<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="2267">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Asuhan  Keperawatan  Pada Ny.M  Dengan Post ORIF  Fraktur Collum Femur  Sinistra  di Ruang Dahlia RSUD Dr.R. Goeteng  Taroenadibrata  Purbalingga]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Astri Nur Prafitasari</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Fakultas Ilmu Kesehatan SHB]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[STIKES Harapan Bangsa]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2018]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Kemajuan  teknologi  termasuk  kendaraan bermotor  baik  dalam  jumlah  dan  akselerasi  (percepatan)  selain  membantu  manusia  juga  semakin  berisiko  terjadinya  kecelakaan  yang  berujung  fatal. Jumlah  kendaraan  bermotor  yang  semakin  meningkat  setiap  tahun  yang  tidak  diimbangi  dengan  jumlah  ruas  jalan  akan  menimbulkan  semakin  padatnya  jalan  raya, sedangkan  akselerasi  yang  semakin  canggih  meningkatkan  kecepatan  pengemudi  dalam  memacu  kendaraan  bermotor  sehingga  saat  pengemudi  mengalami  kecelakan  yang  berakibat   fatal,  trauma  berat,  patah  tulang  (fraktur)  bahkan  kematian  (Gusti,  2008).
Suratum  (2008)  mengatakan  bahwa  fraktur   adalah  patah tulang disebabkan  oleh  rudapaksa. Prevalensi  kejadian  fraktur  menurut  WHO  pada  tahun  2008  kurang  lebih  13  juta,  pada tahun 2009  meningkat  menjadi  18  juta  jiwa  dan  pada  tahun  2010  meningkat  kembali  dengan  prevalensi  menjadi  21  jiwa.  Dari  prevalensi  fraktur  tersebut  tulang  panjang  ekstremitas  atas  dan  bawah  mempunyai  prosentase  yang  lebih  banyak  dibandingkan  dengan  bagian  tubuh  lainnya  (Rivaldy, 2015).
Prevalensi  cedera  secara  nasional  oleh  berbagai  sebab  baik  disengaja  seperti  dioperasi,  tidak  sengaja  misalnya  terjatuh  karena  kecelakaan,  dan  penyebab  yang  tidak  bisa  ditentukan  adalah  8,2%.  Prevalensi  tertinggi  ditemukan  di  Sulawesi  selatan  (12,8%)  dan  terendah  di  Jambi  (4,5%).  Penyebab  terbanyak  dari  cedera  adalah  jatuh  (40,9%)  dan  kecelakaan  sepeda  motor  (40,6%),  selanjutnya  cedera  karena  benda  tajam  maupun  tumpil  (7,3%),  transportasi  darat  lain  sebesar  (7,1%).  Penyebab  cedera  sepeda  motor  tertinggi  ditemukan  di  Bengkulu  (56,4%)  dan  terendah  di  Papua  (19,4%)  adapun  untuk  transportasi  darat  lain  proporsi  tertinggi  terjadi  di  Kalimantan  Selatan  (10,1%)   dan  terendah  ditemukan  di  Papua  yaitu  sebesar  (2,5%).  Proporsi  jatuh  tertinggi  di  Nusa  Tenggara  Timur  (55,5%)  dan  terendah  di  Bengkulu  (26,6%)  proporsi  tertinggi  terkena  benda  tajam  dan  tumpul  tertinggi  di  Papua  (29%)  dan  terendah  di  Daerah  Istimewa  Yogyakarta  (4,7%)  (Riskesdas, 2013).
Prevalensi  fraktur  di  Provinsi  Jawa  Tengah  sekitar 2.700  orang,  dari semua  insiden  tersebut  sebanyak  56%  penderita  mengalami  kecacatan  fisik,  24%  meninggal  dunia,  15%  mengalami  kesembuhan,  dan  sebanyak  5%  mengalami  gangguan  psikologis.  Kejadian  fraktur  khususnya  fraktur  ekstremitas  bawah  akibat  kecelakaan  memiliki  prevalensi  yang  cukup  tinggi  diantara  fraktur  lainnya  yaitu  46,2%  dari  45.987  dengan  kasus  fraktur  ekstremitas  bawah  sebanyak  19.629  orang  mengalami  fraktur  pada  bagian  femur,  14.027  mengalami  fraktur   pada  cruris,  3.775  mengalami  fraktur  tibia,  970  dengan  fraktur  tulang  kecil,  dan  336  orang  mengalami  fraktur  pada  bagian  fibula  (Triono, 2015).
Berdasarkan  Survey  yang  dilakukan  di  RSUD  Dr. R.  Goeteng  Taroenadibrata  Purbalingga  tanggal  X  didapatkan  hasil  pasien  Post  Operasi  Fraktur  tahun  2016  adalah  451  pasien, dan  paien  Post  Operasi  Fraktur  tahun  2017  adalah  579  pasien. 
Metodologi  proses  keperawatan  merupakan  metodologi penyelesaian   masalah   kesehatan   klien  secara   ilmiah  berdasar pengetahuan  ilmiah  serta  menggunakan  teknologi  kesehatan  dan keperawatan  meliputi  tahapan: pengkajian,  merumuskan  diagnosa keperawatan,   perencanaan,   implementasi,  evaluasi   dan pendokumentasian  (Maryam, 2011).
Dengan  berdasarkan  penjelasan  diatas  penulis  tertarik  untuk  membuat  Karya  Tulis  Ilmiah  dengan  judul  Asuhan  Keperawatan  Pada Ny.M  Dengan Post ORIF  Fraktur Collum Femur  Sinistra  di Ruang Dahlia RSUD Dr.R. Goeteng  Taroenadibrata  Purbalingga.
</note>
<classification><![CDATA[NONE]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Repository UHB Digital collection of academic papers, undergraduate thesis, research]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[SHB-2740]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[Perpustakaan SHB]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="953" url="" path="/f1dbd8814f9188690df5004a39785b4c.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Asuhan  Keperawatan  Pada Ny.M  Dengan Post ORIF  Fraktur Collum Femur  Sinistra  di Ruang Dahlia RSUD Dr.R. Goeteng  Taroenadibrata  Purbalingga]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[2267]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2019-07-04 14:17:33]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2019-07-04 14:18:17]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>