<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="2246">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Asuhan Keperawatan pada An. O dengan masalah keperawatan ketidakefektifan bersihan jalan nafas dengan Diagnosa Medis ISPA di Puskesmas Purwokerto Selatan]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Siska Nurul Amin</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Fakultas Ilmu Kesehatan SHB]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[STIKES Harapan Bangsa]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2018]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) sebagai salah satu penyebab kematian utama pada bayi dan anak balita di negara berkembang. Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2012, sebesar 78% balita yang berkunjung ke pelayanan kesehatan adalah akibat ISPA, penyakit ini lebih banyak terjadi di negara berkembang dibandingkan negara maju dengan persentase masing-masing sebesar 25%-30% dan 10%-15%. 
WHO memperkirakan insiden ISPA di negara berkembang dengan angka kematian balita di atas 40 per 1000 kelahiran hidup adalah 15%-20% pertahun pada usia balita. Pada umumnya, ISPA merupakan penyakit yang sering terjadi pada anak-anak. Kasus terbanyak terjadi di India (43 juta), China (21 juta), Pakistan (10 juta) dan Bangladesh, Indonesia, Nigeria masing-masing 6 juta episode. Dari semua kasus yang terjadi di masyarakat, 7-13% kasus berat memerlukan perawatan rumah sakit (Fitri, 2012).
Kasus ISPA di Indonesia selalu menempati urutan pertama penyebab kematian bayi. Tahun 2009 tercatat sebesar 32,1%, tahun 2010 sebesar 18,2% dan tahun 2011 38,8%, hal tersebut tersebut dikarenakan penanganan pertama yang kurang maksimal pada bayi yang mengalami ISPA. Berdasarkan prevalensi ISPA tahun 2012 di Indonesia telah mencapai 25% di 16 Propinsi. ISPA juga merupakan 10 penyakit terbanyak di rumah sakit. Survei mortalitas yang dilakukan terkait penyakit ISPA tahun 2013 menempatkan ISPA/ Pneumonia sebagai penyebab kematian bayi kedua terbesar di Indonesia dengan persentase 32,10% dari seluruh kematian balita (Kemenkes, 2013). 
Dampak yang ditimbulkan dari penyakit ini sebenarnya merupakan self limited disease, yang sembuh sendiri 5 sampai 6 hari, jika tidak terjadi invasi kuman lain. Tetapi penyakit ISPA yang tidak mendapatkan pengobatan dan perawatan yang baik dapat menimbulkan komplikasi seperti: sinusitis paranasal, penutupan tuba eustachi, empiema, meningitis dan bronkopneumonia serta berlanjut pada kematian karena adanya sepsis yang menular (Rahmawati, 2012).
Berdasarkan hasil pra survei yang dilakukan oleh peneliti didapatkan hasil bahwa angka kejadian ISPA pada tahun 2015 di Kabupaten Banyumas sebanyak 2.762 balita (27,55%). Puskesmas Purwokerto Selatan memiliki prevalensi ISPA cukup tinggi yaitu sebesar 11,26% dari jumlah keseluruhan dengan jenis kelamin laki-laki sebanyak 157 balita dan 154 balita dengan jenis kelamin perempuan.
Faktor penyebab peningkatan kejadian ISPA pada anak diantaranya seperti kondisi sanitasi, polusi udara, keadaan sosial ekonomi, dan pengetahuan ibu rumah tangga. Faktor-faktor tersebut merupakan faktor yang berasal dari luar dan dapat diperbaiki, sehingga dengan memperbaiki faktor resiko tersebut diharapkan dapat menekan angka kesakitan dan kematian ISPA pada balita (Wardani, 2010).

Julia (2011) mengungkapkan bahwa faktor-faktor terjadinya ISPA seperti faktor lingkungan meliputi pencemaran udara dalam rumah (asap rokok dan asap hasil pembakaran bahan bakar untuk memasak dengan konsentrasi yang tinggi), ventilasi rumah dan kepadatan hunian. Faktor individu meliputi umur anak, berat badan lahir, status gizi, vitamin A dan status imunisasi. Faktor perilaku meliputi perilaku pencegahan dan pengetahuan penanggulangan ISPA pada balita atau peran aktif keluarga/ masyarakat dalam menangani penyakit ISPA. 
Berdasarkan penelitian Sari, Ropi dan Fitri (2012) tingkat pengetahuan ibu tentang perawatan pneumonia ringan masih kurang yaitu sebesar 53,75 %. Upaya untuk meningkatkan penegatahuan dan sikap ibu terkait perawatan balita dengan ISPA salah satunya dengan pendidikan kesehatan. Berdasarkan beberapa penelitian menyampaikan bahwa pendidikan kesehatan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan, ketrampilan, sikap dan parktik ibu dalam melakukan perawatan balita dengan ISPA. Pendekatan dalam pemberian pendidikan kesehatan sangat bervariasi antara lain metode ceramah, ceramah disertai demonstrasi, diskusi kelompok dan dengan menggunakan booklet. Hal ini dapat dilakukan oleh perawat keluarga sebagai edukator (Novrianda, 2015). 
</note>
<classification><![CDATA[NONE]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Repository UHB Digital collection of academic papers, undergraduate thesis, research]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[SHB-2719]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[Perpustakaan SHB]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="932" url="" path="/8a4af441236df21b074a497b59919c55.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Asuhan Keperawatan pada An. O dengan masalah keperawatan ketidakefektifan bersihan jalan nafas dengan Diagnosa Medis ISPA di Puskesmas Purwokerto Selatan]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[2246]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2019-07-03 14:55:22]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2019-07-03 14:56:08]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>