<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="2462">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Asuhan Keperawatan Hambatan Mobilitas Fisik Pada TN.M Dengan Stroke Non Hemoragik Di Ruang Anggrek RSUD DR.R.Goeteng Taroenadibrata Purbalingga]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>INDRIANI RIZKY</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Purwokerto]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[Universitas Harapan Bangsa]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2019]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Manusia adalah makhluk yang memerlukan gerak dan berpindah tempat. Aktivitas pergerakan normal sangat diperlukan dalam menunjang kegiatan sehari-hari. Pergerakan yang dilakukan baik secara volunteer maupun involunter dipengaruhi oleh interaksi organisme dengan sekitarnya. Gangguan gerak pada manusia dapat disebabkan oleh beberapa penyakit, salah satunya yaitu stroke (Irawan, 2014).
Stroke telah menjadi masalah kesehatan yang mendunia dan semakin penting, dengan dua pertiga penderita stroke sekarang terjadi di negara-negara yang sedang berkembang. Berdasarkan data menurut World Health Organization (WHO) tahun 2017, stroke dan penyakit jantung iskemik adalah penyakit pembunuh terbesar di dunia. Pada tahun 2015 di seluruh dunia, individu yang meninggal karena stroke dan jantung iskemik sebanyak 15 juta jiwa. Penyakit ini tetap menjadi penyebab utama kematian di dunia dalam 15 tahun terakhir (WHO, 2017). Di Amerika Serikat tercatat hampir setiap 45 detik terjadi khasus stroke, dan setiap 4 detik terjadi kematian akibat stroke serta menjadi penyebab kematian yang ketiga di Amerika Serikat dan banyak negara industri di Eropa. Organisasi Stroke Dunia mencatat hampir 85% orang yang mempunyai faktor resiko dapat terhindar dari stroke bila menyadari dan mengatasi faktor resiko tersebut sejak dini. Sementara itu di Indonesia, jumlah penderita stroke menduduki urutan nomor pertama terbanyak di Asia (Nabyl, 2012).
Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2013 didapatkan data bahwa jumlah penderita penyakit stroke berdasarkan diagnosis Tenaga Kesehatan (Nakes) diperkirakan sebanyak 1.236.825 orang (7,0%) (Kemenkes, 2014). Hingga tahun 2018, Hasil Riskesdas mendapatkan data prevalensi stroke mengalami peningkatan yaitu menjadi 10,9% (Kemenkes, 2018).
Masyarakat sering mengetahui bahwa serangan stroke sebagai suatu kelumpuhan separuh badan yang terjadi mendadak, tetapi keadaan tersebut sebenarnya lebih dari itu. Penderita tidak hanya kehilangan geraknya secara total, tetapi juga mengalami penurunan aktivitas dari kebiasaan normalnya atau lebih dikenal mengalami hambatan mobilitas fisik atau immobilitas fisik (Cahyanto, 2016). Penderita mengalami kelemahan otot-otot, kontraktur sendi dan deformitas (Potter & Perry, 2009). Selain itu, stroke juga dapat menimbulkan kecacatan, gangguan sensoris dan nyeri, aphasia (masalah dengan berbahasa), masalah dengan perhatian dan ingatan, serta gangguan emosi (Silva dkk, 2014). Jika penderita stroke dibiarkan tanpa ada penanganan, maka dapat menimbulkan beberapa komplikasi seperti edema serebri, infark miokard, pneumonia, hipoksia serebral, dan gangguan vaskular lainnya (Ariani, 2013).
Intervensi keperawatan yang pertama atau umum dilakukan pada klien stroke adalah memperbaiki hambatan mobilitas fisik dan mencegah deformitas. Immobilitas ini jika dibiarkan akan dapat menimbulkan komplikasi penyakit lain. Komplikasi akibat imobilisasi ini dapat menyebabkan 51% kematian pada 30 hari pertama setelah terjadi serangan stroke terutama pada stroke iskemik/ non hemoragik. Oleh karena itu mobilisasi yang sangat awal adalah salah satu faktor kunci dalam perawatan pasien stroke. Mobilisasi diperlukan untuk meningkatkan kemandirian diri, meningkatkan kesehatan, memperlambat proses penyakit khususnya penyakit degeneratif dan untuk aktualisasi diri (Mubarak dkk, 2015). Tetapi pada prakteknya yang terjadi di rumah sakit pasien yang mengalami stroke jarang mendapatkan tindakan keperawatan berupa latihan rentang gerak sendi (ROM) pada saat menjalani perawatan di rumah sakit.
</note>
<classification><![CDATA[NONE]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Repository UHB Digital collection of academic papers, undergraduate thesis, research]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[UHB-0603]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[Perpustakaan SHB]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="1148" url="" path="/39afa34d9a36b7adb3326f952f2412b1.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Asuhan Keperawatan Hambatan Mobilitas Fisik Pada TN.M Dengan Stroke Non Hemoragik Di Ruang Anggrek RSUD DR.R.Goeteng Taroenadibrata Purbalingga]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[2462]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2019-12-19 16:07:53]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2019-12-19 16:09:09]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>