Pengaruh Terapi Musik Klasik Dan Belimbing Wuluh Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Desa Kemutug Lor Kecamatan Baturaden Kabupaten Banyumas
Hipertensi adalah tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg, atau bila pasien memakai obat hipertensi. Penatalaksanaan pada pasien hipertensi dapat dilakukan secara farmakologi dan non farmakologi. Penatalaksanaan farmakologi yaitu berupa pemberian obat hipertensi. Terapi musik dan buah belimbing merupakan salah satu metode non farmakologi yang dapat menurunkan tekanan darah.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi musik klasik dan belimbing wuluh terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di Desa Kemutug Lor, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah non-randomized two group pretest-postest design. Sampel yang digunakan adalah total sampling, sampel penelitian ini adalah 30 responden. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa rata-rata tekanan darah sebelum pemberian terapi musik klasik adalah 97 mmHg, namun setelah pemberian terapi musik rata-rata tekanan darah diastolik menjadi 90,73 mmHg. Sedangkan pada belimbing wuluh sebelum diberikan rata-rata tekanan darah diastoliknya adalah 96 mmHg, kemudian turun menjadi 86,67 mmHg setelah diberikan belimbing wuluh. Sehingga dapat disimpulka ada pengaruh pemberian terapi musik klasik dan belimbing wuluh terhadap penurunan tekanan darah
terapi musik penurunan tekanan darah Belimbing Wuluh
. (2014). Pengaruh Terapi Musik Klasik Dan Belimbing Wuluh Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Desa Kemutug Lor Kecamatan Baturaden Kabupaten Banyumas. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id