Upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat (UKBM) seperti posyandu lansia sangat penting untuk di pantau tingkat perkembangannya mengingat jumlah lansia yang tinggi dan kerentanannya dalam masalah kesehatan. Pentingnya klasifikasi tingkat perkembangan posyandu untuk mengetahui kegiatan yang terdapat dalam kegiatan posyandu.
Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif, bersifat evaluasi (evaluation study) untuk mengetahui dan membuat penilaian tahun sebelumnya dan hasil penelitian ini digunakan untuk perbaikan dan atau peningkatan program kegiatan posyandu lansia. Indikator untuk mengukur tingkat perkembangan posyandu lansia yaitu frekuensi pertemuan, rerata kehadiran kader, kegiatan penunjang, cakupan pelayanan kesehatan dan pendanaan dari masyarakat. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, dengan kader sebagai responden.
Dari delapan posyandu lansia yang menjadi penelitian, semua posyandu lansia (100%) mempunyai frekuensi pertemuan lebih dari 10 kali dalam setahun, enam posyandu lansia (75%) mempunyai rerata kader yang hadir lebih dari tiga orang, semua posyandu lansia (100%) tidak mempunyai kegiatan penunjang, enam posyandu lansia (75%) memiliki cakupan pelayanan kesehatan 50%-60%, posyandu lansia yang tidak mempunyai pendanaan dari masyarakat sebanyak empat posyandu lansia (50%).
Dari hasil analisis dan pengolahan, terdapat 2 posyandu lansia kategori tingkat pratama dan 6 posyandu lansia kategori tingkat madya. Mayoritas tingkat perkembangan posyandu lansia berada dalam tingkat ketegori madya.
posyandu lansia tingkat perkembangan
. (2012). Gambaran Tingkat Perkembangan Posyandu Lansia Di Wilayah Kerja Puskesmas Kembaran I Kecamatan Kembaran Tahun 2011. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id