<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="2234">
<titleInfo>
<title><![CDATA[asuhan keperawatan resiko ketidakefektifan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus di RSUD Dr.R Goeteng Taroenadibrata Purbalingga]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Ika Nur Lailiya</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Fakultas Ilmu Kesehatan SHB]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[STIKES Harapan Bangsa]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2018]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Diabetes Melitus merupakan penyakit gangguan metabolisme dengan tanda terjadinya peningkatan kadar glukosa darah (Hiperglikemia) di sebabkan karena adanya kelainan pada insulin, kerja insulin atau keduanya (American Diabetes Association, 2010). Berdasarkan data tahun 2015 yang di tunjukkan oleh Perkumpulan Endokronologi (PERKENI) menyatakan bahwa jumlah penderita diabetes melitus di Indonesia telah mencapai 9,1 juta orang dan menempati peringkat ke 5 teratas diantara negara-negara dengan jumlah penderita diabetes melitus terbanyak di dunia. World Health Organizatiton memperkirakan pada tahun 2030 jumlah penderita diabetes melitus akan meningkat menjadi sekitar 21,3 juta orang (PERKENI, 2015). Menurut data dari International Diabetes Federation (IDF) pada tahun 2015, prevelensi jumlah diabetes melitus didunia sebesar 8,8% dengan jumlah penderita sebesar 415 juta penderita dan pada 2040 diperkirakan akan meningkat sebesar 10,4% dengan julah 642 juta penderita (IDF, 2015).
Indonesia termasuk negara dengan jumlah penderita diabetes melitus terbanyak didunia Indonesia menempati peringkat ke-7, dengan jumlah pengidap diabetes sebanyak 4,5 juta jiwa (Arisman, 2011). Dari data di Jawa Tengah kasus diabetes melitus pada tahun 2013 tergolong 
 berkurang banyak dari tahun 2012. (Dinkes Jateng, 2013).
Risiko ketidakstabilan kadar glukosa darah merupakan risiko terhadap variasi kadar glukosa atau gula darah dari rentang normal. Batasan kakarakteristiknya pemantauan glukosa darah tidak tepat. Kurang pengetahuan tentang manajemen diabetes melitus, asupan diet, stres (Nurarif, 2013). Menurut Fauzia (2016) Jika dalam melaksanakan diet masih dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak gula, jarang makan sayur-sayuran dan buah-buahan akan menyebabkan diet menjadi fatal. Menurut Zulkarnain (2015) aktifitas fisik menjadi faktor yang menyebabkan kestabilan gula darah seperti olahraga, jalan-jalan kecil. Menurut Ngaisyah (2015) ketidakstabilan gula darah dipengaruhi oleh makanan yang mengandung kadar gula yang tinggi. Pentingnya kadar glukosa darah yaitu energi yang menjamin kelangsungan hidup sel-sel yang menghasilkan gerakan tubuh, panas tubuh. Hasil pembakaran tersebut lalu terjadi pembakaran insulin yang meliputi gula yang berasal dari makanan yang masuk kedalam pembuluh darah lalu ke dalam otot dan seluruh sel-sel kemudian diubah menjadi energi. Mengatasi risiko ketidakstabilan kadar glukosa darah perlu pengendalian kadar gula darah. Pengendalian kadar gula darah meliputi diet makan, olahraga, upaya pengobatan dan kontrol gula darah. Kontrol gula darah berguna untuk menghindari kejadian komplikasi (Fox & Kilvert, 2010).
Data dari RSUD DR.R Goeteng Taroenadibrata Purbalingga jumlah pasien diabetes melitus, pada tahun 2015 sejumlah 159 orang, dan 5 orang meninggal dunia karena penyakit tersebut. Pada tahun 2016 terjadi peningkatansejumlah 173 orang, dan 17 orang meninggal dunia. Sedangkan pada Januari sampai bulan Oktober tahun 2017 jumlah pasien diabetes melitus mencapai 98 orang, dan 2 orang meninggal dunia. Data tersebut menunjukan bahwa angka kejadian diabetes melitus di RSUDDr.R Goeteng Taroenadibrata Purbalinggamasih tinggi (RSUD Dr. R Goeteng Taroenadibrata Purbalingga, 2017).
</note>
<classification><![CDATA[NONE]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Repository UHB Digital collection of academic papers, undergraduate thesis, research]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[SHB-2707]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[Perpustakaan SHB]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="920" url="" path="/2d85e0c8ebb687eb05a97fe45f28ec04.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[asuhan keperawatan resiko ketidakefektifan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus di RSUD Dr.R Goeteng Taroenadibrata Purbalingga]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[2234]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2019-07-03 13:54:14]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2019-07-03 13:54:42]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>