Anak sekolah berada pada masa pertumbuhan yang memerlukan nutrisi dalam jumlah yang cukup. Keadaan status gizi dipengaruhi oleh banyak faktor diantaranya asupan makanan, dan kesehatan (status kesehatan,kebudayaan pola makan/kebiasaan makan,pelayanan kesehatan dan lingkungan).Pemberian Makanan Anak Sekolah adalah merupakan tindakan umum yang bisa dilaksanakan untuk memperbaiki keadaan gizi anak sekolah.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh PMT AS terhadap peningkatan status gizi pada anak gizi sangat kurus di Puskesmas Karangreja. Sampel di ambil secara total sampling dengan jumlah 36 anak. Pengumpulan data diperoleh dari data antropometri anak sekolah yang terdiri dari Tinggi Badan dan Berat Badan sebelum PMT AS dan sesudah PMT AS. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan bentuk evaluation study menggunakan uji square dengan SPSS for komputer versi 170.0.
Pada analisa tinggi badan menunjukkan nilai mean sebelum PMT AS 122,65 cm dan sesudah PMTAS 126,38 cm, maka ada perbedaan yang signifikan antara tinggi badan sebelum dan sesudah PMT AS. Pada berat badan didapatkan sebelum PMT AS 16,08 kg dan sesudah PMTAS 19,69 kg, berarti ada perbedaan yang signifikan antara berat badan sebelum dan sesudah PMT AS. Sedangkan pada status gizi didapatkan nilai p 0,00 (p value 0,050), maka Ha diterima dan Ho ditolak menunjukan ada pengaruh yang signifikan peningkatan status gizi antara sebelum dan sesudah PMT AS.
Saran yang bisa diberikan yaitu PMT AS diberikan secara berkesinambungan dengan waktu yang lebih lama dan menu yang lebih bervariasi yang mencakup besar porsi makan sehingga sesuai dengan ketentuan agar tercapai hasil yang optimal.
Status Gizi PMT AS
. (2012). Pengaruh Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah Terhadap Peningkatan Status Gizi Pada Anak Gizi Sangat Kurus Di Puskesmas Karangreja. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id