<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="2419">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Asuhan Keperawatan Kerusaakan Integritas Jaringan Pada NY.Y Dengan Mellitus Tipe 2 Di Ruang Menur RSUD DR.R Goeteng Taroenadibrata Purbalingga]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Uswatun Khasanah</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Purwokerto]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[Universitas Harapan Bangsa]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2019]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Diabetes  mellitus  dikenal  dengan  istilah  penyakit  gula  darah  atau  penyakit  kencing  manis dikalangan  masyarakat  umum.  Diabetes  sudah  dikenal  sejak  dua  ribuan  tahun  yang  lalu  oleh  ahli  kesehatan  yunani,  yaitu  Celcus  dan  Areteus  yang  memberikan  nama  tersebut  bagi  orang  yang  menderita  banyak   minum  dan  banyak  kencing  (Lanywati, 2001 dalam Wijaya, 2018).
Diabetes  mellitus  merupakan  sekumpulan  gangguan  metabolik  yang  ditandai  dengan  peningkatakan  kadar  glukosa  darah  (hiperglikemia)  akibat  kerusakan  sekresi  insulin, kerja  insulin, atau  keduanya  (Brunner & Suddarth, 2013 ).  Insiden  penyakit  diabetes  mellitus  terus  meningkat  dari  waktu  ke  waktu.  Data  dari  International  Diabetic  Federation  (IDF)  menunjukan  insiden  penyakit  diabetes  mellitus  di  dunia  selama  3  tahun  berturut-turut  yaitu  7,2 %  pada 2013, 8,3 %  pada  tahun  2014, dan  8,8 %  pada  tahun  2015.  Data  World  Health  Organization  (2016)  memperkirakan  422  juta   orang  hidup  dengan  diabetes.
Menurut  International  Diabetes  Federation  (2017), Indonesia  memiliki  sekitar  9,1  jiwa  pengidap  diabetes.  Diperkirakan   pada  2035, jumlahnya  akan  mencapai  14,1  juta.  Saat  ini  Indonesia  masuk   
dalam  daftar  10  negara  pengidap  diabetes  tertinggi  di  dunia  menduduki  peringkat   ke-7.  Jenis  diabetes  yang  paling  banyak  terjadi di  Indonesia  adalah  diabetes  tipe  kedua, yang  sangat  berkaitan  dengan  pola  makan  yang  tidak  seimbang, konsumsi  karbohidrat  yang  berlebihan  dan  kurang  mengkonsumsi  sayuran  serta  gaya  hidup  yang  tidak  benar   (Tandra, 2017).
Data  RISKESDAS, (2018)  menyebutkan  bahwa  prevalensi  diabetes  mellitus  berdasarkan  diagnosis  dokter  pada  penduduk  umur  lebih   dari  15  tahun  pada  tahun  2013  ialah  1,5 %  sedangkan  pada  tahun  2018  naik  menjadi  2,0 %.  Diabetes  mellitus  dengan  berdasarkan  pemeriksaan  darah  pada  penduduk  umur  lebih  dari  15  tahun  menyebutkan  bahwa  prevalensi  diabetes  mellitus  pada 2018 menurut  konsensus  perkeni  2015 pada  penduduk  umur  kurang  dari  15  tahun  ialah  10,9 %.  
Diabetes  mellitus  dapat  terjadi  karena  berbagai  faktor, diantaranya  keturunan, pola  makan  tidak  sehat.  Risiko  diabetes  meningkat  sejalan  dengan  bertambahnya  usia, terutama  setelah  usia  40  tahun.  Jenis  kelamin  baik  pria  maupun  wanita  memiliki  risiko  yang  sama  besar  terkena  diabetes  hingga  usia  dewasa  awal.  Setelah  usia  30  tahun, wanita  memiliki  risiko  yang  lebih  tinggi  dibandingkan  pria, wanita  yang  terkena  diabetes  selama  kehamilan  memiliki  risiko  lebih  tinggi  terkena  diabetes  tipe  II  pada  usia  lanjut.  Faktor  penyebab  lainnya  yaitu  obesitas  atau  kegemukan, infeksi  pada  kelenjar  pankreas  dan  kurang  aktivitas  olahraga  (Yahya, 2018).
Gejala  awal  yang  sering  muncul  pada  penderita  diabetes  mellitus  ialah  poliuri,  polidipsi,  dan  polifagia.  Gejala  lain  yang  biasanya  muncul  adalah berat  badan  menurun  drastis  dalam  waktu  kurang  dari  sebulan  tanpa  sebab yang  jelas.  Gejala  berikutnya  ialah  mata  kabur  atau  retinopati, cepat  lelah, kelainan  fungsi  saraf  tepi  diseluruh  tubuh  atau  polineuropati, infeksi  pada  kulit  baik  jamur  atau  bakteri, dan  luka  yang  sulit  sembuh  (Yahya, 2018).
Salah  satu  komplikasi  dari  diabetes  mellitus  adalah  neuropati  atau  kerusakan  saraf  yang  dapat  menyebabkan  rasa  sakit  atau  rasa  mati  di  tangan  dan  kaki  yang  mempunyai  risiko  untuk  terjadinya  ulkus  pada  kaki.  Kadar  glukosa  yang  tinggi  mengakibatkan  serat  saraf  hancur  sehingga  sinyal  ke  otak  dan  dari  otak  tidak  terkirim  dengan  benar, akibat  dari  tidak  terkirimnya  sinyal  tersebut  maka  hilangnya  indera  perasa, meningkatnya  rasa  nyeri  di  bagian  yang  terganggu.  Kerusakan  saraf  tepi  yang  umum  terjadi  biasanya  dimulai  dari  jempol  kaki  hingga  seluruh  kaki  dan  akan  timbul  mati  rasa.  Keluhan  yang  paling  sering  dirasakan  adalah  kesemutan.  Ulkus  kaki  pada  neuropati  sering  kali  terjadi  pada  permukaan  plantar  kaki  yaitu  di  area  yang  mendapatkan  tekanan tinggi  baik  karena  tekanan  sandal  maupun  sepatu  yang  sempit  sehingga  dapat  berkembang  menjadi  lesi  dan  infeksi  (Kariadi, 2009 dalam Lathifah 2017).
Penderita  diabetes  mellitus  perlu  penanganan  oleh  tenaga  kesehatan  diantaranya  dengan  mengenali  diabetes, merencanakan  diet  makanan, latihan  fisik, obat-obatan, dan  memantau  gula  darah  secara  mandiri.  Berbagai  masalah  keperawatan  dapat  muncul  seperti  kerusakan  integritas  jaringan, risiko  infeksi, dan  risiko  ketidakstabilan  kadar  glukosa  darah  (Yahya, 2018).
Berdasarkan  hasil  survey  di  RSUD  Dr.  R  GOETENG  TAROENADIBRATA  PURBALINGGA  selama  kurun  waktu  3  tahun, terdapat  kasus  diabetes  mellitus  pada  tahun  2016  sebanyak  27  kasus, 2017  sebanyak  65  dan  di  tahun  2018  terdapat  65  kasus.  Dari  data  tersebut  menunjukan  adanya  peningkatan  kasus  diabetes  mellitus  dengan  kerusakan  integritas  jaringan  pada  tahun  2017.  Pada  tahun  2018  ini  tidak  terjadi  adanya  peningkatan  angka  kejadian  diabetes  mellitus  dengan  kerusakan  integritas  jaringan. 
Hal  terpenting  dalam  asuhan  keperawatan  pada  pasien  diabetes mellitus  dengan  kerusakan  jaringan  adalah  perawatan  luka  yang  tepat.  Pasien  dengan  diabetes  mellitus  harus  menghindari  penekanan  pada  daerah  luka, dan  menerapkan  diet  yang  sehat.  Perawat  memiliki  peran  penting  dalam  membuat  perencanaan  untuk  mencegah  terjadinya  komplikasi, terdapat  komponen  penatalaksanaan  diabetes  yang  harus  diperhatikan  perawat  yaitu  nutrisi, olahraga, pemantauan  kadar  glukosa  darah, terapi  farmakologis  dan  edukasi.  Berdasarkan  hal  tersebut, penulis  tertarik  untuk  pembuatan  laporan  kasus  dengan  judul “Asuhan  Keperawatan  Kerusakan  Integritas Jaringan  pada  Ny. Y  Dengan  Diabetes  Mellitus  Tipe  2  Di  Ruang  Menur  RSUD  Dr.  R  GOETENG  TAROENADIBRATA  PURBALINGGA ”.
</note>
<classification><![CDATA[NONE]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Repository UHB Digital collection of academic papers, undergraduate thesis, research]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[UHB-0560]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[Perpustakaan SHB]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="1106" url="" path="/470673febc881a2e259dde12e6e7c436.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Asuhan Keperawatan Kerusaakan Integritas Jaringan Pada NY.Y Dengan Mellitus Tipe 2 Di Ruang Menur RSUD DR.R Goeteng Taroenadibrata Purbalingga]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[2419]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2019-12-19 13:43:13]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2019-12-19 13:44:53]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>