<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="987">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Hubungan Lama Pemakaian Alat Kontrasepsi Kb Suntik 3 Bulan (DMPA)  Dengan Gangguan Menstruasi Pada Akseptor Kb Suntik 3 Bulan (DMPA)  Di Puskesmas Kembaran II Tahun 2014]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Risti Mayasari</namePart>
<role><roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Fakultas Ilmu Kesehatan SHB]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[STIKES Harapan Bangsa]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2014]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[20 cm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Jumlah pasangan usia subur (PUS) di Indonesia pada tahun 2014 adalah 40.190.591 orang, dan sebagian besar merupakan akseptor kontrasepsi suntik (58,08%). Mayoritas akseptor menyatakan memilih kontrasepsi suntik karena mudah, murah, dan tidak mengganggu hubungan seksual, tetapi ada juga yang mengeluh pola haid menjadi tidak teratur (metrorrhagi), perdarahan bercak (spooting), atau tidak haid sama sekali (amenorhea). Pada pemakaian kontrasepsi suntik, endometrium menjadi dangkal dan atrofis sehingga menyebabkan amenorhea, spooting dan metrorrhagia pada akseptorrnya. 

     Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan lama pemakaian alat kontrasepsi suntik 3 bulan (DMPA)  dengan gangguan menstruasi pada akseptor kb suntik 3 bulan (DMPA) di Puskesmas Kembaran II Kabupaten Banyumas Tahun 2014. 

     Metode penelitian yang digunakan adalah observatinal analitik study dengan pendekatan Cross Sectional. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 90 responden. Alat ukur yang digunakan check list dan jenis data adalah data primer. Analisis data menggunakan Chi Square. 

     Mayoritas responden merupakan akseptor kontrsepsi suntik 3 bulan &#8805; 1 tahun yaitu (67,8%). Amenorhea sekunder lebih banyak terjadi pada akseptor suntik 3 bulan &#8805; 1 tahun yaitu 57,4%. Uji Chi Square menunjukan nilai p value 0,005 <&#945; 0,05 berarti ada hubungan kontrasepsi suntik 3 bulan dengan gangguan menstruasi.</note>
<subject authority=""><topic><![CDATA[gangguan menstruasi]]></topic></subject>
<subject authority=""><topic><![CDATA[Kontrasepsi suntik 3 bulan]]></topic></subject>
<classification><![CDATA[620]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Repository UHB Digital collection of academic papers, undergraduate thesis, research]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[SHB-992]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[Perpustakaan SHB]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[987]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2016-09-29 15:15:43]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2016-09-29 15:15:43]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>