Latar Belakang : Kejadian anemia di Indonesia relatif tinggi yaitu 63,5%. Anemia dalam kehamilan berpengaruh kurang baik bagi ibu dan hasil konsepsi. Berdasarkan studi pendahuluan di Puskesmas Karangreja prevalensi anemia ibu hamil tahun 2010 sebesar 10,19%. Sedangkan di Puskesmas Bobotsari hanya 5,12% dan di Puskesmas Mrebet 1,23%.
Tujuan : menggambarkan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang anemia, pengertian, tanda dan gejala, penyebab, klasifikasi, pengaruh, dan penanganan anemia di Wilayah Puskesmas Karangreja Kabupaten Purbalingga Tahun 2011.
Metode : Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel purposive sampling dan instrumen penelitian kuesioner. Jumlah populasi sebanyak 193 orang dan sampel sebanyak 49 orang (25%).
Hasil : Tingkat pengetahuan ibu hamil tentang anemia di wilayah Puskesmas Karangreja Kabupaten Purbalingga dalam kategori baik yaitu 25 orang (51%). Tingkat pengetahuan tentang pengertian anemia dalam katagori baik 32 orang (65,3%). Tingkat pengetahuan tentang tanda dan gejala anemia baik 30 orang (61,2%). Tingkat pengetahuan tentang penyebab anemia baik 26 orang (53,1%). Tingkat pengetahuan tentang klasifikasi cukup 22 orang (44,9%). Tingkat pengetahuan tentang pengaruh anemia baik 27 orang (55,1%). Tingkat pengetahuan tentang penanganan anemia baik 29 orang (59,2%).
Kesimpulan : Tingkat pengetahuan ibu hamil tentang anemia di Wilayah Puskesmas Karangreja Kabupaten Purbalingga 2011 sebagian besar pengetahuan baik.
Ibu hamil Anemia pengetahuan
. (2011). Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Anemia Di Wilayah Puskesmas Karangreja Kabupaten Purbalingga Tahun 2011. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id