense of control), peningkatan pengetahuan dan kesadaran, perubahan perilaku, memperluas jaringan serta dukungan social (a greater sense of community, broadened social network and social support). 
     Kelima strategi tersebut akan berpengaruh pada kualitas hidup apabila individu mempunyai kemauan untuk berubah. Individu dengan penyakit Diabetes Mellitus (DM) mempunyai tanggung jawab yang besar untuk mengatur dirinya sendiri dalam melakukan perubahan terutama perawatan pada penyakitnya. Kemampuan individu untuk mengontrol diri dan menentukan pilihan mengenai kesehatan mereka disebut dengan empowerment. Empowerment penderita Diabetes Mellitus (DM) dipengauhi oleh beberapa faktor diantaranya jenis kelamin, usia, pendidikan, penghasilan dan lama menderita. Empowerment tersebut direalisasikan untuk membangun kepercayaan, meningkatkan harga diri, dan mengembangkan mekanisme koping untuk meningkatkan ketrampilan pribadi (Woodal, Raine, Shout, & Booth, 2010).
     Pentingnya penderita Diabetes Mellitus (DM) mengetahui cara mencegah komplikasi yakni pertama guna mencegah munculnya komplikasi diabetes. Penderita mengenai cara mencegah komplikasi juga dapat meningkatkan kualitas hidup penderita mengenai cara mencegah komplikasi komplikasi juga dapat meningkatkan  kualitas hidup penderita diabetes sehingga penderita dapat menikmati hidup seperti orang normal pada umumnya yang tidak menderita  diabetes  melitus,  serta penderita   tidak  perlu mengeluar kanuang secara berlebihan untuk pengobatan yang sebenarnya tidak diperlukan (Maulana, 2008). 
       Salah satu komplikasi yang terjadi pada pasien Diabetes Mellitus (DM) adalah adanya luka diabetik. Dari   data   yang   penulis   dapatkan   dari Rekam  Medis  RSUD Goeteng Tharoenadibrata Purbalingga,  pasien Diabetes Mellitus (DM) yang  dirawat di ruang penyakit bedah tahun 2017 terhitung mulai bulan januari sampai dengan bulan November dengan hasil : Jumlah penderita penyakit umum sebanyak 98 orang yang terdiri dari 77 pasien dibawah 60 tahun  dan 25 pasien diatas 60 tahun dan beberapa telah mengalami komplikasi. Dari penelitian di Indonesia, angka kematian akibat ulkus atau gangrene berkisar 17-23 %, sedangkan angka amputasi sekitar 15-30% dari penderita ganggren. Angka kematian satu tahun pasca amputasi sekitar 14,8% dan jumlah ini meningkat pada tahun   ketiga menjadi 37%. Dari rata-rata umur  pasien  hanya  23,8  bulan  pasca amputasi. Dari data diatas dapat dikatakan bahwa masalah penyakit Diabetes Mellitus (DM) masih menjadi masalah kesehatan yang harus diperhatikan.
      Adanya  pemahaman  yang  baik  dari keluarga tentang Diabetes Mellitus (DM)  dan segala komplikasi  kroniknya  serta  perawatan  luka yang adekuat  merupakan  faktor yang sangat mempengaruhi   keberhasilan   terapi   bahkan pencegahan luka ataupun kecacatan. Keterampilan perawatan luka yang baik dapat membantu proses    penyembuhan luka dan memperpendek masa sakit dan masa perawatan.
Berdasarkan hal diatas, maka penulis tertarik untuk mengambil judul ”Asuhan Keperawatan Kerusakan Integritas Jaringan Pada Ny. S Dengan Ulkus Diabetes Di Ruangan Menur Rsud Goeteng Taroenadibrata Purbalingga”  
</note>
<classification><![CDATA[NONE]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Repository UHB Digital collection of academic papers, undergraduate thesis, research]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[SHB-2691]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[Perpustakaan SHB]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="903" url="" path="/f66dea3dca08af9e41529bc1584c28dd.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Asuhan Keperawatan Kerusakan Integritas Jaringan Pada Ny. S Dengan Ulkus Diabetes Di Ruangan Menur Rsud Goeteng Taroenadibrata Purbalingga]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[2218]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2019-07-03 11:11:16]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2019-07-03 11:11:42]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>