<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="2243">
<titleInfo>
<title><![CDATA[asuhan keperawatan yang difokuskan pada Ny. X yang mengalami diabetes mellitus di Panti Pelayanan Lanjut Usia Dewanata Cilacap]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Diah Nurfitri</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Fakultas Ilmu Kesehatan SHB]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[STIKES Harapan Bangsa]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2018]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Penyakit diabetes mellitus yang dikenal sebagai penyakit kencing manis adalah kumpulan gejala yang timbul pada seseorang disebabkan oleh adanya peningkatan kadar gula darah akibat kekurangan insulin baik absolut maupun relatif.  Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit degeneratif dengan sifat kronis yang jumlahnya terus meningkat dari tahun ketahun (Subekti, 2011).
       Data dari World Health Organization (WHO) (2016), pada tahun 2012 diabetes adalah penyebab kematian dari 1,5 juta orang dan penyebab tingginya glukosa darah yang menyebabkan kematian dari 2,2 juta orang. Tahun 2014, Indonesia berada pada urutan ke- 7 di antara sepuluh negara di dunia dengan penderita diabetes terbesar di bawah negara Cina, India, Amerika Serikat, Brazil, Rusia dan Mexico. Kasus yang terbanyak dari populasi diabetes di Indonesia adalah diabetes tipe II yang mencapai 90%, dan pada tahun 2030 Indonesia diperkirakan akan memiliki penyandang diabetes sebanyak 21,3 juta jiwa (Kemenkes, 2016). Data dari Dinas Kesehatan Jawa Tengah menyebutkan penderita diabetes mellitus ditemukkan mencapai 152.075 kasus. Jumlah penderita diabetes mellitus tertinggi berada di Semarang sebanyak 5.919 orang, dari tahun ketahun penderita diabetes mellitus semakin meningkat hal ini terjadi karena gaya   
hidup yang kurang baik. Penduduk dengan diabetes mellitus tipe II sebanyak 72,56 per 1000 penduduk dan diabetes mellitus tipe I sebanyak 8,41 per 1000 penduduk (Dinkes Jateng, 2015). Sedangkan menurut Data Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas tahun 2016 terdapat penderita diabetes mellitus sebanyak 1939 penduduk yang terdiri dari diabetes mellitus tipe I sebanyak 341 dan diabetes mellitus tipe II sebanyak 1598 (Dinkes Kabupaten Banyumas, 2016). Berdasarkan catatan data yang diperoleh dari Balai Pelayanan Sosial Lanjut Usia Dewanata Cilacap didapatkan kurang lebih 112 lansia dan yang mengalami penyakit diabetes melitus 23 atau 28% lansia (Panti Pelayanan Lanjut Usia Dewanata Cilacap, 2017).
       Diabetes mellitus dapat terbagi menjadi tiga meliputi, diabetes mellitus tipe I terjadi karena adanya destruksi sel beta pankreas karena lemahnya sistem autoimun, diabetes mellitus tipe II terjadi karena hiperinsulin yang merupakan turunnya kemampuan insulin untuk merangsang pengambilan kadar glukosa oleh perifer untuk menghambat produksi glukosa oleh hati (ADA, 2010), diabetes gestasional adalah wanita hamil yang tidak pernah terkena diabetes mellitus sebelumnya tetapi memiliki kadar glukosa darah yang tinggi selama kehamilan (Soebroto, 2009).
       Keadaan insulin normal asupan glukosa atau produksi glukosa dalam tubuh akan difasilitasi oleh insulin untuk masuk kedalam sel tubuh. Glukosa ini kemudian tersisa akan disimpan sebagai glukagon dalam sel-   
sel hati dan sel-sel otot. Penderita diabetes mellitus proses ini tidak dapat berlangsung dengan baik sehingga glukosa banyak yang menumpuk didarah/hiperglikemia (Riyadi, 2008). Tanda yang sering muncul pada penderita adalah poliuria, polidipsi, polifagia dan terjadi penurunan berat badan (Putri & Isfandiari 2013). Secara umum terdapat empat pilar dalam program diabetes mellitus, adalah edukasi, pembatasan diet makanan, olahraga, dan terapi farmakologis (Santoso, 2011). Dampak penyakit diabetes mellitus meliputi kerusakan ginjal, kerusakan saraf, penyakit jantung koroner, stroke, retinopati, gangguan pada hati, hipertensi dan gangguan saluran cerna (Ndraha, 2014).
       Ketidaknormalan kadar glukosa darah terjadi karena tubuh tidak mampu menggunakan insulin secara adekuat yang dapat memperburuk ketidakstabilan kadar glukosa darah gaya hidup yang tidak sehat, gaya hidup kurang gerak (Irianto, 2014). Pengkajian pada penderita meliputi riwayat kesehatan sekarang, riwayat penyakit dahulu, riwayat penyakit keluarga/keturunan, dilakukan pemeriksaan kadar glukosa darah, mengkaji adanya luka atau tidak, sering kesemutan, dilakukan pemeriksaan tekanan darah, terapi farmakologi yang dikonsumsi (Baradero, 2009).  Diagnosa yang mungkin muncul pada klien lanjut usia dengan diabetes mellitus adalah risiko ketidakstabilan kadar glukosa darah.  Risiko ketidakstabilan kadar glukosa darah adalah kerentanan terhadap variasi kadar glukosa/darah dari rentang normal, yang dapat menggangu kesehatan. Faktor risiko pada diagnosa keperawatan ini dapat berupa pemantauan glukosa darah tidak adekuat. Tujuan yang dicapai setelah dilakukan tindakan keperawatan diharapkan risiko ketidakstabilan kadar glukosa darah terkontrol, dengan kriteria hasil klien peningkatan keluaran urin, peningkatan kadar glukosa darah penderita menyatakan rasa nyaman setelah kadar glukosa darah penderita stabil. Adapun intervensi yang akan dilakukan yaitu mampu mengetahui penyebab ketidakstabilan kadar glukosa darah, mampu mengontrol kadar glukosa darah secara rutin, monitor tanda dan gejala hiperglikemia: poliuri, polidipsi, polifagi, pandangan kabur (Herdman, 2015). 
       Panti Pelayanan Lanjut Usia Dewanta Cilacap merupakan salah satu tempat dimana para lansia tinggal untuk meneruskan sisa hidupnya dengan berbagai kondisi dan alasan yang mendasarinya.  Diabetes mellitus merupakan salah satu masalah kesehatan yang dialami oleh lansia khususnya dengan risiko ketidakstabilan kadar glukosa darah, maka dari itu dilakukan pengkajian dan asuhan keperawatan oleh penulis pada tanggal 12 Desember 2017 di Wisma Abi Yoso.  Hal yang sering dilakukan oleh lansia yang mengalami penyakit diabetes mellitus yaitu melakukan senam kaki, menganjurkan lansia mengkonsumsi obat, melakukan pemeriksaan tekanan darah, melakukan pemeriksaan glukosa darah (Panti Pelayanan Lanjut Usia Dewanata Cilacap, 2017). 
Berdasarkan data diatas yang diperoleh penulis tertarik untuk melakukan proses asuhan keperawatan yang difokuskan pada Ny. X yang mengalami diabetes mellitus di Panti Pelayanan Lanjut Usia Dewanata Cilacap.
</note>
<classification><![CDATA[NONE]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Repository UHB Digital collection of academic papers, undergraduate thesis, research]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[SHB-2716]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[Perpustakaan SHB]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="929" url="" path="/09f38d4491bf910389230652450e7ef8.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[asuhan keperawatan yang difokuskan pada Ny. X yang mengalami diabetes mellitus di Panti Pelayanan Lanjut Usia Dewanata Cilacap]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[2243]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2019-07-03 14:40:28]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2019-07-03 14:40:56]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>