<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="2224">
<titleInfo>
<title><![CDATA[asuhan keperawatan pada pasien hemoroid eksterna dalam pemenuhan kebutuhan rasa nyaman nyeri post operasi hemoroidectomy grade IV]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Elma Afriliani</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Fakultas Ilmu Kesehatan SHB]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[STIKES Harapan Bangsa]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2018]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Hemoroid yang dikenal dengan penyakit wasir atau ambeien merupakan penyakit yang sangat umum terjadi dimasyarakat dan sejak ada dari jaman dahulu. Kejadian hemoroid seiring meningkat bertambahnya usia seseorang, dimana insidennya lebih tinggi pada seseorang yang berusia 20-50 tahun. Pada usia 50 tahun ditemukan 50% populasi mengalami hemoroid (Black & Jane, 2014)
       Menurut data dari badan kesehatan dunia World Health Organitation  (WHO) angka kejadian hemoroid terjadi di seluruh negara, dengan presentasi 54% mengalami gangguan hemoroid. Berdasarkan data dari Kementrian Kesehatan Indonesia diperoleh dari rumah sakit di 33 provinsi terdapat 355 rata-rata kasus hemoroid, baik hemoroid ekternal maupun internal (Kemenkes, 2009). Prevalensi hemoroid skala internasional maupun nasional saat ini belum pasti karena hemoroid bukan penyakit yang mengancam jiwa. Sebuah penelitian tentang prevalensi hemoroid pada orang dewasa dengan hasil 976  responden didapatkan 380 responden (38,93%) mengalami hemoroid. Pada 277 responden (72,89%) hemoroid diklasifikasikan sebagai grade I, 70 responden (18,41%) sebagai grade II, 31 responden (8,16%) sebagai grade III, dan 2 responden (0,53%)  sebagai grade IV. Kemudian 170 responden (44,74%) mengeluhkan gejala yang berhubungan dengan hemoroid sedangkan 210 responden (55,26%) melaporkan tidak ada gejala (Riss et al., 2012). Kejadian hemoroid cenderung meningkat seiring dengan bertambahnya usia seseorang, dimana usia puncaknya adalah 45 sampai 65 tahun. Sekitar setengah dari  orang-orang yang berumur 50 tahun pernah menggalami hemoroid. Hal tersebut karena lanjut usia seiring mengalami konstipasi, sehingga terjadi penekanan berlebih pada pleksus hemoroidalis karena proses mengejan (Sudarsono, 2009).
       Indonesia sendiri untuk penelitian prevalensi dalam skala nasional juga belum diketahi pasti. Menurut penelitian, tipe hemoroid paling banyak ditemukan adalah hemoroid eksterna sekitar 49,49% diikuti hemoroid interna 26,80% kemudian hemoroid campuran 23,71% (Septadina dan Veronika, 2015). Dari hasil penelitian yang dilakukan secara deskripsi, pasien hemoroid di Jawa Tengah dari bulan Januari pada Tahun 2004 sampai dengan 2014 terdapat 1137 pasien. Jumlah pasien terbanyak pada tahun 2007 sebanyak 310 pasien dengan jumlah tindakan hemoroidectomy sebanyak 250 (Pambudi, (2012) dalam Romaldo 2017). Berdasarkan angka kejadian penyakit hemoroid di RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara pada tahun 2016 sampai dengan 2017  pasien yang mengalami hemoroid rawat jalan sebanyak  649 pasien dan pasien yang rawat inap yang dilakukan hemoroidectomy sebanyak 130 pasien (Rekam medis RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara, 2017).
              Hemoroid merupakan pelebaran pembuluh darah vena dengan penonjolan memberan mukosa yang melapisi daerah secara kasar, hemoroid biasanya dibagi menjadi 2 jenis, hemoroid  interna dan hemoroid eksterna. Hemoroid interna terletak diatas linea dentate dan terdiri dari cabang vena pleksus hemoroid interna yang dikelilingi mukosa rectum. Hemoroid eksterna muncul dibawah linea dentate dan terdiri dari cabang pleksus vena inferior yang diselubungi oleh kulit anus (Emmanuel, 2014). 
       Pada Hemoroid  interna ada beberapa derajat yaitu, derajat yang pertama penderita menggalami keluhan gangguan defekasi berdarah. Pembengkakan hemoroid tampak dengan pemeriksaan anoskopy, dan pembengkakan tersebut lebih jelas ketika penderita mengejan. Derajat yang kedua penderita mengalami keluhan keluar cairan lendir sedikit dari wasir dan terasa gatal. Ketika penderita mengejan kuat pada saat defekasi, terjadi prolaps hemoroid yang masuk kembali spontan setelah mengejan dihentikan. Derajat ketiga penderita mengalami keluhan keluar cairan lendir dan feses cair (soiling). Prolaps hemoroid terjadi saat defekasi atau mengejan, dan tetap diluar anus dan tidak dapat masuk kembali secara spontan kecuali dibantu secara manual. Derajat keempat penderita mengalami keluhan cairan lendir lebih banyak keluar, nyeri, benjolan hemoroid menetap terus diluar lubang anus dan tidak dapat dimasukan kembali secara manual kedalam anus (Yuwono 2010). Hemoroid eksterna meruapakan hemoroid yang cukup besar, sehingga varises muncul keluar anus dan disetai nyeri. Penyakit ini disebabkan beberapa faktor diantaranya obstipasi (konstipasi atau sembelit) yang menahun, penyakit yang membuat penderita sering megejan misalnya penyempitan saluran kemih, kehamilan (disebabkan karena tekanan janin pada abdomen dan perubahan hormonal), banyak duduk, diare kronik atau diare akut yang berlebih, peningkatan tekanan intra abdomen karena tumor, usia tua, hubungan seksual peranal, kurang minum air putih, kurang makan yang menggandung serat seperti sayur dan buah, kurang olah ragan atau imobilisasi (Riyadi, 2010).
       Tanda dan gejala penyakit hemoroid tidak dapat disembuhkan, hemoroid eksterna dapat mengalami thrombosis karena adanya tekanan tinggi di vena kanalis yang dapat mengakibatkan ditandai adanya inflamasi dan edema.  Nyeri akan terasa lebih kuat saat defekasi  atau menggejan. Penderita hemoroid derajat IV dapat dilakukan hemoroidektomy karena mengalami thrombosis dan akan menggalami nyeri hebat. Nyeri tersebut dirasakan setelah pembedahan dengan darah berwarna gelap dan bercampur darah berwarna merah segar (Yuwono, 2010).
       Tindakan hemoroidektomy pada pasien hemoroid merupakan eksisi yang hanya dilakukan pada jaringan yang benar-benar berlebih untuk penderita yang menggalami keluhan menahun pada penderita hemoroid derajat III  dan IV akan mengalami thrombus dan nyeri hebat. Prinsip utama dari hemoroidektomy eksisi hanya pada jaringan yang menonjol dan eksisi konservatif kulit serta anoderm normal. Hasil dari hemoroidectomy cukup memuaskan memberikan hasil yang baik (Yuwono, 2010).
       Pasien yang mengalami tindakan pembedahan hemoroidectomy mengalami nyeri yang berlebih akibat postoperative, faktor utama menghambat kemampuan dan keinginan individu untuk pulih dari suatu penyakit. Pembedahan hemoroidectomy  nyeri dirasakan pada bagian anus yang mengalami tindakan pembedahan (Potter & Perry, 2010). Nyeri akut adalah nyeri yang terjadi setelah cedera akut penyakit atau intervensi bedah dan memiliki proses yang cepat dengan intensitas yang bervariasi (ringan sampai berat) dan berlangsung untuk waktu yang singkat (Andaemoyo,2013). Pentingnaya upaya penurunan nyeri dilakukan karena setelah pembedahan rektal akan menimbulkan nyeri pada sfingter dan perianal, sehingga nyeri menjadi pertimbangan utama (Smelzer & Bare, 2013). Teknik nonfarmakologi untuk menurunkan nyeri mengunakan teknik relaksasi nafas dalam dan teknik distraksi yang dapat menurunkan intensitas nyeri pada pasien post operasi (Rampengan et al., 2014)
</note>
<classification><![CDATA[NONE]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Repository UHB Digital collection of academic papers, undergraduate thesis, research]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[SHB-2697]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[Perpustakaan SHB]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="910" url="" path="/1898b624aaac495fa86bd94e94c2213b.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[asuhan keperawatan pada pasien hemoroid eksterna dalam pemenuhan kebutuhan rasa nyaman nyeri post operasi hemoroidectomy grade IV]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[2224]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2019-07-03 11:40:37]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2019-07-03 11:41:09]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>