Anak tunagrahita memiliki kekurangan dalam berinteraksi sosial dengan lingkungan. Dukungan keluarga sangat membantu meningkatkan interaksi sosial anak tunagrahita di lingkungan karena orang tua memiliki peran penting dalam anak berinteraksi sebelum terjun kelingkungan. Dari hasil wawancara dengan guru di SLB berbagai jenis interaksi sosial yang ditunjukkan siswa di SLB tersebut dari yang pendiam sampai yang mudah bergaul dengan teman sebayanya. Dukungan yang diberikan berbeda-beda pula.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh dukungan keluarga terhadap interaksi sosial pada anak tunagrahita (retardasi mental) di SLB C Yakut Purwokerto.
Penelitian ini menggunakan metode studi korelasi dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan di SLB C Yakut Purwokerto Tahun 2014 dengan populasi sebanyak 117 responden. Sampel penelitian sebanyak 54 responden yang diambil dengan metode purposive sampling pada tanggal 14 April dan 23 Mei 2014. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner dan analisis data menggunakan uji spearman rank.
Hasil analisis dengan uji spearman rank diperoleh nilai p = 0,006 (p <α = 0,05 dan CC = 0,368) maka Ho ditolak Ha diterima sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh dukungan keluarga terhadap interaksi sosial pada anak retardasi mental di SLB C Yakut Purwokerto.
. (2014). Pengaruh Dukungan Keluarga Terhadap Interaksi Sosial Pada Anak Tunagrahita (Retardasi Mental) Di Sekolah Luar Biasa C Yakut Purwokerto. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id