<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="823">
<titleInfo>
<title><![CDATA[ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI NY. S UMUR  0 JAM SAMPAI 3 HARI DENGAN ASFIKSIA SEDANG DI RUANG BERSALIN  RSUD AJIBARANG TAHUN 2015]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Norma Septianingsih</namePart>
<role><roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Fakultas Ilmu Kesehatan SHB]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[STIKES Harapan Bangsa]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2015]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[20 cm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Latar belakang penelitian: Asfiksia merupakan penyebab kematian nomer 2 setelah BBLR. Faktor penyebab asfiksia usia, paritas, penyakit yang diderita ibu, faktor uterus, faktor plasenta, dan faktor persalinan. Kejadian asfiksia neonatorum  di RSUD Ajibarang  pada tahun 2013 sebanyak 61 kasus bayi dengan ganguan nafas/asfiksia sedangkan pada tahun 2014 yang ditemukan hanya pada bulan April-Oktober sebanyak 13 kasus. Dan terdapat satu kasus kematian bayi baru lahir di ruang perinatolagi pada bulan November dengan kasus asfiksia 

Pembahasan: Pada pengkajian, untuk melaksanakan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir patologi Bayi. Ny. S umur 0 jam dengan asfiksia sedang di RSUD Ajibarang tahun 2015 melalui manajemen kebidanan 7 langkah varney. Terdapat kesenjangan antara teori dan lahan saat melakukan tindakan resusitasi. 

Simpulan dan saran: Peneliti menemukan ada kesenjangan antara teori dan lahan peraktek saat melakukan tindakan resusitasi pada bayi. Bagi bidan diharapakan selalu menggunakan metode asuhan kebidanan yang susuai dengan teori agar klien mendapatkan playanan yang optimal dan berkualitas. Bagi peneliti selanjutnya sebaikanya menggunakan waktu yang lebih panjang agar asuhan yang direncanakan dapat terlaksana dengan baik</note>
<subject authority=""><topic><![CDATA[Asuhan Kebidanan Bayi Bayi Baru Lahi Dengan Asfiks]]></topic></subject>
<classification><![CDATA[620]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Repository UHB Digital collection of academic papers, undergraduate thesis, research]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[SHB-816]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[Perpustakaan SHB]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[823]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2016-09-29 15:15:43]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2016-09-29 15:15:43]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>