Artritis Reumatoid merupakan inflamasi sitemik kronik yang tidak diketahui penyebabnya yang biasanya mengenai sendi sinovial. Menurut Lukman dan Nurna (2013), Artritis Reumatoid terjadi 2-3 kali lebih sering terjadi pada wanita dibanding pada pria. Artritis Reumatoid dapat terjadi pada semua umur dari kanak – kanak sampai usia lanjut, atau sebagai kelanjutan sebelum usia lanjut dan gangguan reumatik akan meningkat dengan meningkatnya umur (Suarjana, 2010). Artritis Reumatoid terjadi karena reaksi autoimun yang terutama terjadi pada jaringan sinovial, proses fagositosis menghasilkan enzim-enzim dalam sendi yang akan memecah kolagen sehingga terjadi edema, poliferasi membran sinovial dan membentuk panus yang akan menghancurkan tulang rawan dan menimbulkan erosi tulang, dan dapat menghilangkan permukaan sendi sehingga mengganggu gerak sendi (Lukman & Nurna, 2013).
Tujuan Umum Menerapkan asuhan keperawatan secara komprehensif pada klien dengan Artritis Reumatoid di Balai Pelayanan Sosial Lanjut Usia Dewanata Cilacap.
Selama melakukan asuhan keperawatan pada Ny. S tidak ditemukan hambatan-hambatan yang berarti. Meskipun klien tidak bersekolah dan usianya sudah 74 tahun, kondisi psikososial, fungsional dan mental klien baik. Ny. S kooperatif dan komunikatif, mampu berkomunikasi dan menerima informasi dengan baik. Hanya saja fasilitas pelayanan kesehatan di Balai Pelayanan Sosial Lanjut Usia masih terbatas sehingga data penunjang yang di perlukan masih kurang.
Asuhan Keperawatan Artritis Reumatoid
. (2015). ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny. S DENGAN ARTRITIS REUMATOID DI BALAI PELAYANAN SOSIAL LANJUT USIA DEWANATA CILACAP. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id