<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="2239">
<titleInfo>
<title><![CDATA[asuhan  keperawatan  keluarga  tentang  ketidakefektifan  manajemen  kesehatan  pada  keluarga  Tn.S  khususnya  Ny.S  dengan  Hipertensi]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Armelita</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Fakultas Ilmu Kesehatan SHB]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[STIKES Harapan Bangsa]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2018]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Hipertensi  atau  tekanan  darah  tinggi  sering  disebut-sebut  sebagai  sillent  killer  karena  sering  mengakibatkan  kematian  seseorang  yang  mengidap  hipertensi  selama  bertahun-tahun  tidak  menyadari sampai  terjadi  komplikasi  organ  vital  seperti  serangan  jantung, gagal  jantung, stroke  dan  gagal  ginjal  yang bisa  mengakibatkan  kematian  (Pudiastuti, 2013).  
Hipertensi  juga  merupakan  salah  satu  penyakit  degeneratif, umumnya  tekanan  darah  bertambah  secara  perlahan  dengan  seiring  bertambahnya  umur  (Triyanto, 2014).  Hipertensi  didefinisikan  sebagai  tekanan  darah  sistolik  di  atas  140 mmHg  dan  atau  tekanan  diastolik  di  atas 90  mmHg  yang  terjadi  pada seseorang  (Ignatavicius, 2010  dalam  buku  keperawatan  medikal  bedah  sistem  kardiovaskuler).  Dari  uraian  diatas  dapat  disimpulkan  bahwa  hipertensi  adalah  tekanan  darah  tinggi  yang  bersifat  abnormal  yaitu  diatas  140/90  mmHg. 
World  Health  Organization  (WHO)  (2014)  menyatakan  bahwa  peningkatan  tekanan  darah  merupakan  salah  satu  faktor  risiko  utama  untuk  kematian  global  dan  diperkirakan  telah  menyebabkan 9,4  juta  kematian  dan  7%  dari  beban  penyakit  yang  diukur  dalam  Disability  Adjusted  Life  Year  (DALY)  pada tahun  2010.  WHO  (2012)  menjelaskan  bahwa  hipertensi  adalah  salah  satu  yang  memegang  pengaruh  yang  penting  untuk  penyakit  jantung  dan  stroke  yang  dapat  menjadi  penyebab  kematian  dan  kecacatan  nomor  satu.  Prevalensi  global  peningkatan  tekanan  darah  (didefinisikan  sebagai  tekanan  darah  sistolik  dan/atau  tekanan  darah  diastolik  ≥140/90  mmHg)  pada orang  dewasa  berusia  18  tahun  ke  atas  sekitar  22%  pada  tahun  2014.  
WHO  tahun  (2008) mencatat  sekitar  972  juta  orang  atau  26,4%  penduduk  di  seluruh  dunia  menderita  hipertensi.  Angka  ini  kemungkinan  akan  meningkat  menjadi  29,2%  di  tahun  2025, dari  972  juta  penderita  hipertensi,  333  juta  berada  di  negara  maju  dan  639  juta  sisanya  berada  di  negara  sedang  berkembang, termasuk  indonesia.  Prevalensi  hipertensi  tertinggi  ditemukan  di  wilayah  Afrika  (46%)  dari  orang  dewasa  yang  berusia  ≥25  tahun  (WHO, 2013).
Berdasarkan  data  pola  besar  penyakit  terbanyak  di  Indonesia  tahun  2010, prevalensi  kasus  hipertensi  sebesar  8,24%  diantaranya  3,49%  laki-laki  dan  4,75%  pada  perempuan.  Penyakit  ini  termasuk  dalam  kategori  penyakit  dengan  Case  fatality  Rate  tertinggi  setelah  pneumonia  yaitu  4,81%  (Kemenkes  RI, 2012).  Prevalensi  hipertensi  di  Jawa  Tengah  yaitu 26,4%  dan  berada  pada  peringkat  ke-9  pada  10  besar  provinsi  di  Indonesia  dengan  kejadian  kasus  hipertensi  terbanyak, tahun  2015  masih  mempunyai  angka  yang  cukup tinggi, bahwa  penyakit  hipertensi  essensial  pada  tahun 2015  sebanyak  148.254  penderita  (Dinas  Kesehatan  Provinsi  Jawa  Tengah, 2015).  
Menurut  data  profil  kesehatan  Provinsi  Jawa  Tengah  (2013), dari  total  1.069.263  kasus  yang  dilaporkan  sebesar  69,51%  (743.204  kasus)  berhubungan  dengan  penyakit  jantung  dan  pembuluh  darah.  Hipertensi  essensial  merupakan  tipe  hipertensi  yang  merupakan  kasus  tertinggi  untuk  penyakit  tidak  menular  yaitu  sebanyak  497.966  kasus  (67%).  Penyakit  hipertensi  essensial  pada  tahun  2009  sampai  dengan  tahun  2013  menunjukkan  adanya  penurunan  kasus  yang  cukup  tinggi , dari  698.816  kasus  sampai  dengan  497.966  kasus.  Hanya  saja  pada  tahun  2011  terlihat  adanya  kenaikan  jumlah  kasus  sebanyak  634.860  kasus.
Jawa  Tengah  merupakan  salah  satu  provinsi  yang  mempunyai  prevalensi  lebih  tinggi  dari  angka  nasional.  Kasus  tertinggi  penyakit  tidak  menular  tahun  2012  pada  kelompok  penyakit  jantung  dan  pembuluh  darah  adalah  penyakit  hipertensi  essensial.  Prevalensi  kasus  hipertensi  primer/esensial  di  Provinsi  Jawa  Tengah  tahun  2012  sebesar  1,67%  mengalami  penururnan  dibandingkan  tahun  2011  sebesar  1,96%  (Dinkes  Provinsi  Jawa  Tengah, 2013).  Berdasarkan  data  di  atas  menunjukkan  prevalensi  yang  tinggi  dan  cenderung  meningkat, juga  karena  kejadian  komplikasi  penyakit  yang  diakibatkan  sangat  berbahaya, seperti  stroke, penyakit  jantung, dan  gagal  ginjal.  Komplikasi  ini  sering  kali  menimbulkan  kecacatan  permanen  atau  kematian  mendadak  (Faisal, dkk, 2012).
Peran  perawat  komunitas, membantu  keluarga  untuk  menyelesaikan  masalah  kesehatan  dengan  cara  meningkatkan  kesanggupan  keluarga  melakukan  fungsi  dan  tugas  keperawatan  kesehatan  keluarga.  Adapun  peran  perawat  dalam  membantu  keluarga  yang  anggota  keluarganya  menderita  penyakit  hipertensi  antara  lain :  memberikan  pendidikan  kesehatan  kepada  keluarga  agar  dapat  melakukan  asuhan  keperawatan  secara  mandiri, sebagai  koordinator  untuk  mengatur  program  kegiatan  atau  dari  berbagai  disiplin  ilmu, sebagai  pengawas  kesehatan, sebagai  konsultan  dalam  mengatasi  masalah, sebagai  fasilitator  asuhan  keperawatan  dasar  pada  keluarga  yang  menderita  penyakit  hipertensi  (Muhlisin, 2012).
Asuhan  keperawatan  keluarga  adalah  suatu  proses  yang  kompleks  yang  meliputi  yang  meliputi  biologi, psikologi, emosi, sosial, spiritual, termasuk  budaya.  Pemberian  asuhan  keperawatan  kepada  keluarga  merujuk  pada  proses  keperawatan  (nursing  process)  yang  dimulai  dari  tahap  pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi  dan  evaluasi  (Widyanto, 2014).
</note>
<classification><![CDATA[NONE]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Repository UHB Digital collection of academic papers, undergraduate thesis, research]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[SHB-2712]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[Perpustakaan SHB]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="925" url="" path="/b0746742ad80b87378a220a0aef1b878.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[asuhan  keperawatan  keluarga  tentang  ketidakefektifan  manajemen  kesehatan  pada  keluarga  Tn.S  khususnya  Ny.S  dengan  Hipertensi]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[2239]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2019-07-03 14:17:57]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2019-07-03 14:18:25]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>