Dispepsia dialami sekitar 13%-40% populasi dunia setiap tahun. Dispepsia mengakibatkan sekitar 30% ,penderitanya tidak masuk kerja atau sekolah ketika gejala dispepsia menyerang , dan dispepsia bertanggung jawab atas besarnya biaya perawatan kesehatan. Jeda makan yang lama menjadi salah satu penyebab dispepsia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lama jeda makan dengan kejadian dispepsia di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga.
Desain penelitian ini adalah cross-sectional . Responden penelitian adalah 80 pasien di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Responden diambil dengan menggunakan metode concecutive sampling.
Hasil analisa data menunjukkan nilai P sebesar 0,007 dengan interpretasi lebih kecil dari nilai α (0,05), dan koefisien kontingensi 0,289.
Ada hubungan antara lama jeda makan dengan kejadian dispepsia pada pasien rawat inap di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga, dan keeratan hubungannya masuk dalam kategori rendah.
Dispepsia Lama jeda makan
. (2014). Hubungan Lama Jeda Makan Dengan Kejadian Dispepsia Pada Pasien Di Ruang Rawat Inap RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga 2014. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id