Latar Belakang : Kematian pada wanita hamil dan bersalin adalah masalah besar di negara berkembang. Perdarahan post partum menjadi penyebab utama kematian ibu di Indonesia. Perdarahan post partum dapat menyebabkan kematian ibu 45% terjadi pada 24 jam pertama setelah bayi lahir, 68-73% dalam satu minggu setelah bayi lahir dan 82-88% setelah dua minggu bayi lahir. Salah satu penyebab perdarahan tersebut adalah ruptur perineum sebesar 4-5%. Robekan jalan lahir merupakan penyebab kedua perdarahan setelah atonia uteri yang terjadi pada hampir persalinan pertama dan tidak jarang juga pada persalinan berikutnya.
Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara ruptur perineum pada ibu bersalin dengan kejadian perdarahan post partum di RSUD Banjarnegara tahun 2011.
Metode : Penelitian ini adalah penelitian analitik korelasi dengan pendekatan Retrospektif Study. Sampel yang digunakan adalah purposive sampling, sampel penelitian ini adalah ibu yang mengalami perdarahan post partum. Sampel pada penelitian ini 105 responden
Hasil : Dari hasil penelitian didapatkan kejadian ruptur perineum pada ibu bersalin sebagian besar ibu bersalin tidak mengalami ruptur perineum yaitu sebanyak 68 responden (64,8%), kejadian perdarahan post partum pada ibu bersalin sebagian besar ibu bersalin mengalami perdarahan post partum yaitu sebanyak 67 responden (63,8%), dan ada hubungan antara ruptur perineum pada ibu bersalin dengan kejadian perdarahan post partum. Berdasarkan tabel koefisien korelasi dapat diketahui bahwa nilai kekuatan hubungan adalah rendah dengan nilai koefisien korelasi adalah 0,293.
. (2012). Hubungan Antara Ruptur Perineum Pada Ibu Bersalin Dengan Kejadian Perdarahan Post Partum Di Rsud Banjarnegara Kabupaten Banjarnegara Tahun 2011. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id