<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="2420">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Asuhan Keperawatan Gangguan Keamanan Resiko Perilaku Kekerasan Pada NY.F Dengan SKIZOFRENIA Di Ruang Srikandi Rumah Sakit Jiwa Grahasia DIY]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>RIZKI SUFIANA ARSY</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Purwokerto]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[Universitas Harapan Bangsa]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2019]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Kesehatan jiwa adalah kondisi sehat emosional, psikologis dan sosial yang terlibat dari hubungan interpersonal yang memuaskan, perilaku dan koping yang efektif, konsep diri yang positif dan kesehatan emosional (Videbeck, 2008).  Menurut WHO (2009) memperkirakan 450 juta orang diseluruh dunia mengalami gangguan mental, sekitar 10% oramg dewasa mengalami gangguan jiwa saat ini dan 25% penduduk diperkirakan akan mengalami gangguan jiwa pada usia tertentu selama hidupnya.
Gangguan jiwa adalah gangguan yang mengenai satu atau lebih fungsi jiwa.  Gangguan jiwa adalah gangguan otak yang ditandai oleh terganggunya emosi, proses berpikir, perilaku dan persepsi (penangkapan panca indera), gangguan jiwa ini menimbulkan stress dan penderitaan bagi penderita dan keluarganya (Stuart, 2013). Macam-macam gangguan jiwa skizofrenia, gangguan kecemasan berlebih, gangguan obsesif kompulsif, gangguan somatoform, psikopat, anoreksia nervosa, anti sosial, kleptomania, skizoafektif, homoseksual, gangguan kepribadian (Sutejo, 2015).


 
Prevalensi gangguan jiwa di dunia tahun 2014 diperkirakan mencapai 516 juta jiwa (WHO, 2015).  Berdasarkan Riset kesehatan dasar (Riskesdas 2018) prevalensi gangguan jiwa berat/psikosis yang terjadi di Indonesia sebanyak 7 per mil dan untuk gangguan skizofrenia/psikosis di jawa tengah sebanyak 9 per mil, hasil riskesdas menyatakan pasien dengan skizofrenia 50% tidak rutin  berobat dengan alasan tertinggi yaitu merasa bahwa dirinya sudah sehat sebanyak 36,1% 
Salah satu gejala khas dari skizofrenia adalah perilaku kekerasan.  Angka perilaku kekerasan cukup tinggi pada pasien skizofrenia, penelitian yang dilakukan oleh Swanson pada tahun 2008 menunjukan bahwa perilaku kekerasan yang dilakukan oleh pasien skizofernia adalah 19,1%. Angka perilaku kekerasan yang dilakukan oleh pasien skizofrenia di Australia 36,85%, Kanada 32,61%, dan Inggris 41,37. 
Perilaku kekerasan adalah suatu keadaan dimana seseorang melakukan tindakan yang dapat membahayakan secara fisik, baik kepada diri sendiri maupun orang lain (Yosep, 2010).  Perilaku kekerasan sering juga disebut gaduh gelisah atau amuk dimana seseorang marah berespon terhadap suatu stressor dengan gerakan motorik yang tidak terkontrol (Yosep, 2010).



Faktor penyebab terjadinya resiko perilaku kekerasan dapat dipengaruhi oleh kurangnya rasa aman (gangguan keamanan) yaitu tidak terpenuhinya kepuasan dan rasa aman dapat mengakibatkan tidak berkembangnya ego dan membuat konsep diri yang rendah (Stuart, 2013).  Kondisi ini harus segera ditangani karena perilaku kekerasan yang terjadi akan membahayakan diri sendiri, orang lain dan lingkungan.
Dampak yang terjadi pada perilaku kekerasan yaitu masyarakat menganggap bahwa pasien gangguan jiwa berbahaya sehingga tidak mau mendekati pasien dengan gangguan jiwa yang pernah melakukan tindakan perilaku kekerasan.  Stigma yang berkembang di masyarakat dan penolakan terhadap orang dengan perilaku kekerasan justru menjadi penghalang dalam proses pemulihan, integrasi di dalam masyarakat, dan peningkatan kualitas hidup pasien gangguan jiwa, sehingga pasien dengan perilaku kekerasan menjadi golongan yang helpless (Stuart, 2013).
Peran perawat dalam dalam membantu pasien dengan riwayat perilaku kekerasan adalah dengan memberikan asuhan keperawatan perilaku kekerasan.  Pemberian asuhan keperawatan merupakan proses terapeutik yang melibatkan hubungan kerjasama antara perawat dengan pasien, keluarga dan atau masyarakat untuk mencapai tingkat kesehatan yang optimal (Keliat, 2009).


Berdasarkan hasil dari pengamatan penulis selama praktek PKK 3 selama 2 minggu pada bulan Januari 2019 di ruang Srikandi Rumah Sakit Jiwa Grhasia DIY ditemukan kasus  pasien resiko perilaku kekerasan dengan skizofrenia dari bulan Desember hingga Januari sebanyak 34 pasien.   
Berdasarkan latar belakang tersebut penulis tertarik untuk mendeskripsikan asuhan keperawatan jiwa pada pasien dengan masalah resiko perilaku kekerasan.
</note>
<classification><![CDATA[NONE]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Repository UHB Digital collection of academic papers, undergraduate thesis, research]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[UHB-0561]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[Perpustakaan SHB]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="1107" url="" path="/e71ea6ed0f4d1d9485837248aec9dc25.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Asuhan Keperawatan Gangguan Keamanan Resiko Perilaku Kekerasan Pada NY.F Dengan SKIZOFRENIA Di Ruang Srikandi Rumah Sakit Jiwa Grahasia DIY]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[2420]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2019-12-19 13:46:25]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2019-12-19 13:47:36]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>