<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="2227">
<titleInfo>
<title><![CDATA[asuhan keperawatan pada klien dengan kasus gout  artritis]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Latifatul Muzayyanah</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Fakultas Ilmu Kesehatan SHB]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[STIKES Harapan Bangsa]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2018]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Lansia sering mengalami gangguan yang disebabkan karena proses  penuan, salah satunya mengalami gangguan pada persendian seperti  menderita penyakit gout artritis. Penyakit gout artritis merupakan sejenis  penyakit yang menyerang sendi otot atau peradangan pada sendi otot.  Faktor pemicunya yaitu genetik, hormonal, pola makan kurang baik  seperti mengkonsumsi jeroan, kepiting, kerang, keju, kacang tanah,  bayam, buncis, kembang kol secara berlebih sehingga terjadi  penumpukan  purin  (Afridah dan Dewi, 2017).
       Penyakit gout artritis terjadi terutama pada laki-laki, mulai dari usia  pubertas hingga mencapai puncak usia 40-50 tahun, sedangkan pada  perempuan, persentase gout artritis mulai didapati setelah memasuki  masa  menopause. Kadar gout artritis pada pria meningkat sejalan dengan  peningkatan usia seseorang. Hal ini terjadi karena pria tidak memiliki  hormon estrogen yang dapat membantu pembuangan zat purin,  sedangkan  pada perempuan memiliki hormon estrogen yang ikut membantu  pembuangan zat purin melalui urine  (Soekanto, 2012).
       Berdasarkan hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas) tahun 2013 angka  kejadian gout artritis di Indonesia mencapai 11.9%, dan di Jawa Tengah  11,2%,  akan tetapi dari hasil survei epidemiologik yang dilakukan di  Jawa Tengah atas kerjasama terhadap 4683 sampel berusia 15-45 tahun,  didapatkan prevalensi gout artritis sebesar 24,3% (Nengsi dkk, 2014).
       Penyakit gout artritis masih menjadi masalah utama dalam dunia kesehatan, dibuktikan dari berbagai komplikasi penyakit gout artritis seperti gagal ginjal, batu ginjal dan lain-lain masih cukup tinggi. Hal ini  dipengaruhi oleh kurangnya kesadaran masyarakat dalam memperhatikan  kesehatan, seperti masih banyak masyarakat yang mengkonsumsi  makanan tanpa memperhatikan kandungan dari makanan tersebut.  Faktor  aktivitas yang berlebihan juga dapat memperburuk dan mendukung  adanya komplikasi penyakit gout artritis (Damayanti, 2012).
       Penanganan penyakit gout artritis secara umum yang dilakukan adalah  memberikan edukasi, pengaturan diet, istirahat sendi dan pengobatan  yang  memadai  (Nofriga,  2017). 
       Secara garis besar ada dua manajemen untuk mengatasi nyeri yaitu  manajemen farmakologi dan manajemen non farmakologi. Salah satu cara  menurunkan nyeri pada pasien gout secara non farmakologi adalah  diberikan kompres hangat atau dingin untuk mengurangi nyeri dan terapi  herbal untuk menurunkan kadar purin (Zakhiah, 2015).
       Metode penulisan yang dilakukan dengan menggunakan pendekatan  menurut Nursalam (2011) meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan,  intervensi, implementasi keperawatan, evaluasi dan dokumentasi  keperawatan. Metode pengumpulan data dengan cara wawancara atau  komunikasi, observasi, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan diagnostik.
       Pengkajian keperawatan ialah tindakan utama yang dilakukan sebelum  melakukan asuhan keperawatan. Tujuan pengkajian ini antara lain untuk  menentukan rencana tindakan perawatan yang akan dilakukan pada klien,  menentukan kemampuan klien untuk memelihara diri sendiri, membantu  mengidentifikasi dan mengenali masalah-masalah yang dihadapi klien, pengkajian ini dimulai dari pengumpulan data, analisis data, perumusan  masalah, dan prioritas masalah (Tanujaya, 2009).
       Panti Dewanata merupakan salah satu tempat dimana para lanjut usia  tinggal untuk meneruskan sisa hidupnya dengan berbagai alasan yang  mendasari. Gout artritis merupakan salah satu masalah kesehatan yang  sering dikeluhkan oleh para lansia. Berdasarkan hasil pengkajian yang  dilakukan oleh penulis pada tanggal 14 November 2017 dari total lansia  sebanyak 100 jiwa terdapat 4 orang yang mengalami gout artritis.
       Berdasarkan data diatas, maka penulis tertarik untuk mengambil kasus  gout artritis sebagai Karya Tulis Ilmiah (KTI) dengan alasan agar penulis  dapat memberikan asuhan keperawatan pada klien dengan kasus gout  artritis dengan baik.

</note>
<classification><![CDATA[NONE]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Repository UHB Digital collection of academic papers, undergraduate thesis, research]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[SHB-2700]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[Perpustakaan SHB]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="913" url="" path="/fe50763b6fedb7e0629d6d2abf0b0085.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[asuhan keperawatan pada klien dengan kasus gout  artritis]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[2227]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2019-07-03 13:24:36]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2019-07-03 13:25:07]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>